Sejarah Las

Perkembangan proses pengelasan mulai dikenal pada awal abad ke 20. Sebagai sumber panas digunakan api yang berasal dari pembakaran gas Acetylena yang kemudian dikenal sebagai las karbit. Waktu itu sudah dikembangkan las listrik namun masih langka.

Pembekalan Dunia Industri

Acara ini membahas mengenai bagaimana lulusan SMK menghadapi dunia industri, dengan beberapa tantangan-tangangan yang harus dihadapi, mulai dari persaingan dari para SMK lainnya, persaingan kerja dengan dunia perguruan tinggi serta persaingan yang sudah berlangsung pada awal tahun depan (tahun 2016) yaitu MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)..

Program Pendidikan Vokasi Industri

Sebagai wujud pelaksanaan tugas tersebut, Kemenperin telah menyusun program pembinaan dan pengembangan yang link and match antara SMK dan industri, dengan sasaran sampai tahun 2019 sebanyak 1.775 SMK meliputi 845.000 siswa untuk dikerjasamakan kepada 355 perusahaan industri

Lakukan Hal Ini Sebelum Ujian Nasional, Pasti Bakal Sukses!!!

Apakah kamu juga sudah siap menghadapi Ujian Nasional yang sebentar lagi akan berlangsung? Jika pada Ujian Nasional 2019 lalu banyak sekali siswa yang mengeluh merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional, terutama matematika. Mereka merasa soal Ujian Nasional yang mereka hadapi tidak sama dengan materi yang diajarkan di sekolah

Monday, March 16, 2020

Peralatan Utama Las OAW: Ekonomiser, Satu set jarum pembersih, Korek Api Las Lengkap Uraiannya!!!!

Ekonomiser
Ekonomiser pada pengelasan seperti gambar 2.14 memiliki beberapa fungsi sebagai berikut :
a)menghemat waktu
b)menghemat gas, terutama dalam pengelasan yang terhenti – henti
c)memadamkan nyala pembakar, jika pembakar diletakkan pada kait.
d)mencegah terjadinya nyala balik.

Bagian-bagian utama dari ekonomiser adalah sebagai berikut :
1.alat penyala
2.keran penyala
3.kait pembakar
4.slang oksigen dari regulator
5.slang asetilena dari regulator
6.slang oksigen ke pembakar
7.slang asetilena ke pembakar
 Ekonomiser OAW
Prinsip kerja ekonomiser adalah sebagai berikut:
a)Buka keran penyala, maka gas asetilena (tanpa O2) akan keluar dari alat penyala
b)bila pembakar diangkat dari kait, katup yang menyalurkan gas dari regulator ke pembakar akan terbuka.
c)sebaliknya bila pembakar diletakkan pada kait, katup akan menutup dan nyala akan padam.

Jarum Pembersih
Selama proses pengelasan, adakalanya saluran gas pada mulut pembakar tersumbat. Untuk itu diperlukan alat pembersih. Dengan menggunakan jarum pembersih diharapkan lubang pada mulut pembakar tidak bertambah lebar. Mulut pembakar yang bersih akan menghasilkan pekerjaan yang baik.

Satu set jarum pembersih terdiri dari bermacam-macam ukuran, untuk ukuran diameter lubang mulut pembakar yang berbeda-beda seperti pada gambar gambar 2.15. Cara menggunakannya adalah sebagai berikut:
 Jarum Pembersih
a)Carilah jarum pembersih yang diameternya sesuai dengan diameter lubang mulut pembakar.
b)Tusukan jarum pembersih pada lubang yang tersumbat hingga bersih seperti pada gambar gambar 2.16.
c)Untuk membersihkan ujung mulut pembakar gunakanlah kikir yang ada pada jarum pembersih.
Jarum Pembersih
 Cara membersihkan ujung mulut pembakar
Korek Api Las
Fungsi korek api las adalah untuk menyalakan campuran oksigen dan asetilena yang keluar dari mulut pembakar. Hal ini dapat dilakukan dengan satu tangan saja.
Prinsip kerja korek api las adalah dengan menggoreskan batu korek api pada permukaan yang keras dan kasar, sehingga didapatkan bunga api yang dapat digunakan untuk membakar campuran gas yang keluar dari mulut pembakar. Bila batu korek api habis, bisa diganti dengan batu korek api yang baru.

Bentuk korek api las ada bermacam-macam sebagai contoh, selain bentuk korek yang biasa dipakai dibengkel juga bentuk korek api seperti pada gambar 2.17 sebagai berikut :
 korek api las

Peralatan Utama Las OAW: Pembakar Las, Ukuran Mulut Pembakar Serta Keselamatan Kerja untuk Pembakar (Brander)

Pembakar las
Fungsi pembakar las (burner) pada alas oksi asetilena adalah
a) Mencampur gas oksigen dan gas asetilena
b) Mengatur pengeluaran gas
c) Menghasilkan nyala api

Pembakar las bila dilihat dari cara pencampuran gas dibagi menjadi 2 (dua) jenis, dapat dilihat pada gambar 2.11 dan 2.12 berikut, yaitu :
a) Pembakar las tekanan rendah (type injector)
b) Pembakar las tekanan rata (type mixer)
 Pembakar las OAW
Prinsip kerja pembakar las adalah sebagai berikut : Gas oksigen dan gas asetilena dapat bercampur secara homogen dalam pembakar bila katup oksigen dan katup asetilena dibuka. Pada keadaan ini gas campuran akan keluar melalui pembakar dan dapat dinyalakan untuk keperluan pengelasan. Katup oksigen pembakar mempunyai tanda warna hitam atau biru sedangkan katup asetilena berwarna merah. Nyala api oksigen dengan asetilena mempunyai temperatur paling tinggi bila dibandingkan dengan nyala api oksigen dengan bahan bakar gas lainnya (lihat tabel 01).Pada  umumnya  sebuah  pembakar  dilengkapi  dengan  suatu  set tip/mulut pembakar, Masing-masing mulut pembakar digunakan untuk mengelas bahan yang tebalnya berbeda (lihat tabel 2). 
 Tabel Nilai Pembakaran
Untuk memilih ukuran mulut pembakar perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a) Tebal bahan yang akan dilas
b) Jenis bahan yang akan dilas
c) Proses pengelasan
Seperti halnya pembakar las, mulut pembakar inipun ada dua macam yaitu mulut pembakar “mixer” dan “injector”. Penggunaan ukuran tip berdasarkan tebal bahan, hanya berlaku untuk las cair baja lunak lihat gambar 2.13.
 Tabel Penggunaan ukuran tip

Keselamatan Kerja untuk Pembakar (Brander)

Pembakar digunakan untuk mencampur gas oksigen dan asitilena dengan perbandingan tertentu sesuai keperluan kerja. Pembakar tediri dari dua macam yaitu pembakar pengelasan biasa dan pembakar pemotongan prosedur untuk keselamatan kerja menggunakan pembakar adalah pembakar tidak boleh disentuh oleh tangan atau sarung tangan yang terkena minyak atau pelumas.

Tidak diperkenankan menggunakan mulut pembakar untuk mencungkil atau memukul karena kerusakan pada mulut pembakar dapat menyebabkan nyala balik. Bersihkan mulut pembakar dari kotoran yang menyumbat secara berkala menggunakan alat pembersih khusus tip. Mulut pembakar harus dibersihkan dari kotoran dengan menggunakan sikat baja lunak sambil membuka kran tabung oksigen. Mematikan api yang menyala dari pembakar apabila tidak dipakai. Untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik, simpan dan rawatlah pembakar dengan benar dan teratur.

Peralatan Utama Las OAW: Slang Las, Fungsi Dan Bentuk Alat Penyambung Serta Cara Pemeriksaannya

Fungsi slang las adalah untuk mengalirkan gas dari silinder ke pembakaran. Slang las dibuat dari karet yang berlapis-lapis dan diperkuat oleh serat-serat bahan tahan panas seperti pada gambar 2.08. 

 slang las
Sedangkan sifat slang las adalah sebagai berikut :
a) Kuat
(1) Slang Asetilena harus tahan terhadap tekanan 10 kg/cm2
(2) Slang oksigen harus tahan terhadap tekanan 20 kg/cm2
b) Tahan api/panas
c) Lemas/tidak kaku/fleksibel
d) Berwarna
(1) Slang oksigen mempunyai warna hitam/biru/hijau
(2) Slang asetilena mempunyai warna merah.
e) Ukuran slang las
Besarnya diameter dalam slang las bermacam-macam dan ukuran yang paling banyak digunakan ialah 3/16 “ dan 5/16”. Dalam dunia perdagangan slang oksigen dan asetilena ada yang berdiri sendiri dan ada pula yang diikat menjadi satu (twin hose). Slang las jenis kedua ini lebih enak dipakai karena mudah digulung dan tidak terpuntir.

Dalam penggunaannya, slang las tidak dibenarkan dipertukarkan. Untuk menyalurkan gas oksigen pakailah slang yang berwarna merah. Dengan perbedaan warna ini dapat dihindarkan kekeliruan pada waktu pemasangan slang.
Bentuk alat penyambung slang dapat dibedakan sebagai berikut :
a) Nipel (alat penyambung) pada kedua ujung siang dibuat berlainan. Nipel oksigen berbentuk setengah bulat, sedangkan Nipel asetilena berbentuk tirus seperti pada gambar 2.09
b) Mur pengikat untuk oksigen mempunyai ulir kanan, sedangkan untuk asetilena ulir kiri seperti pada gambar 2.10.
c) Mur pengikat untuk oksigen berbentuk segi enam rata dan mur pengikat asetilena berbentuk segi enam ditakik.

 alat penyambung slang OAW
Keselamatan Kerja Selang Las.
Selang las menghubungkan tabung gas dengan pembakar las untuk mengalirkan gas oksigen dan asetilena. Selang gas oksigen berwarna hitam atau biru dan selang asetilena berwarna merah atau oranye. Prosedur keselamatan kerja menggunakan selang las adalah selang las tidak boleh terkilir dan terjepit saat dipakai. Selang tidak boleh bersentuhan dengan nyala api bunga api, benda panas, benda tajam, dan segala jenis minyak atau pelumas.

Pemeriksaan selang secara berkala dilakukan agar tidak terjadi kebocoran, hangus, dan sambungan longgar. Jangan menggunakan kawat, plastic, atau isolasi yang menutup kebocoran. Bagian yang bocor harus dipotong dan disambung kembali menggunakan alat penyambung, pengikat atau penjepit khusus selang. Gulung selang dengan rapi setelah menggunakannya.

Tata cara yang tepat dalam menggunakan peralatan las oksi asetilena sangat menguntungkan efisiensi peralatan dan memberi rasa aman bagi operator las oksi asetilena akan mengurangi resiko kecelakaan kerja.

Sangat Simpel: Latihan Soal TIG SMK, Pilihan Ganda, Uraian Dan Jawabannya Sekalian....

1. Gas yang dipakai untuk proses pengelasan Gas Tunsten adalah:
a. Gas Aktif   b. Gas tidak aktif,    c. Gas Senon      d. Co2 e. Semua jawaban salah
2. Dibawa ini termasuk perangkat yang dipakai prose pengelasan las gas tungsten kecuali :
a. Tabung gas lindung      b. Flowmeter c.Stang las d. Tang Amper,    c. Tungsten
3. Kabel dan selang pada las tungsten befungsi untuk :
a. Menghantar arus dan gas menuju ke stang las,
b. Memudahkan pengaturan amper dan gas
c. Sebagai pelengkap acesoris
d. Perlengkapan tambahan pada las tungsten
e. Perlengkapan standart las gas tunsten
4. Pada pengelasan yang berat/skala industri di butuhkan acecoris lain diantaranya:
a. rheostat kaki     b. Pendingin air,     c.pengatur waktu       d. Remote           e. Tig torc
5. Untuk menyatukan sistem las yang berupa penyalaan busur dan perlindungan gas lindung selama dilakukan proses pengelasan adalah:
a. Tungsten       b.welding torch,      c. Rheostat      d.elektroda         e. Flowamper
6. Pemilihan arus AC atau DC biasanya tergantung pada
a. Jenis Logam       b. Jenis gas        c.besar amper         d.posisi pengelasan       e. Elektroda
7. Gas lindung yang dipakai untuk proses pengelasan las gas tungsten adalah:
a. Argon dan helium      b. Xripton     c. Co2        d. Oxigen         e. Aciteline 
8. Fungsi flowmeter pada pengelasan las gas tungsten adalah:
a. Menunjukan aliran gas lindung yang dipakai
b. Menentukan tekanan gas pada botol
c. Sebagai pelengkap proses pengalasan
d. Mengukur tekakan kerja
e. Semua jawaban salah.
9. Yang dimaksud elektroda tak terumpan adalah:
a. Celuloseelektrode      b. nonconsumable electode,    c. Low hidrogen    d. lanthanum oksida
10. Kode warna untuk elektroda tungsten tipe EWLa-1 adalah:
a. Hitam      b. Hijau     c. Orage      d. Merah       e. Kuning
11. Kode G pada lektroda tungsten adalah:
a. Tungsten murni     b. Komposisi tambahan    c. Wolfram     d. General       e. Elektroda
12. Elektroda tungsten  digunakan untuk AC- HF Argon dan AC Balanced Wave Argon adalah:
a. Tungsten murni      b. titanium      c. cerium      d. Zirconium      e. Lanthanum
13. Untuk jenis logam yang permukaannya terbentuk oksid seperti  aluminium dan magnesium digunakan arus:
a. DC dan DCRP      b. AC dan DCEN     c. AC dan DCRP    d. DCEP    e. AC dan DCEP
14. Pada pengelasan alumunium dengan arus AC untuk tebal pelat  1,59mm dan bentuk sambungan sudut menggunakan besar arus:
a. 75-85 amp        b. 70 – 90 amp       c. 75 – 100amp       d. 60 – 85 amp       e. 50 – 65 amp
15. Pada pengelasan stainlesstel dengan arus DCEN untuk tebal pelat  4,76mm dan bentuk sambungan sudut menggunakan besar arus:
a. 100-125amp            b. 125-150amp         c. 135-160amp          d. 90-110amp   e. 65-85amp
16. Dibawa ini yang tidak dapat meminimalkan distorsi kecuali :
a. Baking  strip         b. Teac well       c. Kye hole       d. Torc backing     e. intermittent welding
17. Ada berapa cara menyalakan elektroda las gas tungsten ?
a. 2      b. 3       c. 4.        D. 5         e  6

18.Hasil pengelasan yang jelek dipengaruhui :
a. Busur tidak stabil, inklusi tungaten dalam, jarak terlalu pendek
b. Arus terlalu kecil, elektroda salah, tekanan gas kurang stabil
c. Busur kurang stabil, terjadi inklusi tungsten di dalam las, keropos
d. Naik turun arus listrik, setingan gas salah, 
e. Semua jawaban salah
19.Digunakannya gas lindung pada proses pengelasan las gas tungsten adalah:
a. Agar hasil pengelasan rapi
b. Agar cairan las tidak terkontaminasi oleh udara luar
c. Mempercepat proses pengalasan
d. Memudahkan pencairan logam yang dilas
e. Menghilangkan korosi pada logam yang dilas
20.Ukuran kaca penyaring/pelindung pada proses pengelasan las gas tungsten adalah:
a. 7 b. 8 c. 9 d. 11 e. 12

JAWABLAH DENGAN SINGKAT JAWABAN DIBAWA INI:
1) Terangkan prinsip pengelasan dengan menggunakan las gas tungsten.
2) Apa yang terjadi jika gas lindung tidak mengalir?
3) Apa penyebab distorsi di dalam las gas tungsten?
4) Mengapa digunakan fixture di dalam meminimalkan distorsi?
5) Ada berapa macam cara penyalaan las gas tungsten?
6) Gambarkan Ilustrasi Membuat Rigi Las Posisi Bawa Tangan, Horisontal,dan Vertikal
7) Langkah-langkah apa yang perlu ditempuh untuk mendapatkan hasil pengelasan sudut yang baik?
8) Gambarkan Ilustrasi Pengelasan Sambungan Sudut Posisi 1F, 2F, dan 3F
9) Mengapa elektroda tungsten retak dan bagaimana cara mengatasinya?
10) Apa yag akan terjadi jika permukaan plat yang dilas berminyak meskipun   pengelasan menggunakan Argon 99,99%?


KUCI JAWABAN 
1. B
2. D
3. A
4. B
5. B
6. A
7. A
8. A
9. B
10. A
11. D
12. D
13. E
14. D
15. B
16. E
17. 3
18. C
19. B
20. 12


1) Las gas tungsten (las TIG) adalah proses pengelasan dimana busur nyala listrik ditimbulkan oleh elektroda tungsten(elektroda tak terumpan) dengan benda kerja logam. Daerah pengelasan dilindungi oleh gas lindung (gas tidak aktif) agar tidak berkontaminasi dengan udara luar. Kawat las dapat ditambahkan atau tidak tergantung dari bentuk sambungan dan ketebalan benda kerja yang akan dilas.
2) Pengelasan keropos akibat terkontaminasi dengan udara luar
3) Distorsi disebabkan oleh adanya perubahan bentuk yang terjadi akibat pengelasan. Perubahan ini sifatnya menarik benda yang dilas ke arah daerah pengelasan
4) Karena kemampuan fixture untuk menahan benda kerja dari pengaruh tarikan yang terjadi setelah pengelasan dilakukan
5) Ada 3 macam cara penyalaan las gas tungsten yaitu dengan cara sentuhan, frekuensi tinggi, dan tegangan tinggi.
6) 
 Ilustrasi Membuat Rigi Las Posisi Bawa Tangan, Horisontal,dan Vertikal TIG
7) Untuk mendapatkan hasil pengelasan yang baik perlu ditempuh
langkah-langkah sbb:
??Tentukan dahulu jenis logam yang akan dilas
??Berapa ketebalan plat yang akan dilas
??Bentuk sambungan apa yan akan dipakai
??Tentukan diameter elektroda tungsten yang akan dipakai
??Tentukan diameter kawat las yang akan dipakai
??Gunakan arus yang sesuai untuk ketebalan, posisi, dan diameter kawat
??Tentukan jenis gas lindung yang sesuai dan aturlah besar aliran gasnya.
??Buatlah celah sebagaimana yang dirokemendasikan
??Pengelasan dilakukan dengan menjaga kestabilan posisi pengelasan dan kecepatan penggeseran
??Hindari kelembaban pada daerah sambungan yang akan dilas serta kotoran, minyak maupun oli pada permukaan plat

 Ilustrasi Pengelasan Sambungan Sudut Posisi 1F, 2F, dan 3F TIG

9) Karena elektroda tungsten terbuat dari bahan yang getas atau dimungkinkan elektroda tercelup ke dalam cairan logam pengisi. Untuk mengatasinya perlu menjaga jarak pengelasan yang konsisten dan jika mungkin menggantinya elektroda tungsten yang ulet. dengan
10) Keropos

Kisi-Kisi Soal Penilaian Akhir Semester Mapel TIG SMK Dan Jawabannya, sangat Membantu!!!

1. Proses pengelasan diperlukan persiapan yang baik diantaranya yang termasuk pada persiapan proses tersebut adalah:
a. Jenis mesin dan bahan
b. Jenis bahan dan ampere
c. Tekanan ampere dan bahan
d. Jenis mesin, bahan dan ampere
Jawab:  D

2. Pada proses las TIG memerlukan gas Argon. Gas Argon adalah sebagai :
a. Pembakar
b. Pelindung dan pendingin
c. Penghantar listrik
d. Busur api
Jawab:  B

3. Pada proses las TIG memerlukan tungsten, tungsten yang bagaimana yang diperlukan:
a. Tungsten yang circonium
b. Tungsten yang thorium
c. Tungsten murni
d. Tungsten jenis circonium dan diameter sesuai dengan colled
Jawab:  c

4. Pada proses pengelasan TIG aluminium memerlukan arus yang tepat. Arus apa yang digunakan:
a. Arus bolak-balik (AC)
b. Arus searah (DC)
c. Arus AC, DC sama saja
d. Arus DC (+) atau arus DC (-)
Jawab:  c

5.
 Butt weld

Gambar sket di atas termasuk jenis sambungan:
a. Fillet weld                               c. Lap weld
b. Butt weld                                 d. Pad weld
        Jawab:  B

6. Yang harus diperhatikan pada material yang akan dilas adalah:
a. Ukuran kampuh                     c. Jarak mesin las
b. Identitas material                   d. Jenis electrode
       Jawab:  B

7. Alat bantu yang tidak diperlukan dalam pengelasan TIG adalah:
a. Gas argon                              c. Tempat flux
b. Pomap pendingin                  d. Gas oksigen
       Jawab:  D


8. Untuk pengelasan plat tipis polarity yang terbaik bila menggunakan:
a. AC                                         c. DC SP
b. DC RP                                   d. Semua benar
       Jawab:  B

9. Yang tidak termasuk penyebab adanya distorsi pada pengelasan adalah:
a. Tidak adanya pemanasan awal
b. Tidak menggunakan alat bantu jig
c. Skill tenaga las kurang
d. Tidak ada identifikasi material
     Jawab:  A

10. Metode berikut dapat digunakan untuk memeriksa hasil pengelasan sampai ke bagian dalam:
a. Dye penetrant                        c. Metode ultrasonic
b. Metode magnetic                  d. Metode visual
       Jawab:  C


11. Proses pengelasan TIG memerlukan tekanan gas yang seimbang. Berapa tekanan gas kerja yang seimbang tersebut:
a. Sepuluh kali diameter elektroda (tungsten)
b. Sepuluh kali ketebalan benda kerja
c. Sama dengan tekanan isi
d. Sama dengan besarnya tekanan isi dan ketebalan benda
Jawab:  B

12. Hal-hal berikut ini adalah keuntungan menggunakan las TIG dibandingkan dengan las SMAW, kecuali:
a. Permukaan las lebih halus
b. Sangat baik untuk menyambung benda kerja tipis
c. Mudah dioperasikan
d. Mesin las TIG lebih murah
         Jawab:  D

13. Peralatan yang paling sering digunakan untuk memperbaiki hasil pengelasan adalah:
a. Palu                                     c. Gerinda
b. Kikir                                   d. Gergaji besi
        Jawab:  C

14. Pada proses pengelasan las TIG sangat diperlukan peralatan keselamatan kerja, peralatan keselamatan kerja diantaranya:
a. Apron
b. Sarung tangan kulit
c. Kaca mata
d. Sarung tangan kulit, apron, kaca mata dan tang penjepit
        Jawab:  D

15. Pada gambar kerja las pada umumnya berbentuk gambar konstruksi, gambar konstruksi terdiri dari:
a. Pandangan atas, samping, muka
b. Ukuran panjang, lebar, tebal
c. Code pengelasan
d. Pandangan dan ukuran berikut code las
Jawab:  D

16. Hambatan yang terjadi pada proses TIG:
a. Menyetel tungsten                 c. Menghidupkan mesin las
b. Menyetel jarak                        d. Menyetel benda kerja
            Jawab:  A

17. Hal-hal berikut ini adalah penyebab terjadinya banyak spatter pada hasil pengelasan, kecuali:
a. Jarak busur terlalu tinggi       c. Kampuh las kurang bersih
b. Amper terlalu tinggi              d. Skill tukang las kurang
            Jawab:  C

18. Bila terjadi cacat las pada permukaan hal-hal yang tidak boleh dilakukan adalah:
a. Menggerinda cacat las
b. Mengidentifikasi cacat las
c. Memperbaiki tanpa prosedur
d. Melaporkan kepada inspector yang berwenang
            Jawab:  C

19. Manakah yang tidak termasuk parameter pengelasan:
a. Ampere                                  c. Tebal benda kerja
b. Voltage                                  d. Kecepatan
            Jawab:  D

20. Cacat las yang bisa dideteksi dengan cara visual:
a. Slag inclusion                          c. Incomplete fusion
b. Retak dalam                             d. Spatter
             Jawab:  D



Kisi-Kisi Soal Penilaian Akhir Semester Mapel MIG SMK Disertai Jawabannya...

1. Ilmu yang menerangkan tentang dasar– dasar pengolahan dan penyelidikan logam adalah :
a. Ilmu logam produktif     b. ilmu logam aktif    c. ilmu logam dasar    d. ilmu logam fisik                            e. ilmu logam metalloid
Jawab:  A

2. Dibawa ini logam yang berbentuk bukan dari unsure dasarnya besi (Fe) dan karbon (C)kecuali :
a. Alumunium,    b. Magnesium (Mg)     c. Tembaga (Cu)     d. Carbida        e. seng
 Jawab:  D

3. Berdasarkan gambar percikan dibawa ini mana yang menunjukkan hasil percikan baja carbon tinggi !
 hasil percikan baja carbon tinggi

A, gambar A         b. gambar B        c. gambar C       d. gambar D      e.  gambar  A dan B
Jawab:  B

4. Gas Yang dipakai pada proses pengelasan MAG adalah :
A, Helium      b. Argon,        c. Oxigen        d. Propan     e . CO 2
Jawab:  E

5. Dibawa ini yang termasuk bagian Torch las adalah :
 A, ujung kontak      b. wire feeder     c. switch torch    d. switc gas     e. switc feeder
Jawab:  A

6. Piranti yang ada di regulator Las Gas Metal, yang dipakai untuk mengetahui tekanan kerja dalam satuan liter adalah :
a. Manometer
b. Simometer
c. Flowmeter
d. Thermometer
e. Isometer
         Jawab:  C

7. Dibawa ini yang bukan termasuk  perangkat yang dipakai untuk proses pengelasan las gas metal adalah:
a. Mesin las DC
b. Tabung gas lindung
c. Flowmeter untuk gas
d. Kabel masa
e. Tang kombinasi
         Jawab:  E

8. Elektroda pada las gas metal berbentuk gulungan dengan panjang biasanya  ratusan meter yang pada umumnya untuk ukuran ? 0,8 – 1,2 mempunyai berat
         A, 12 kg      b, 15 kg       c. 20kg         d. 10kg          e. 5kg
Jawab:  B

9. Mesin las DC merupakan mesin las pembangkit arus DC yang digunakan di dalam pengelasan las gas metal jenis arus yang digunakan adalah :
a, DCRP +      b. DCEN        c. DCEP       d.DCEN +       e. DCRP
Jawab:  C

10. Fungsi dari gas lindung yang digunakan untuk pengelasan las gas metal adalah :
a. Menstabilkan proses pengelasan
b. Mengurangi distorsi
c. Mempercepat proses pengelasan
d. Agar proses pengelasan tidak terkontaminasi dengan udara luar
e. Menghasilkan pengelasan yang sempurna
         Jawab:  D

11. Yang mengatur aliran kawat, gas lindung, dan arus pengelasan adalah :
a. Welding torch
b. Slang utama
c. Corong las
d. Tabung kontak
e. Roll slang
Jawab:  A
12. Jika akan mengelas baja tahan karat austenit, jenis elektroda apa yang akan dipakai adalah ?
 a, ER70S-3     b, ER1100      c, ER70S-6     d, ER1100, ER4043    e, ER80S-D2
Jawab:  C
13. Untuk mengelas alumunium yang dikerjakan pad alas gas metal menggunakan gas…..?
A, Argon dan CO2      b, Argon     c. helium       d. propan        e, jawaban b dan c
Jawab:  E
14. Fungsi elektroda pada proses pengelasan las gas metalah adalah ?
a. sebagai bahan pengisi
b. sebagai pencipta busur dan sekaligus bahan pengisi
c. sebagai bahan utama las
d. sebagai penyambung busur las
e. sebagai bahan tambahan untuk pengelasan
Jawab:  B
15. Jenis bahan pelapis anti karat pada elektroda las gas metal adalah……?
A, Kuningan     b, emas       c, perak       d, tembaga,        e, alumunium
Jawab:  D
16. Diantara  cara yang dapat meminimalkan distorsi adalah……?
a. intermittent welding
b. low amper
c. high contak
d. intermaidite welding
e. main of flow
Jawab:  A
17. Yang disebut tegangan sisa dalam sambungan tegangan adalah….?
a. Radius tester
b. HAZ
c. Rood  residusl
d. Residual Stress
e. Gap residusl
Jawab:  D
18. Untuk menghilangkan tegangan dengan melakukan perlakuan panas disebut……..?
a. Radius tester
b. HAZ
c. Stress Relieving
d. Residual Stress
e. Gap residusl
Jawab:  C
19. Adanya perubahan bentuk yang terjadi akibat pengelasan disebut…………!
a. Crak
b. Overlab
c. Under cut
d. Distorsi
e. Ceropos
Jawab:  D
20. Ilustrasi gambar kerja dibawa ini menunjukkan posisi pengelasan menggunan sambungan………!
 sambungan tumpul kampu I terbuka posisi horizontal

a. sambungan tumpul kampu I tertutup posisi horizontal
b. sambungan tumpul kampu I terbuka posisi horizontal
c. sambungan tumpul kampu I tertutup posisi bawa tangan
d. sambungan tumpul kampu I terbuka posisi bawa tangan
e. sambungan tumpul kampu I posisi vetical
Jawab:  B

Membantu sekali, Soal dan Pembahasan Fabrikasi Logam, Las Oksi Asetelin, Las Listrik SMK

Kerjakan Soal di bawah ini dengan cara memberikan tanda silang (x) pada jawaban yang Anda anggap benar!!!

1. Suatu proses penyambungan antara dua logam atau lebih dengan menggunakan panas lebih dari 450°C untuk mencairkan bahan tambah berbahan kuningan sebagai penyambung, dan bahan pelat yang disambung tidak turut mencair adalah
a. Welding
b. Soldering
c. Brazing
d. Plating
e. Bending
Answer : C

2. Dalam pemakaiannya penggores harus selalu berpasangan dengan salah satu alat ukur, yaitu 
a. rol meter
b. jangka bengkok
c. siku blok
d. mistar sorong
e. mistar baja
Answer : E

3. Penggaris yang digunakan untuk mengukur sudut 90°, yaitu
a. Mistar sorong
b. Mistar siku
c. Mistar baja
d. Rol meter
e. Jangka bengkok
 Answer : B

4. Pada gambar diatas menunjukan sambungan …..
 Sambungan lipat tunggal

a. Sambungan keeling
b. Sambungan patri
c. Sambungan lipat tunggal
d. Sambungan lipat ganda
e. Sambungan lipat tegak
Answer : C

5. Beberapa ciri kerusakan pada kikir dapat di identifikasikan dari beberapa hal dibawah ini, kecuali…
a. gigi pemarut kikir licin bila diraba dengan tangan
b. gigi pemarut kikir terlihat banyak yang rontok
c. pada bagian sela gigi kikir terlihat banyak geram
d. terasa kasar saat digunakan untuk mengikir
e. apabila digunakan untuk mengikir terasa licin
Answer : D

6. Yang termasuk palu lunak dibawah ini, kecuali…
a. Palu kayu
b. Palu kuningan
c. Palu plastik
d. Palu karet
e. Palu konde
             Answer : E

7. Fungsi perkakas tangan yang diperlihatkan pada gambar diatas berfungsi untuk…
 mengeling benda kerja

a. menjepit benda kerja
b. mengeling benda kerja
c. melubang benda kerja
d. menarik benda kerja
e. menitik benda kerja
Answer : B

8. Untuk pemotongan pelat yang relatif tipis dan berbentuk cekung atau cembung, maka lebih efektif  digunakan alat potong ....
a. gunting tangan
b. gergaji tangan
c. gunting tuas
d. mesin gergaji pita
e. guillotine
Answer : A

9. Alat pelindung diri yang perlu dipakai pada saat mengelas….
a. Kedok/helm las, sarung tangan, apron dan jaket kulit
b. Kedok/helm las, sarung tangan, apron dan topi las
c. Kedok/helm las, apron, jaket kulit dan sepatu las
d. Kedok/helm las, jaket kulit, sarung tangan dan sepatu las
Answer : B

10. Salah satu yang tidak termasuk prosedur penerapan keselamatan kerja adalah….
a. mengenali bahaya pada area kerja
b. peralatan dan area kerja dibersihkan sesuai jadwal
c. tanda bahaya dan peringatan di patuhi
d. pakaian pengamanan digunakan sesuai aturan
e. pengamanan oleh satuan pengaman yang terlatih
             Answer : E

11. Simbol keselamatan kerja dilukiskan dengan gambar yang mudah difahami, lambing dibawah ini mempunyai maksud …..
 gunakan kacamata

a. gunakan penutup telinga
b. mata harus waspada
c. rambut harus rapi
d. gunakan masker hidung
e. gunakan kacamata
Answer : E

12. Prosedur penyiapan benda kerja sebelum dilakukan pengelasan adalah ….
a. Membersihkan benda kerja dari karat dan minyak
b. Mengukur dimensi benda kerja
c. Memanaskan benda kerja
d. Mendinginkan benda kerja
    Answer : A

13. Merapikan benda kerjaDiketahui kode elektroda Exx1x. Menurut American Welding Society (AWS), angka 1 menunjukkan elektroda dapat digunakan untuk....
a. semua posisi 
b. posisi dibawah tangan dan horizontal 
c. posisi over head 
d. posisi dibawah tangan (flat) dan mendatar 
e. posisi vertical
Answer : A

14. Diketahui kode elektroda E .70 XX . Menurut American Welding Society( AWS ) Simbol /kode elektroda sperti diatas angka 70 menujukkan .... 
a. Kekuatan tarik minimum sebesar 70000 psi 
b. Posisi pengelasan 
c. Jenis salutan 
d. Jenis mesin las 
e. Jenis kawat inti
Answer : A

15. Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis elektroda adalah
a. Jenis dan tebal material yang dilas
b. Output mesin las dan tebal material yang dilas
c. Output mesin las dan jenis material yang dilas
d. Tebal dan panjang material yang dilas
Answer : A

16. Berikut ini merupakan fungsi dari fluks, kecuali ...
a. Bahan tambah
b. Pemantap busur
c. Pelindung deposit logam dari pengaruh udara luar
d. Pengatur penggunaan
e. Sebagai sumber paduan
Answer : D

17. Kriteria hasil las yang baik adalah kecuali
a. Benda kerja dan jalur las bersih
b. Ketinggian dan jalur las seragam
c. Penembusan jalur sesuai standar
d. sedikit terdapat spatter
e. tidak terdapat undercut dan overlap
Answer : D

18. Penyebab terjadinya undercut yaitu ….
a. Lingkungan basah/lembab
b. Ampere terlalu tinggi
c. Jarak elektroda terlalu dekat
d. Jarak elektroda terlalu jauh
e. Ayunan/gerakan penarikan elektroda terlalu cepat
Answer : B

19. Hasil pengelasan yang terdapat lubang-lubang disebut….
a. Undercut
b. Overlap
c. Porosity
d. Spatter
e. Surface concavity
Answer : C

20. Cara menyalakan las busur elektroda yang benar adalah …
a. Dibanting pada permukaan benda kerja
b. Ditempelkan pada permukaan benda kerja
c. Dialirkan arus listrik
d. Dijepit dengan penjepit elektroda
e. Digoreskan/digesekkan pada permukaan benda kerja
Answer : E

21. Campuran gas yang diperlukan untuk proses nyala oksi-asetilen adalah....
a. gas nitrogen dengan gas hydrogen
b. gas nitrogen dengan gas oksigen
c. gas oksigen dengan gas asetilen
d. gas oksigen dengan gas hidrogen
e. gas asetilen dengan gas nitrogen
Answer : C

22. Sebelum benda kerja dilas, alangkah baiknya harus terbebas dari …
a. Debu
b. Serpihan logam
c. Bau
d. Cat
e. Jelaga
Answer : D

23. Langkah pertama dalam instalasi peralatan las adalah
a. Memasang brander dengan selang
b. Memasang baut pengencang pada selang
c. Memasang regulator pada selang
d. Memasang regulator pada tabung gas
e. Memasang selang pada tabung gas
Answer : D

24. Peralatan pada proses pengelesan oksi-asetilen yang berfungsi untuk mengukur tekanan gas pada tabung dan membatasi tekanan gas yang keluar dari tabung adalah...
a. Regulator
b. tang jepit
c. brander
d. gas asetilen
e. sumber api
Answer : A

25. bagian dari regulator las gas adalah
a. katup penyekat
b. katup pengaman
c. katup pemisah
d. ruang pencampur
e. baut penekan
Answer : B

26. Las oksi-asetilen digunakan untuk memotong dan menyambungkan benda kerja yg terbuat dari logam,yaitu..
a. besi
b. pipa
c. poros
d. semua benar
e. semua salah
Answer : D

27. tekanan  kerja pada tabung gas asetilen, yaitu ….
a. 5 atm
b. 2 atm
c. 25 atm
d. 2,5 atm
e. 0,25 atm
Answer : E

28. Ada tiga jenis nyala api pada proses las karbit salah satunya dipakai untuk pengelasan baja karbon rendah.Nyala api tersebut adalah...
a. Oksidasi
b. Radiasi
c. Karburasi
d. Netral
e. Distorsi 
Answer : D

29. Jika nyala api kelebihan oksigen disebut nyala ….
a. Karburasi
b. Oksidasi
c. Netral
d. Radiasi
e. Redaksi
Answer : B

30. Cacat las harus diidentifikasi secara visual lalu ditandai untuk perbaikan. Salah satu syarat perbaikan pada cacat las....
a. Dilas kembali dengan kualitas yang seragam
b. Disikat untuk dibersihkan saja
c. Dipukul untuk diratakan kembali
d. Dipanaskan kembali untuk mencegah distorsi
e. Dibersihkan dengan air
Answer : A

Wednesday, March 11, 2020

Peralatan Utama Las OAW: Silinder Gas Dan Regulator Serta Keselamatan Kerjanya

Peralatan Utama Las OAW diantaranya:
1) Silinder Gas
Silinder gas adalah botol baja yang dapat digunakan untuk menyimpan dan mengangkut gas. Isi gas di dalam silinder bermacam-macam mulai dari : 3500 liter, 5000 liter, 6000 liter, 7000 liter, dan seluruhnya. Pada bagian atas silinder terdapat keran/katup untuk mengisi dan mengeluarkan gas seperti pada gambar 2.02 dan 2.03.
a)Silinder oksigen
Silinder   oksigen   dibuat   sesuai   dengan   keperluan,   yaitu menyimpan oksigen dengan tekan maksimum 150 kg/cm2 (2200 psi). Silinder ini dilengkapi dengan alat pengaman berupa keping yang terdapat pada katup silinder lihat gambar 2.04. Isi oksingen di dalam silinder dapat dihitung dengan mengalikan volume silinder dengan tekanan didalamnya. Misalnya volume silinder 40 liter dan tekan di dalam 150 kg/cm2 maka isi oksigen adalah : 40 x 150 = 6000 liter
 keran/katup silinder Oksigen OAW
Pada keran/katup silinder terdapat ulir penghubung antara silider dengan regulator. Cara menghubungkannya ialah dengan memasukkan baut penghubung regulator pada katup silinder, kemudian diputar kearah kanan atau searah jarum jam karena ulirnya adalah ulir kanan.
 Silender Oksigen OAW
Keselamatan Kerja untuk Silinder Oksigen
Oksigen itu sendiri tidak dapat menyala dan meledak. Walaupun demikian oksigen akan menyebabkan bahan terbakar dengan tidak terkehendaki.
Adapun teknik-teknik penanganan silinder oksigen adalah sebagai berikut :
 teknik-teknik penanganan silinder oksigen


b). Silinder Asetilena
Di dalam silinder asetilena berisi bahan berpori (misalnya asbes, kapas, dan sutra). Bahan berpori ini berfungsi menyerap aseton dan aseton digunakan untuk menyimpan gas asetilena.
Aseton adalah suatu zat dimana asetilena dapat larut dengan baik di bawah pengaruh tekanan asetilena pada silinder sebesar 17.5 kg/cm2 (250 psi). Silinder asetilena di lengkapi dengan sumbat pengaman yang terdapat pada temperatur lebih kurang 100/C. Apabila karena suatu sebab silinder menjadi panas, sumbat pengaman akan melebur dan akan memberikan jalan keluar bagi gas asetilena. 
 Silinder Asetilena

Menghitung isi asetilena dalam silinder
Jumlah aseton yang terdapat di dalam silinder adalah 40 % dari isi silinder dan setiap 1 liter aseton pada tekanan minimal 15 kg/cm2 dapat menyimpan asetilena sebanyak 360 liter. Misal isi silinder asetilena 50 liter, maka jumlah gas Asetilena di dalam silinder tersebut adalah :
 Menghitung isi asetilena dalam silinder K3

2)Regulator
Regulator atau alat pengaturan tekanan, gambar 2.06 dan 2.07 berfungsi untuk :
a)Mengetahui tekanan isi silinder,
b)Menurunkan tekanan isi menjadi tekanan kerja
c)Mengetahui tekanan kerja.
d)Menjaga tekanan kerja agar tetap (konstan) meskipun tekanan isi beruba-ubah.
 Regulator atau alat pengaturan tekanan

Pada regulator terdapat dua buah alat penunjuk terhadap tekanan atau biasa disebut manometer, yaitu :
a) Manometer tekanan isi silinder dan manometer tekanan kerja.
b) Manometer  tekanan  isi  mempunyai  skala  lebih  besar  bila dibandingkan dengan manometer tekanan kerja.

Prinsip kerja regulator lihat gambar 2.07, dijelaskan  sebagai berikut :
a) Setelah katup botol dibuka, gas tekanan tinggi dari botol masuk kedalam ruang A melalui pipa 
b) Tekanannya (P1) dapat terbaca pada manometer (G0.
c) Oleh dorongan sekerup penyetel tekanan (F), maka kelep © terbuka oleh gaya pegas (E). gas masuk keruang (B)
d) Ruang (B) dan (S) dipisahkan oleh diafragma (D).
e) Bila gaya pada ruang (B) sedikit melebihi gaya dari ruang (S) (termasuk gaya pegas) maka diafragma turun dan katup (C) menutup lubang.
f) Bila gas dikeluarkan melalui brander maka gaya pada ruang B lebih kecil dari gaya pada ruang S.
g) Pada saat itu katup C terangkat oleh gaya pegas. Gas masuk ke ruang B sampai terjadi lagi keseimbangan gaya pada diafragma.

Perbedaan antara regulator asetilena dan oksigen yang paling utama adalah:
a) Regulator asetilena berulir kiri .
b) Pada waktu mengikat, putar ulirnya ke arah kiri atau berlawanan dengan arah jarum, sedangkan untuk membuka diputar ke arah kanan atau searah dengan jarum jam.
c) Reguator oksingen berulir kanan, pada waktu mengikat putaran ulirnya ke arah kanan atau searah dengan jarum jam, sedangkan untuk membuka diputar ke arah kiri atau berlawanan dengan arah jarum jam.
d) Perbedaan lainnya :
(1) Tekanan pada manometer
(a) Regulator asetilena
Tekanan isi botol 20 s.d. 35 kg/cm2 atau yang senilai
Tekanan kerja 2 s.d. 3,5 kg/cm2 atau yang senilai
(b) Regulator oksigen
Tekanan kerja 200 s.d 350 kg/cm2
Tekanan kerja 20 s.d. 30 kg/cm2 atau yang senilai
(2) Warna bak manometer (tidak mutlak)
Regulator  oksigen: terdapat  tulisan  oksigen  warna  bak biru/hitam/abu-abu
Regulator asetilena: terdapat tulisan Asetilena warna bak merah.

Macam regulator
(1) Regulator satu tingkat.
(2) Regulator dua tingkat

Keselamatan Kerja untuk Regulator
Regulator terpasang di masing-masing tabung oksigen untuk mengatur keluarnya gas dari dalam tabung menuju pembakar melalui selang. Regulator memiliki dua buah manometer untuk mengetahui tekanan isi gas di dalam tabung yang disebut manometer tekanan isi. Manometer tekanan kerja untuk melihat tekanan kerja yang dipakai mengelas.

Tindakan pengamanan alat ini meliputi : tangan atau sarung tangan harus dibersihkan dari minyak atau pelumas sebelum memegang regulator. Saat memasang regulator, bagian yang harus dipegang adalah badan regulator bukan pada manometernya. Katup regulator harus dalam keadaan tertutup saat akan membuka kran tabung. 
Cara membuka katup regulator dilakukan dengan memutar baut pengatur searah dengan jarum jam hingga terbuka.

Putar baut pengatur tekanan kerja secara perlahan saat mengatur tekanan kerja agar tidak merusak membran manometer. Saat dilakukan pengaturan tekanan kerja pada regulator, posisi badan berdiri di samping. Regulator yang rusak harus segera diganti untuk pemakaian selanjutnya.

Alat keselamatan dan kesehatan kerja las oksi asetilin (OAW), Review Pembahasan Masalah

Alat keselamatan dan kesehatan kerja yang digunakan pada saat pengelasan serta cara perawatan peralatan las oksi asetilin dan selanjutnya buat laporannya.

Peralatan keselamatan dan Kesehatan Kerja Operator
1)Pakaian praktek
Dalam ruang bengkel harus selalu menggunakan pakaian kerja. Bahan pakaian kerja harus terbuat dari bahan katun atau bahan campuran sejenisnya.
Katun, sedangkakan kalau polyester atau sejenis akan cepat bereaksi dan mudah menempel pada kulit badan.

Syarat-syarat pakaian kerja :
a)Jangan terlalu sempit sehingga akan mengurangi gerak anggota tubuh.
b)Jangan terlalu banyak bagian yang terbuka seperti :
1.Kantung harus tertutup
2.Bagian kancing harus cukup kuat
3.Bahan kain harus mempunyai daya serap panas yang baik, sehingga tidak menimbulkan kegerahan pada pemakai.
3.Selama pakaian kerja dipakai untuk bekerja jangan sekali-kali mengantungi :
Benda-benda yang mudah terbakar seperti :Kertas, Korek api, Zat kimia dll

2)Apron
Fungsi apron adalah untuk menghindari terbakarnya pakaian kerja karena percikan cairan logam, goresan benda-benda panas dan cahaya yang timbul dari pengelasan. Bahan apron harus terbuat dari kulit campur asbes. Bahan ini paling baik untuk alat pelindung akibat panas, karena mempunyai daya serap panas yang lambat seperti pada gambar 1.01.
 Apron

3)Kacamata Las
Di dalam proses pengelasan terdapat sinar yang membahanyakan anggota badan terutama pada bagian mata dan kulit.

Jenis-jenis sinar pada pengelasan yang berbahaya adalah sebagai berikut:
a)Sinar ultraviolet adalah pancaran yang mudah terserap, tetapi sinar ini mempunyai pengaruh besar terhadap reaksi kimia yang ada pada tubuh. Bila sinar ultraviolet terserap oleh lensa mata melebihi jumlah tertentu maka pada mata akan terasa seakan-akan ada benda asing di dalamnya. Dalam waktu antara 6 sampai 24 jam dan rasa sakitnya akan hilang setelah 24 jam.
b)Sinar cahaya tampak adalah semua cahanya tampak yang masuk ke mata diteruskan oleh lensa dan kornea ke retina mata. Bila cahaya ini terlalu kuat, maka mata akan segera menjadi lelah dan kalau lama mungkin akan terjadi sakit, rasa lelah dan kalau terlalu lama mungkin akan terjadi sakit, rasa lelah ini sifatnya hanya sementara.
c)Sinar infarah merah adalah adanya sinar ini tidak segera terasa oleh mata, oleh karena itu sinar ini lebih berbahaya sebab tidak di ketahui, tidak terlihat dan tidak terasa. Pengaruh sinar infra merah terhadap mata sama dengan pengaruh panas, yaitu mengakibatkan pembengkakan pada kelopak mata, terjadinya penyakit kornea, dan terjadi kerabunan.

Fungsi kacamata las adalah :
a)Untuk melindungi mata dari sinar ultraviolet, inframerah, cahaya tampak yang dipancarkan oleh nyala
b)Untuk melidungi mata terhadap percikan api
 kacamata las OAW

Untuk mengelas dan memotong dengan las oksi asetilena biasanya menggunakan nomor kaca penyaring dengan daya saring No. 4 sampai dengan No. 6, tebal kaca penyaring 1,5 dan 2,5 mm, sedangkan garis tengah kaca penyaring adalah 50 mm seperti pada gambar 1.02.

4)Topi las
Topi las perlu digunakan, hal ini untuk menghindari :
a)Tumbukan langsung benda keras dengan kepala
b)Percikan api akibat ledakan kecil dari cairan las
c)Kejatuhan langsung benda keras terhadap kepala Syarat-syarat pelindung kepala :
a)Nyaman dipakai
b)Terbuat dari “Fibre Glass”
c)Kuat dan tahan dari benturan, panas, dan goresan benda tajam.
d)Daya hantar panasnya kecil. Dibawah ini diperlihatkan topi las seperti pada gambar 1.03.
 Topi las OAW

5)Sepatu Las.
Bengkel las bukan hanya tempat mengerjakan las, didalamnya terdapat juga seperti pemotong dan alat mekanik lainya. Dengan demikian bukan hanya benda-benda panas saja yang kecil atau serpihan-serpihan terak yang berbahaya bila terinjak kaki.Oleh karena itu perlu alat khusus untuk melindungi kaki yaitu sepatu las. Sepatu las harus terbuat dari bahan yang baik kualitasnya dan alasnya harus terbuat dari karet pejal yang kuat seperti pada gambar 1.04.
 Sepatu Las OAW

6)Sarung Tangan
Sarung tangan sangat penting digunakan dalam pengelasan. Bahan sarung tangan harus berkualitas baik sebab harus mampu merendam panas pada proses pengelasan akibat cipratan cairan las dan terkelupasnya terak yang ada pada bagian luar logam. Sarung tangan harus terbebas dari oli atau bahan pelumas, karena dapat terjadi persenyawaan dengan oksigen pada tekanan rendah sehingga menimbulkan ledakan keras. Bahan sarung tangan tersebut dari kulit dicampur asbes atau bahan anti panas seperti pada gambar 1.05.
 Sarung Tangan OAW

7)Pengisap Asap
Butir-butir debu asap bila terisap akan tertahan bulu hidung dan pipa pernapasan, sedangkan debu asap yang halus akan terbawa masuk ke dalam paru-paru. Sebagian akan terbuang kembali dan sebagian lagi akan melekat pada kantong paru-paru sehingga dapat mengakibatkan gangguan-gangguan pernapasan dan lain sebagainya dapat dilihat gambar 1.06.

Gas beracun dalam asap las terdiri dari :
a)Karbon monoksidasi (CO), mempengaruhi darah sehingga akan menyerap oksigen pada darah.
b)Karbon dioksida (CO2), akan menurunkan O2 yang berada dalam udara luar dan akan membahayakan terhadap pernapasan terutama di ruangan tertutup

Tujuan pengisap asap adalah untuk membuang debu, asap dan gas sehingga ruangan kerja tetap bersih.
 Pengisap asap OAW

C.Review
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara singkat, jelas dan benar. Pertanyaan :
1.Tuliskan nama alat keselamatan dan kesehatan kerja yang perlu digunakan pada pekerjaan pengelasan dengan las oksi asetilena.!
2.Tuliskan ukuran kaca penyaring untuk las oksi asetilena. !
3.Tuliskan gas yang mungkin timbul saat pengelasan

D.Lembar jawaban
1.Alat keselamatan dan kesehatan kerja yang digunakan pada saat mengelas oksi asetilena :
a.Kaca mata las
b.Sarung tangan
c.Apron
d.Sepatu safety
e.Kaca mata bening
2.Ukuran kaca penyaring untuk las oksi Asetilena adalah no 4 sampai dengan no 6.
3.Gas yang mungkin terjadi pada saat pengelasan adalah gas karbon monoksida dan karbon dioksida.

#2 Latihan, Prediksi Dan Jawaban Soan UN SMK Teknik Pengelasan Tipe B

1.Alat pelindung diri yang perlu dipakai pada saat menyiapkan material pengelasan …
A. Kaca mata bening, sarung tangan dan sepatu
B. Kaca mata gelap, sarung tangan dan sepatu
C. Sarung tangan, apron dan kacamata bening
D. Kaca mata bening, apron dan sepatu
E. sarung tangan, masker, air plug
Answer: A

2.Untuk mengidentifikasi jenis material yang digunakan oleh objek/benda kerja pada proses pembuatan gambar adalah dengan..................
A. mempertimbangkan sifat-sifat material sesuai dengan persyaratan kerja yang diperlukan
B. mengidentifikasikan kerja, persyaratan kerja serta karakteristik material yang diperlukan
C. menganalisa fungsi obyek/benda kerja dalam mekanisme kerja secara keseluruhan
D. mempelajari berbagai standar material serta karakteristiknya
E. tidak ada jawaban yang benar
Answer: C

3.Komponen – komponen mesin biasanya terbuat dari :
A. Baja karbon sedang
B. Baja karbon tinggi 
C. Baja campuran tinggi 
D. Baja karbon rendah
E. Baja saja
Answer: C

4.Proses perlakuan panaslanjut setelah proses pengerasan yang bertujuan untuk mengurangi kekerasan yang terlalu tinggi akibat pendinginan cepat (quenching) adalah
A. Annealing (pelunakan)   
B. Normalizing (penormalan)   
C. Tempering (penemperan)
D. Hardening (pengerasan)   
E. Semuabenar
Answer: A

5.Untuk mengukur pekerjaan yang sangat teliti dibutuhkan mistar sorong dengan ketelitian
A. 0,1 mm     
B. 0,5 mm     
C. 0,01 mm     
D. 0,05 mm
E. 1 mm
Answer: B

6.Seperti terlihat pada gambar, menunjukkan  lambang  proyeksi ...
 proyeksi Amerika
A.proyeksi Amerika
B.proyeksi sudut pertama
C.proyeksi sudut ketiga
D.proyeksi gambar teknik
E.proyeksi isometric
Answer: A

7.Dalam pemakaiannya penggores harus selalu berpasangan dengan salah satu alat ukur, yaitu
A. rol meter     
B. jangkabengkok     
C. sikublok
D. mistarbaja       
E. Meteran
Answer: D

8.Lambang berikut ini, menunjukkan lambang las sudut dengan proses pengelasan ...
 lambang las sudut SMAW
A.SMAW
B.GMAW
C.FCAW
D.GTAW
E.OAW
Answer: A

9.Jenis solutan yang digunakan untuk pemakaian umum dibidang konstruksi.........
A. Cellulose
B. Low hydrogen
C. Rutile
D. Iron powder   
E. Tor titania
Answer: C

10.Seorang pengelas harus mampu menghindari atau mencegah terjadinya distorsi. Upaya yang tidak banyak mengurangi terjadinya distorsi adalah…
A. Menggunakan arus seminimal mungkin
B. Membuat las catat sebelum pengelasan
C. Memberikan “pre-set” setalah dilas catat
D. Menggunakan elektroda yang kecil dan pengelasan berulang-ulang
E. Memperkecil amper.
Answer: C

11.Fungsi dari elektroda tungsten adalah :
A. pembangkit busurnya las selama dilakukan pengelasan
B. sebagai bahan tambah.
C. Sebagai pengatur bentuknya rigi-rigi
D. Penentu besar kecilnya hasil pengelasan
E. Semua jawaban salah
Answer: A

12.Gambar dibawah ini adalah contoh sambungan …
 Sambungan Butt welding
A.Fillet welding                       
B.Slop welding                         
C.Plug welding
D.Edge welding
E.Butt welding
Answer: E

13.Perubahan atau penyimpangan bentuk yang diakibatkan oleh panas disebut ….
A. kontraksi   
B. Deformasi   
C. Distorsi   
D. Ekspansi     
E. kontaminasi
Answer: C

14.Posisi 2F pada pelat sambungan sudut( fillet ) adalah ….
A. posisi horizontal-vertikal ( PB )   
B. Posisi mendatar (PG)     
C. posisi flat ( PA )
D. posisi vertikal arah naik ( PF )     
E. posisi vertikal arah turun ( PG )
Answer: A

15.Yang mempengaruhi setiap keberhasilan atau kualitas hasil las adalah............
A. Jenis mesin las   
B. Ukuran elektroda     
C. Tinggi / panjang busur las   
D. Jenis pengutupan
E. Tergantung pada kualitas wledernya
Answer: C

16.Informasi / instruksi yang berkaitan dengan obyek / benda kerja dapat diidentifikasi     dari gambar kerja, hal ini diperlukan untuk :
A. Mendapatkan data sebanyak mungkin
B. Melengkapi gambar kerja dengan data teknis dan non teknis yang dibutuhkan
C. Menurunkan resiko tegangan
D. Bahan referensi dan perbandingan
E. Pemilihan bahan yang optimal
Answer: B

17.Bahan logam yang banyak dipergunakan sebagai bahan solder dan bahan pesawat terbang ..
A. timah hitam (lead) dan baja
B. timah hitam (lead) dan almunium
C. almunium dan baja
D. baja dan kromium
E. baja dan seng
Answer: B

18.Alat untuk membuat ulir luar adalah …….
A. Tap
B. Seney
C. Bor
D. Gerinda
E. Reamer
Answer: B

19.Lambang berikut ini, menunjukkan lambang las sudut dengan proses pengelasan ...
 Lambang las sudut SMAW
A.SMAW
B.GMAW
C.FCAW
D.GTAW
E.OAW
Answer: A

20.Menurut American Welding Society (AWS), kode elektroda dinyatakan dengan E diikuti dengan 4 atau lima digit. Digit terakhir (ke empat/ lima) menunjukkan tentang jenis arus dan tipe salutan. Untuk tipe salutan oksida besi ditunjukkan pada kode ...
A. Exxx6
B. Exxx7
C. Exxx3
D. Exxx4
E. Exxx5
Answer: B

21.Regulator meter tekanan gas pada las Asetelin dihubungkan pada botol dengan mur nipel, Kedua jenis regulator tersebut mempunyai ciri ulir yang berbeda , untuk ulir kiri biasanya terdapat pada mur nipel :
A. Regulator gas oksigen
B. Regulator gas Asetelin
C. Regulator gas Argon
D. Regulator gas Aktif
E. Regulator gas Karbon dioksida
Answer: B

22.Untuk mengelas baja lunak pada proses las oksi-asetilena digunakan Nyala api las ...
A. Netral
B. Oksidasi
C. Karburasi
D. Netral sedikit oksidasi
E. Netral sedikit karburasi
Answer: A

23.Peralatan yang umumnya digunakan pada penyimpanan material yang akan dilas adalah :
A. Penjepit, palu, dan sikat baja
B. Penjepit, sikat baja, dan pahat
C. Pahat, palu, dan gerinda/kikir
D. Penjepit, palu dan pahat
E. Palu, sikat baja, dan pahat
Answer: D

24.Pada proses las MIG diperlukan  Wire, fungsi dari Wire  tersebut adalah sebagai....
A. Pembakar
B. Busur api
C. Penghantar listrik
D. Bahan tambah
E. Pembersih benda kerja
Answer: D

25.Diketahui  kode elektroda E .70 XX . Menurut American Welding Society( AWS ). Simbol/kode elektroda seperti diatas angka 70 menunjukkan ….
A. jenis kawat inti
B. posisi pengelasan
C. jenis salutan
D. jenis mesin las
E. kekuatan tarik minimum sebesar 70.000 psi
Answer: E 

26.Elektroda mana yang paling sesuai untuk mengelas baja karbon sedang :
A. E 6013
B. E 9016
C. E 8018
D. E 9018
E. E 7013
Answer: A

27.Pada mesin las gas metal untuk mendapatkan aliran kawat untuk pemakanan factor terpenting yang harus diperhatikan dalam penyetelan adalah :
A. Besar gaya tekan rol penekan pada kawat
B. Diameter kawat las
C. Bentuk produk kawat las
D. Jenis kawat las
E. Bentuk rol penekan
Answer: B

28.Cacat las permukaan yang sering terjadi pada las gas metal adalah :
a. Retak penyusutan
b. Retak logam induk
c. Lubang halus ( porosity )
d. Peleburan yang kurang baik
e. Penetration
Answer: C

29.Logam dibawah ini yang termasuk ke dalam logam ferro adalah ..
A. Alumunium
B. Plastik
C. Perak
D. Carbon steel
E. Mika
Answer: D

30.Diketahui kode elektroda Exx2x. Menurut AWS, angka 2 menunjukkan elektroda dapat digunakan untuk ...
A. Semua posisi
B. Posisi dibawah tangan dan horizontal
C. Semua posisi kecuali arah turun
D. Posisi dibawah tangan
E. Posisi Vertikal
Answer: B

31.Lihat gambar mistar sorong dengan ketelitian 0,05. Ukurannya menunjukkan:
 mistar sorong
A.30,70
B.37,25
C.30,60
D.37,55
E.40,30
Answer: D

32.Cara membersihkan geram-geram pada sela gigi-gigi kikir adalah disikat:
A. Searah gerakan kikir
B. Tegak lurus alur gigi kikir
C. Searah dengan alur gigi kikir
D. Tegak lurus dengan sisi kikir
E. Sejajar dengan sisi kikir
Answer: C

33.Regulator meter tekanan gas pada las Asetelin dihubungkan pada botol dengan mur nipel, Kedua jenis regulator tersebut mempunyai ciri ulir yang berbeda , untuk ulir kiri biasanya terdapat pada mur nipel :
A. Regulator gas oksigen
B. Regulator gas Asetelin
C. Regulator gas Argon
D. Regulator gas Aktif
E. Regulator gas Karbon dioksida
Answer: B

34.Komponen/bagian peralatan pengelasan harus dihubungkan/dirangkai dengan kuat. Apa yang akan terjadi apabila sambungan tidak kuat:
A. Tidak dapat mengalirkan arus
B. Terjadi loncatan bunga api
C. Tidak akan terjadi busur las
D. Seluruh kabel las akan menjadi panas
E. Sikring pada mesin las putus
Answer: B

35.Yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jenis elektroda adalah :
A. Jenis dan tebal material yang dilas
B. Output mesin las dan tebal material yang dilas
C. Output mesin las dan jenis material yang dilas
D. Tebal dan panjang material yang dilas
E. Jenis mesin las yang digunakan
Answer: A

36.Yang bukan bagian dari rangkaian perangkat alat mesin  las gas metal ( GMAW ) adalah :
A. Mesin las DC
B. Gas pelindung
C. Pengatur aliran kawat da torch
D. Alat pemanas
E. Flow meter ( Regulator )
Answer: B

37.Dari pernyataan dibawah ini yang tidak termasuk symbol posisi pengelasan pipa sambungan tumpul pada proses las gas tungsten adalah ..
A. 6 G
B. 5 G
C. 3 G
D. 2 G
E. 1 G
Answer: C

38.Cacat las permukaan yang sering terjadi pada las gas metal adalah :
A. Retak penyusutan
B. Retak logam induk
C. Lubang halus ( porosity )
D. Peleburan yang kurang baik
E. Penetration
Answer: C

39.Pada sambungan T dengan proses pengelasan SMAW biasanya disebut dengan istilah
A. Butt Join
B. Grovee
C. Butt
D. Tack weld
E. Fillet Join
Answer: E

40.Salah satu elektroda tungsten pada proses GTAW/ TIG adalah EWTh2 , pengertian dari jenis elektroda tersebut adalah..
A. Cerium 2%
B. Zircon 2%
C. Mangan 2%
D. Thorium 2%
E. Tungsten 2%
Answer: D