Sejarah Las

Perkembangan proses pengelasan mulai dikenal pada awal abad ke 20. Sebagai sumber panas digunakan api yang berasal dari pembakaran gas Acetylena yang kemudian dikenal sebagai las karbit. Waktu itu sudah dikembangkan las listrik namun masih langka.

Pembekalan Dunia Industri

Acara ini membahas mengenai bagaimana lulusan SMK menghadapi dunia industri, dengan beberapa tantangan-tangangan yang harus dihadapi, mulai dari persaingan dari para SMK lainnya, persaingan kerja dengan dunia perguruan tinggi serta persaingan yang sudah berlangsung pada awal tahun depan (tahun 2016) yaitu MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)..

Program Pendidikan Vokasi Industri

Sebagai wujud pelaksanaan tugas tersebut, Kemenperin telah menyusun program pembinaan dan pengembangan yang link and match antara SMK dan industri, dengan sasaran sampai tahun 2019 sebanyak 1.775 SMK meliputi 845.000 siswa untuk dikerjasamakan kepada 355 perusahaan industri

Lakukan Hal Ini Sebelum Ujian Nasional, Pasti Bakal Sukses!!!

Apakah kamu juga sudah siap menghadapi Ujian Nasional yang sebentar lagi akan berlangsung? Jika pada Ujian Nasional 2019 lalu banyak sekali siswa yang mengeluh merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional, terutama matematika. Mereka merasa soal Ujian Nasional yang mereka hadapi tidak sama dengan materi yang diajarkan di sekolah

Thursday, April 4, 2019

SAGUSABLOG Kreasi Mengolah Diri


 SAGUSABLOG Kreasi Mengolah Diri

Sudah banyak guru yang terjun ke dunia blogging. Menggeluti aktivitas ngeblog sambil menikmati manfaatnya di sela-sela waktu luang melaksanakan kegiatan rutin sebagai pendidik profesional. Betapa banyak sudah bertebaran di dunia internet blog yang dikelola oleh seorang guru.Tema blog guru pun cukup beragam. Tidak hanya membahas masalah pendidikan. Tidak sedikit guru yang membuat blog dengan pokok bahasan di luar tema pendidikan. Misalnya, blog dengan topik teknologi, kuliner, internet dan komputer, dan lain sebagainya. Semua itu tergantung pada passion masing-masing guru yang mengelola blog.
Kenyataan bahwa guru ikut mengelola blog bukan lagi menjadi sesuatu hal yang baru. Perkembangan kekinian di bidang pendidikan dan bidang lainnya, telah mendorong guru untuk menggeluti dunia blogging. 
Di sisi lain, masih banyak pula guru yang masih awam tentang aktivitas ngeblog. Mungkin ada yang meminatinya namun belum tahu bagaimana cara membuat dan membangun sebuah blog, 
Salah satu kanal yang berperan dalam melatih guru-guru dalam membuat blog adalah SagusabogSagusablog adalah kependekan dari Satu Guru Satu Blog dimana founder dari kanal ini yaitu Pak Amin Mungamar - @mrmung (Jawa Tengah), Sekretarisnya Pak Dahli Ahmad - @dahli_ahmad (Jawa Barat) dan Bendaharanya Pak Basri Lahmudin - @baslah (Sulawesi Selatan). Sagusablog ini sebagai salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Guru Indonesia.
Pola workshop Sagusablog yaitu pola daring dimana peserta akan dipandu oleh mentor dengan menggunakan aplikasi Telegram dan modul yang sudah tersedia dan dapat didownload di web Guru Pembelajar IGISagusablog terdiri dari beberapa tingakatan mulai dari tingkat dasar sampai tingkat lanjut dengan materi yang berbeda-beda.
Workshop Sagusablog sangat menantang bagi seorang guru/peserta workshop, dimana peserta dituntut untuk membuat sebuah blog dengan pola workshop daring tanpa tatap muka dengan pelatih/mentor. Tetapi itu bukan merupakan suatu halangan dalam membuat blog, yang nantinya blog ini akan sangat bermanfaat bagi seorang guru dalam mengembangkan pembelajaran di sekolah. 
Diharapkan kedepannya workshop Sagusablog lebih dikembangkan lagi dengan materi-materi tambahan yang lebih tinggi tingakatannya dan lebih kompleks.

Ada 5 manfaat utama menggunakan blog bagi guru, yaitu :

1.Media berbagi pengetahuan dan pengalaman
Blog menjadi media strategis untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman. Tidak terkecuali bagi komunitas guru. Dengan media blog, seorang guru dapat berbagi pengetahuan dan pengalamannya dengan guru lainnya.
Guru termasuk profesi yang unik dan menyenangkan. Apa yang sudah direncanakan dengan baik melalui persiapan tertulis belum tentu dapat terlaksana di ruang kelas sebagaimana mestinya. 
Disini akan ditemukan pengetahuan dan pengalaman baru dalam mengatasi masalah pembelajaran. Hal ini penting dibagi kepada rekan guru lain melalui media blog.

2.Ajang mengasah keterampilan menulis
Guru sudah barang tentu memiliki keterampilan menulis kreatif. Keterampilan ini pada gilirannya digunakan untuk menyusun karya tulis ilmiah (KTI) Perkembangan terkini, untuk naik pangkat atau persyaratan mengikuti lomba dalam komunitas guru diperlukan KTI hasil kreativitas guru.
Namun keterampilan yang sudah dimiliki guru akan menjadi tumpul jika tidak dilatihkan. Dengan membuat blog, kemudian memposting artikel karya guru maka keterampilan menulis akan terasah.

3.Media aktualisasi diri
Dengan memiliki blog akan terwujud aktualisasi diri dengan sendiriyai. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari tak jarang seorang guru menemukan kendala. Namun kendala tersebut berhasil diatasi dengan teknik dan cara guru tersebut.
Membagikan pengalaman tersebut melalui blog maka guru lain akan dapat membaca pengalaman tersebut. Boleh jadi pengalaman tersebut mendatangkan inspirasi guru lain untuk menyelesaikan permasalahan yang sama.

4.Dokumentasi gagasan dan pemikiran guru
Blog itu sejatinya berisi kumpulan gagasan dan hasil pemikiran seorang blogger. Bagi guru, blog merupakan kumpulan gagasan dan hasil pemikiran yang terdokumentasi secara online. 
Dokumentasi kreativitas guru secara online akan dapat dilihat oleh guru bersangkutan serta guru lainnya. Jika suatu saat dibutuhkan, guru dapat membukanya kembali. Sementara bagi guru lain, dokumentasi ini dapat dikopi untuk sesuatu keperluan guru.

5.Belajar bisnis online
Meskipun berprofesi sebagai guru, jiwa berbisnis pasti dimiliki oleh guru. Namun tidak semua guru dapat menerapkan jiwa bisnisnya itu di dunia nyata. Di samping keterbatasan waktu oleh tugas mengajar dan mendidik, masih ada hambatan lain untuk menerapkan passion berbisnis.
Dengan memiliki blog, guru dapat menyalurkan hobi bisnisnya secara online. Paling tidak ikut bisnis online semisal adsense. Tentu saja tidak mudah untuk mewujudkannya. Namun perjalanan waktu dan ketekunan mengelola blog, bisnis online seperti ini akan mendatangkan hasil.

Peranan Organisasi Profesi Guru (IGI)

Guru, antara Kualitas dan mentalitas
Peranan Organisasi Profesi Guru (IGI)

P
rofesi ini belum cukup mengangkat harkat dan martabat bangsa, termasuk daerah, sebab, beberapa permasalahan guru tidak serta merta dapat terselesaikan segera. Tuntutan profesi guru sebagai profesi yang sangat membanggakan tidak diikuti dengan peningkatan kualitas. Program pemerintah untuk mensejahterakan guru melalui berbagai jalur di antaranya sertifikasi guru dan program pendidikan guru, belum juga menaikan pamor guru secara kualitas di mata nasional, meskipun secara kuantitas ketersediaan juga kebutuhan guru nasional terbilang cukup. Hanya yang menjadi catatan bahwa penyebaran guru antara perkotaan dan pedesaan di daerah yang tidak merata. Sehingga kasus ini di beberapa daerah termasuk daerah terluar dan perbatasan, juga pelosok dan pulau-pulau terluar yang menjadi perhatian khusus pemerintah.
Lebih jauh hasil rilis komuitas Indonesia Mengajar yang dipaparkan Anis Baswedan ketika melauncing program tersebut, menyatakan bahwa kebutuhan guru sebenarnya sangat cukup, yang perlu dibangun sebenarnya bukan cuman kuantitas dan kualitas tapi juga mentalitas guru sehingga dengan mentalitas, sang guru bisa menebarkan optimisme melalui berbagai kelas inspirasi misalnya. sebabnya komunitas yang mengedepankan program pengiriman guru ke seluruh pelosok dan penjuru nusantara ini, mengedepankan penanaman mentalitas sebelum dikirm menjadi guru di daerah terluar.
Hadirnya organisasi profesi guru
Menjadi keniscayaan jika tanaman berkualitas tergantung bibit dan perawatan yang proporsional dan profesional. Demikian juga profesi guru. Jika bibit guru yang yang ditanam kemudian dihasilkan dari berbagai Lembaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan (LPTK) baik, atau menghasilkan bibit unggul, tidak serta merta ketika ditanam atau ketika menjadi guru di lapangan akan sesegar itu terus ketika ditanam, akan sesegar itu terus jika menjadi guru di medan pembelajaran.
Sebab tanaman butuh perawatan, guru juga butuh penyegaran, pendampingan, peningkatan mutu menjadi kewajiban setiap profesi ketika berkarir. Sebab akan ada banyak virus, hama, gangguan cuaca yang tidak menentu dan ketika jauh dari perawatan maka hasil dari tanamanpun akan tidak maksimal. Dengan kata lain bahwa jika guru yan jauh dari penyegaran keilmuan tidak merawat ilmunya dan kompetensi profesinya, maka tunggulah kehancuran, artinya bisa jadi gagal panen, artinya bisa jadi guru gagal dalam profesinya bahkan layu tidak terpakai.
Sayangnya organisasi profesi guru yang ada, tidak banyak menyentuh seluruh aspek perawatan  ’maintenance’ guru. Hanya mengambil beberapa peran yang dominan saja. Sebab faktanya orprof yang ada hanya terlihat fokus pada kesejahteraan guru semata, guru masih dianggap akan baik jika kesejahteraan guru diutamakan, sebagaimana tuntutan guru. Kenyataannya, suatu tanaman jika dianggap berkualitas dan sehat, tidak hanya dilihat dari kesuburan pertumbuhannya atau hijau daunnya, tetapi dilihat juga seberapa jauh kualitas tanaman tersebut, apakah layak dikonsumsi atau tidak bisa saja menjadi racun yang mematikan.
Kendala lainnya adalah biaya pelatihan guru, yang selalu mengandalkan iuran para anggota dan orprof yang ada terkesan menjadi alat atau diperalat oknum pemerintah daerah sehingga yang terjadi beberapa pelatihan guru mandek karena politisasi birokrasi yang otomatis membuat guru bimbang apakah harus mandiri ataukah harus mengikuti cara oknum pemda mengarahkan para guru sejalan dengan kinerja pemdanya ataupun jika terpaksa mandiri, sudah pasti tidak mendapat dukungan, ini sudah sering terhadi di beberapa daerah, termasuk di Maluku.
Beberapa pemda mungkin juga tidak mensuport pendanaan yang kontinyu dan terungkap sangat terbatas, padahal pendanaan dari APBN dan APBD 20% yang terbilang cukup bisa menopang segala kegiatan peningkatan mutu guru di berbagai daerah. Ujung-ujungnya adalah berbagai program pendampingan guru dan peningkatan kualitas yang dimotori oleh orprof tidak berjaan maksimal karna hanya mengandalkan dana yang terbatas atau dibatasi.
Regulasi Organisasi Profesi Guru
Amanat undang-undang guru dan dosen pasal 41 menyatakan setiap guru wajib bergabung pada organisasi profesi, untuk meningkatkan karir dan mutu guru. Setiap tanaman yang akan dirawat, dimungkinkan menggunakan perawatan dengan cara atau pupuk apapun, tidak saja hanya pada merek tertentu. Demikian juga organisasi profesi guru. Sayangnya ruh undang-undang ini tidak tersosialisasi dengan baik sehingga yang terjadi di lapangan, hanya didominasi oleh organisasi dengan merek tertentu. Demikian juga terjadi pada tanaman, yang kadang sulit menentukan pilihan pupuk perawatan, karna yang tersedia hanya ada dengan merek tertentu.
Padahal Pemerintah pusat telah melegalkan beberapa organisasi profesi yang pantas mendampingi profesi guru dalam meningkatkan mutu dan profesinya. Setidaknya ada 6 organisasi profesi yang terakhir diakui bahkan sempat diundang pemerintah dalam hal ini kemendiknas dalam berbagai kegiatan untuk membahas upaya peningkatan mutu, di antaranya , PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), PERGUNU(Persatuan Guru Nahdatul Ulama), PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia), FGSI (Federasi Serikat Guru Seluruh Indonesia), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII).
Dari sekian banyak organisasi guru hanya PGRI dan IGI lah yang kini memiliki kepengurusan pusat hingga daerah, karna organisasi profesi guru lainnya tidak membuka perwakilannya di seluruh daerah dan haya berkonsentrasi penuh pada kantong kantong pendidikan di wilayah popinsi tertentu.
Ikatan Guru Indonesia (IGI)
Ikatan guru Indonesia lahir dimotori oleh beberapa guru yang berkonsen pada peningkatan kualitas, inisiasi awal IGI bermula ketika dibentuknya klub Guru yang berkonsen pada peningkatan kualitas guru melalui pelatihan dan pendampingan guru. Setelah disahkan oleh pemerintah melalui SK Depkumham Nomor AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009, tertanggal 26 November 2009. IGI, diharapkan menjadi wadah para guru agar bisa mengubah dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada pihak lain dan sekaligus bersiap menjadi lokomotif penggerak perubahan bagi bangsa.
Dengan motto "Sharing and Growing Together", Ikatan Guru Indonesia akan menjadi komunitas yang tepat bagi para guru dan siapa saja yang tertarik dan peduli pada pentingnya memajukan dunia pendidikan dan keguruan.
Perwakilan IGI kini hadir di 34 propinsi di Indonesia, bukan saja di ibu kota propinsi tapi semangat guru IGI telah hadir di berbagai kabupaten kota hingga pelosok desa. Termasuk sebagian besar wilayah Indonesia Timur.
Program perawatan guru IGI
Program IGI, fokus pada peningkatan mutu guru melaui pelaksanaan Forum ilmiah yang meilbatkan para guru, dengan pelaksanaan berbagai pelatihan, workshop, seminar dan berbagai program pendampingan peningkatan mutu lainnya. Program lainnya adalah publikasi karya guru, melaui jurnal, majalah dan buku berupa hasil karya tulis, seni dan berbagai kreativitas para guru. Program yang tak kalah menarik adalah layanan Internet berupa pemanfaatan Internet sebagai media pembelajaran dan media komunikasi global yang menghubungkan para guru dengan sosial media yang mendukung program pembelajaran di abad 21.
Kemandirian IGI 
Dalam berbagai kegiatannya IGI tidak mengandalkan pendanaan dari pemerintah atau pemerintah daerah, tetapi mengandalkan CSR (Corporate Soscial Responsibility), Respon sosial dari berbagai perusahan Nasional dan lokal termasuk para donatur yang menyisihkan sebagain penghasilannya untuk memajukan pendidikan di Maluku.
Beberapa perusahan nasional yang pernah bergerak menjadi mitra IGI di antaranya adalah Pertamina foundation, Acer, Telkom, Telkomse, Grup Bakrie, Group Kalla, Samsung, Biro perjalanan wisata dan terakhir Garuda Indonesia melalui fasilitas Garuda Miles untuk transportasi para guru dalam berbagai pelatihan berskala nasional.
Dengan cara seperti ini IGI bergerak mandiri, berusaha membantu para guru dan tentu meringkankan kinerja pemerintah daerah, dengan tidak membebani dana operasional pendidikan untuk kegiatan kemajuan pendidikan khususnya peningkatan mutu.
Manfaat IGI di kalangan Guru 
Antusiasisme para guru yang merasa tercerahkan di berbagai pelatihan dan silaturahim sekaligus sosialisasi IGI diberbagai kota inilah yang menjadikan para guru tertarik bergabung di organisasi profesi yang tergolong masih segar ini. Sebuah progres yang cukup membanggakan bahwa kami bisa memfasilitasi para guru dalam berbagai pelatihan murah dan tepat sasaran, termasuk di pelatihan gratis setiap bulannya di berbagai kota.      
Inisiasi hadirnya guru IGI adalah sebuah kerinduan yang panjang tatkala para guru di pelosok Maluku menginginkan akan adanya berbagai pelatihan peningkatan mutu, pendampingan yang menyeluruh, kepada guru termasuk peluang serta kiat pengembangan karir menuju kepada pribadi guru yang lebih profesional. Hadirnya IGI menjadi sejatinya menjadi obat penawar yang akan mengobati kerinduan itu. IGI akan memfasilitasi berbagai aktivitas guru untuk hadir dalam berbagai pelatihan dalam skala lokal, nasional bahkan internasional. Dan kesempatan itu terbuka kepada seluruh guru tanpa pandang bulu, tentu ini tidak terjadi pada organisasi profesi guru yang lain.
Yang tak kalah penting adalah komunitas guru IGI sebenarnya akan dilatih mandiri, dibebaskan untuk mengikuti atau melakukan berbagai pelatihan keguruannya, tidak lagi menunggu giliran atau antri menanti arahan pihak-pihak tertentu, dengan segala sumber daya yang ada, para guru bisa dengan leluasa melakukan berbagai peningkatan mutu dan kualitas baik di tingkat sekolah, di tingkat kabupaten dan propinsi dengan bimbingan teknis dari para ahli yang ahli di bidangnya.
Dengan pelatihan mandiri tersebut akan makin menguatkan posisi guru di tengah komunitas bangsa sebagai profesi yang mandiri dan tidak selalu bergantung kepada pemerintah dalam meneguhkan profesi dan jabatannya, termasuk bagaimana dia berkarir sehingga mampu menjadi motor penggerak pendidikan pada anak-anak kita.
Catatan Akhir
IGI sebagai organisasi profesi dengan tugas utama Fokus pada peningkatan mutu guru tentu berusaha bersinergi dengan siapa saja termasuk Pemerintah pusat dan daerah,  institusi dan lembaga pendidikan. dan berbagai CSR dari berbagai perusahaan, sehingga semaksimal mungkin tidak akan membebani para guru dalam berbagai even, sehingga sebisa mungkin membebaskan berbagai pungutan yang memberatkan untuk meningkatan kompetensi guru.
Dengan harapan inisiasi ini tidak saja berhenti pada kemampuan guru yang semakin profesional tetapi menjadi wadah peningkatan dan pengembangan karir menuju guru berkualitas dan sejahtra, sehingga nantinya akan melahirkan peserta didik yang cerdas lahir batin, cerdas Intelektual, cerdas emosional dan cerdas spiritual.

Aneka Kerajinan Hasil Las Siswa SMK


Hasil kerajinan teknik pengelasan SMK

Dalam proses pembelajaran di SMKN 1 Duduksampeyan Gresik, jurusan teknik pengelasan melakukan kegiatan praktek dengan membuat aneka kerajinan yang terbuat dari hasil pengelasan selain melakukan praktek dasar - dasar pengelasan. diantara kerajinan tersebut, para siswa membuat tempat pot bunga, tempat sampah, meja, rak tempat sepatu dan lain-lain. 
Harganya bervariasi tergantung dari jenis bahan dan variasi model pesananannya,
Berminat, silakan menghubungi info kontak dibawah ini :
WhatsApp : 085645551223
Facebook  : https://web.facebook.com/halimkurdi
Twitter       : @Halimkurdi1Telegram   : 085645551223

Wednesday, April 3, 2019

Menperin Targetkan 845 Siswa Dikerjasamakan ke Perusahaan

Vokasi industri untuk SMKMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto menargetkan sebanyak 845 siswa yang akan dikerjasamakan kepada 355 perusahaan pada tahun 2019 sebagai tindak lanjut program pendidikan vokasi industri.
Vokasi SMK binaan
"Sebagai wujud pelaksanaan tugas tersebut, Kemenperin telah menyusun program pembinaan dan pengembangan yang link and match antara SMK dan industri, dengan sasaran sampai tahun 2019 sebanyak 1.775 SMK meliputi 845.000 siswa untuk dikerjasamakan kepada 355 perusahaan industri," katanya saat peluncuran program pendidikan vokasi industri di Mojokerto, Jawa Timur, Selasa.
Menperin seperti dilansir Antara mengemukakan, untuk tahap pertama, pada kegiatan peluncuran program pendidikan vokasi industri saat ini, akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara 49 perusahaan industri dengan 219 SMK di Provinsi Jawa Timur.
"Tahap selanjutnya, akan diluncurkan secara bertahap di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, DKI Jakarta dan Banten pada tahun ini," katanya.
Ia mengatakan, SDM industri saat ini sudah masuk kategori demand driven, yakni permintaan dari dunia usaha makin lama makin besar dan harus diantisipasi. Karena itu, diperlukan berbagai program strategis untuk memastikan bahwa industri di Indonesia akan makin menyerap tenaga kerja lokal.
"Salah satunya melalui peluncuran program vokasi ini yang sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Dalam Inpres tersebut, tugas Kemenperin, antara lain memfasilitasi program praktik kerja lapangan dan pemagangan industri," katanya.
Atas dasar penugasan itu, pihaknya telah menindaklanjuti melalui penandatanganan Nota Kesepahaman antara lima menteri tentang Pengembangan Pendidikan Kejuruan dan Vokasi berbasis Kompetensi yang link and match dengan industri.
"Kelima menteri yang dimaksud, yaitu Menteri Perindustrian, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Menteri Ketenagakerjaan serta Menteri BUMN," katanya.
Ia menjelaskan, setelah penandatanganan perjanjian kerja sama antara SMK dengan perusahaan industri pada hari ini, akan dilakukan penyelarasan kurikulum pendidikan sesuai dengan kebutuhan industri serta penyediaan workshop, laboratorium dan teaching factory untuk praktek kerja industri bagi siswa dan magang industri bagi guru SMK.
"Kemudian, penyediaan instruktur dan silver expert dari industri, pembangunan infrastruktur kompetensi di SMK, serta pemberian sertifikat dari perusahaan industri kepada siswa SMK," katanya.
Sebagai bentuk komitmen perusahaan industri dalam mendukung program pendidikan vokasi, pada kesempatan ini dilakukan juga pemberian bantuan peralatan praktik kepada SMK dari beberapa perusahaan industri, yaitu PT Petrokimia Gresik, Astra Honda Motor, Semen Gresik, Garudafood, Astra Daihatsu Motor, dan PT Barata Indonesia. 




Pembekalan Dunia Industri

Pembekalan industri siswa SMK
Pada hari kamis, tanggal 4 April 2019 saya diminta untuk memberikan sharing session pada  SMK N 1 Duduksampeyan Gresik, disana saya memberikan pembekalan kepada calon lulusan SMK yang akan menyelesaikan program belajarnya disana. Judul yang saya bawakan adalah “Peluang Lulusan SMK menyongsong Dunia Industri”. Peserta yang dihadiri sekitar 90 orang an yang terdiri dari para siswa siswi
Acara yang mulai berlangsung dari pukul 9.30 – 12.30 WIB. Materi yang saya bawakan membicarakan mengenai bagaimana lulusan SMK menghadapi  dunia industri, dengan beberapa tantangan-tangangan yang harus dihadapi, mulai dari persaingan dari para SMK lainnya, persaingan kerja dengan dunia perguruan tinggi serta persaingan yang sudah berlangsung pada awal tahun depan (tahun 2016) yaitu MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).
Dalam materi tersebut, saya mencoba menyampaikan, bahwa Apa yang perlu dilakukan setelah Lulus SMK , yaitu ada 3 pilihan :

  1. Menikah
  2. Bekerja
  3. Kuliah
Semua nya itu adalah pilihan Anda , karena memang hidup adalah penuh dengan pilihan. Akan tetapi pilihan tersebut haruslah bercermin kepada cita-cita yang akan kita capai.
Untuk lebih jelasnya mengenai ke 3 pilihan tersebut , Saya mencoba menjelaskan satu per satu :
  1. Menikah
Menikah adalah sesuatu kewajiban yang akan dijalankan, hampir setiap orang pasti akan mengalami hal ini. Tetapi terkait dengan tema yang saya bawakan, saya tidak banyak bercerita secara dalam mengenai proses pernikahan, karena ini lebih banyak domainnya di KUA (Kantor Urusan Agama)
  1. Bekerja
Bekerja adalah pilihan bagi setiap orang untuk mendapatkan penghasilan, dimana penghasilan tersebut akan dipergunakan dalam kehidupan masing-masing. Dalam bekerja haruslah mempunyai kemampuan (skill) yang akan dijual kepada pengguna atas jasa pekerjaan kita. Coba kembalikan kepada diri Anda, apakah yang akan Anda kerjakan pada saat nanti Anda lulus SMK ? apakah Anda sudah mempunyai skill yang cukup atau belum ?, jika sudah mungkin Anda bisa melakukan pekerjaan tersebut, tetapi jika Anda belum mempunyai skill yang cukup mungkin Anda perlu mempertimbangkan untuk meningkatkan keahlian Anda.
  1. Kuliah
Kuliah adalah pilihan bagi setiap orang yang ingin mendapatkan keahlian lebih (baik soft skill maupun hard skill). Dalam perkuliahan nanti setiap orang akan banyak mendapatkan ilmu disana. Akan tetapi kembali lagi kepada masing-masing orang, untuk apa tujuan Anda kuliah ? apakah ingin mendapatkan gelar ? apakah ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi ? . Sebelum kuliah, ada beberapa hal yang Anda harus perhatikan, antara lain :
  1. Ambilah jurusan kuliah yang sesuai dengan keinginan Anda,
  2. Lihat peluang kerja dimasa yang akan datang
  3. Ukur Kemampuan Anda (dalam hal ini adalah kemampuan dalam hal , apakah Anda nanti mampu untuk mengikuti beberapa mata kuliah yang diambil)
  4. Ukur kemampuan keuangan Anda (Bagi yang kurang beruntung dari sisi pembiayaan, saat ini banyak sekali beasiswa-beasiswa yang ditawarakan oleh organisasi, baik instansi pemerintah, swasta baik dalam negeri maupun luar negeri. Carilah informasi ini melalui internet untuk memudahkannya)
Saya mencoba menjelaskan beberapa hal lainnya mengenai Bekerja dan Kuliah. Kedua hal ini, Anda harus mempunyai kompetensi. Apa yang dimaksud kompetensi ? Kompetensi adalah orang yang mempunyai 3 aspek yaitu : Skill (keahlian), Knowledge (Pengetahuan) serta Attitude (Perilaku). Mungkin Anda suka bingung membedakan 3 hal tersebut, saya coba menyingkat 3 hal tersebut adalah Skill (lebih berbicara mengenai kemampuan dari sesesorang), Knowledge (lebih berbicara mengenai pengetahuan seseorang), Attitute (lebih berbicara mengenai Kemauan sessoerang).
Jika kita melihat konsep teori gunung es, dimana gunung es terlihat kecil , akan tetapi pada saat dibawah mempunyai gunung yang besar, dan Anda masih ingat film Titanic bisa terbelah yang disebabkan karena gunung Es ? . Kesuksesan bisa saya umpamakan seperti konsep Gunung Es, yang terbentuk dari hal yang sangat besar yaitu dimulai dari Sikap mental à lalu akan terbentuk menjadi Karakter à setiap karakter yang terbentuk akan menjadi pola piker à dari Pola piker akan menjadi Perilaku à lalu kebiasan àsehingga dari kebiasan yang positifi akan menjadi kompetensi à dan berakhir kinerja yang sukses.
Untuk meraih kesuksesan, selain kompetensi Anda juga harus dibekali oleh suatu nilai yaitu SERTIFIKASI. Sertifikasi + kompetensi akan membuat Anda menjadi sesuatu yang bernilai.
Sertifikasi adalah : sebuah standard pengakuan sesesorang pada salah satu bidang (berdasarkan keahlian/ produk) oleh suatu organisasi organisasi/ badan yang melakukan standard sertifikasi tersebut.
Manfaat dari sertifikasi adalah, sebagai berikut :
  • Pengakuan akan keahlian
  • Nilai Jual terhadap keahlian
  • Investasi untuk Masa Depan
Jenis-jenis sertifikasi terbagi 2, antara lain :
1.Sertifikasi berdasarkan orientasi Produk
2.Sertifikasi berdasarkan orientasi pekerjaan

Tips Penyalaan Awal Pengelasan SMAW

Tips Penyalaan Awal Pengelasan SMAW
SMAW merupakan suatu teknik pengelasan dengan menggunakan arus listrik berbentuk busur arus dan elektroda berselaput. Didalam pengelasan SMAW ini terjadi gas penyelimut ketika elektroda berselaput itu mencair, sehingga dalam proses ini tidak diperlukan tekanan gas inert untuk mengusir oksigen atau udara yang dapat menyebabkan korosi atau gelembung-gelembung di dalam hasil las-lasan. Proses pengelasan terjadi karena arus listrik yang mengalir di antara elektroda dan bahan las membentuk panas hingga dapat mencapai suhu 3000oC, sehingga membuat elektroda dan bahan yang akan dilas mencair.
Menjadikan elektroda dan bahan las mencair, diperlukan suatu proses penyalaan awal. Bagi yang sudah terbiasa mengelas dengan menggunakan las SMAW, menyalakan awal bukanlah suatu hal yang sulit. Tetapi bagi pemula, menyalakan awal merupakan suatu hal yang sulit.
Proses penyalaan awal busur listrik ada 2 (dua), yaitu dengan cara menggoreskan atau menyentuhkan ujung elektroda pada benda kerja. Dari hasil sentuhan/goresan tersebut, maka pada lingkaran arus terjadi hubungan pendek dan tempat sentuhannya terpanasi. Sebelum elektroda melekat pada benda kerja, maka elektroda harus secepatnya ditarik ke atas sampai terjadi adanya busur listrik.

Seringkali penyalaan awal menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi tukang las. Selain merupakan hal yang sulit, juga seringkali hasil las-lasan tidak seperti yang diinginkan. Ada yang terlalu cembung, dan ada pula yang keropos. Hal-hal tersebut akan mempengaruhi hasil las-lasan secara keseluruhan.
Agar hal-hal tersebut di atas tidak terjadi, ada baiknya bagi tukang las untuk mengikuti atau menjalankan tips-tips penyalaan awal di bawah ini.

1. Memanaskan elektroda di dalam oven.

Elektroda yang lembab dapat direkondisi dan dikeringkan kembali untuk mengurangi kelembaban yang berlebihan. Tetapi bagaimanapun juga semua jenis elektroda memerlukan sedikit kelembaban, dan bila terlalu kering juga dapat merusak elektroda tersebut serta berdampak pada performasinya.

a)    Elektroda Rutile.
Bila elektroda rutile ini menjadi lembab, maka keringkan kembali pada temperatur 170oC selama 30 menit.
b)    Elektroda Cellulosa.
      Elektroda cellulosa ini perlu sedikit lebih tinggi prosentase kelembabannya.
c)    Elektroda Low Hydrogen.
Apabila elektroda low hydrogen ini lembab, maka elektroda ini harus dikeringkan kembali pada temperatur antara 250oC sampai dengan 350oC selama 2 (dua) jam.
d)    Elektroda bersalut serbuk besi (Iron Powder).
Elektroda ini bila mengalami kelembaban, maka harus dikeringkan kembali pada temperatur 250oC selama 2 (dua) jam.
2. Memilih jenis arus las yang dipakai menyesuaikan dengan jenis elektroda yang dipergunakan.

Jenis arus las yang dipakai adalah arus AC, DC+, atau DC-. Bila arus las yang dipergunakan sesuai dengan ukuran dan jenis dari elektrodanya, maka akan dapat menghasilkan lasan yang baik dan ideal. Bila arus lasnya tidak sesuai, maka akan menyebabkan hasil lasan menjadi tidak memuaskan atau dapat dikatakan performasi dari elektroda menjadi jelek.

3. Meninggikan jarak elektroda terhadap benda kerja sesaat setelah terjadinya busur listrik.
Setelah elektroda disentuhkan atau digoreskan ke benda kerja dan ditarik ke atas, maka akan terjadi yang namanya busur listrik. Supaya busur listrik tersebut menghasilkan rigi-rigi yang baik, maka jarak antara elektroda dan benda kerja adalah sebesar diameter elektroda. Tetapi khusus untuk penyalaan awal, supaya hasil las-lasan tidak terlalu cembung dan atau keropos, maka jarak elektroda terhadap benda kerja harus diusahakan melebihi dari ukuran sebesar diameter elektroda. Hal ini terjadi hingga lebar dan tinggi rigi-rigi las serasi. Setelah rigi-rigi las serasi, kemudian sambil berjalan, jarak elektroda terhadap benda kerja diturunkan kembali sebesar diameter elektroda.

Dengan ketiga tips di atas, diharapkan penyalaan awal bukan lagi menjadi hal yang tidak menyenangkan bagi tukang las dan mampu membuat hasil las-lasan yang baik. Jika memang sudah dilakukan ketiga tips di atas dan hasilnya masih belum memuaskan, maka harus dicoba lagi berulang-ulang (terutama tips yang nomor 3). Karena pada dasarnya, pengelasan hanyalah melatih feeling. Jika feelingnya sudah ketemu, hasil las-lasan juga akan baik. Oleh karena itu, berlatihlah sesering mungkin agar feelingnya terasah!

Tuesday, April 2, 2019

Menyalakan dan Mengatur Nyala Api Las OAW

 Menyalakan dan Mengatur Nyala Api Las OAW

Macam-macam nyala api pada las oksi asetilena
  1. Nyala api asetilena dengan udara luar
  2. Nyala api karburasi
  3. Nyala api netral
  4. Nyala api oksidasi.

Dari keempat nyala api tersebut di atas, ada tiga macam nyala api yang digunakan pada las oksi asetilena, yaitu nyala api karburasi, nyala api netral dan nyala api oksidasi; yang paling sering digunakan adalah nyala netral.
Seperti telah disinggung pada pembahasan di atas, bahwa hanya tiga macam nyala las oksi Asetilena yang banyak digunakan untuk mengelas. Tanda-tanda dari ketiga nyala tersebut adalah sebagai berikut :
  1. Nyala karburasiNyala ini adalah nyala api akibat kelebihan asetilena. Kalau diperhatikan ada 3 bagian di dalam nyala tersebut, yaitu nyala inti, nyala ekor minimal, ujung inti nyala tumpul dan berwarna biru..
  2. Nyala netralNyala api ini terjadi jika perbandingan pemakaian antara gas asetilena dan gas oksigen seimbang yaitu 1 : 1,2. Pada nyala netral terdapat dua warna api yaitu berwarna biru agak keputih-putihan
  3. Nyala oksidasiNyala oksidasi ialah nyala api akibat kelebihan oksigen. Nyala ini terdiri dari 2 bagian, yaitu nyala inti dan nyala luar. Nyala ini berbentuk runcing dan berwarna biru terang/jernih
Kegunaan nyala api las oksi asetilena pada pengelasan adalah :
1)  Nyala karburasi
    Nyala api karburasi ini terutama digunakan untuk mengeraskan permukaan dan dapat juga digunakan untuk mematri keras baja karbon
2)  Nyala netral
Nyala api netral digunakan untuk las cair hampir semua logam.
3)  Nyala oksidasi
Nyala oksidasi digunakan untuk memotong logam.
 orang mengelas asetilin

Prosedur menyalakan api oksi asetilena adalah sebagai berikut:
1) Tutup semua katup, meliputi katup pembakar, katup regulator dan katup silinder.
2) Buka katup silinder dan atur tekanannya sesuai dengan keperluan
3) Memilih ukuran tip yang sesuai kemudian memasangnya pada pembakaran.
4)  Membuka katup asetilena sedikit .
5) Menyalakan asetilena dengan korek api las; jangan sekali-kali menggunakan korek api lain.
6)  Lanjutkan membuka katup asetilena perlahan-lahan sehingga tidak ada jarak antara nyala api dengan ujung tip dan nyala api berasap tipis.

Setelah mendapatkan nyala api awal campuran antara asetilena dengan udara luar, maka selanjutnya dilakukan pengaturan nyala api yang sesuai dengan tiga jenis nyala api sebagai berikut:
  1. Nyala karburasi, untuk mendapatkan nyala karburasi, bukalah katup oksigen pembakar perlahan-lahan sehingga nyala api yang semula berwarna merah berangsur-angsur berubah memutih dan menjadi 3 bagian, yaitu nyala inti, nyala ekor, dan nyala luar. Apabila katup oksigen masih dibuka terus, nyala ekor akan semakin pendek. Sebelum nyala ekor mencapai panjang 1 kali nyala inti, dinamakan nyala karburasi.
  2. Nyala netral, untuk mendapatkan nyala netral teruskan membuka katup pembakar perlahan-lahan sehingga nyala ekor tepat berhenti pada nyala inti.
  3. Nyala oksidasi, diperoleh dengan melanjutkan membuka katup oksigen pembakar sehingga nyala inti semakin pendek, bentuknya runcing dan berwarna jernih.

Mematikan nyala api dilakukan dengan cara menutup katup asetilena pembakar. Setelah api mati, tutup katup oksigen pembakar selanjutnya untuk membuang sisa gas, dengan mengikuti prosedur berikut ini :
  1. Tutup katup silinder
  2. Buang sisa gas melalui katup pembakar sehingga jarum pada manometer regulator menunjukkan angka nol, kemudian tutup lagi katup tersebut.
  3. Tutuplah katup-katup regulator melalui baut pengatur regulator.





Perkembangan Proses Pengelasan

Perkembangan las
LAS adalah penyambungan besi dengan cara membakar. Prinsip kerja las adalah menyambung dua bagian logam atau lebih dengan menggunkan energi panas.


Pengelasan dengan metode yang dikenal sekarang, mulai dikenal pada awal abad ke 20. Sebagai sumber panas digunakan api yang berasal dari pembakaran gas Acetylena yang kemudian dikenal sebagai las karbit. Waktu itu sudah dikembangkan las listrik namun masih langka.

Pada Perang Dunia II, proses pengelasan untuk pertama kalinya dilakukan dalam skala besar. Dengan las listrik, dalam waktu singkat, Amerika Serikat dapat membuat sejumlah kapal sekelas dengan kapal SS Liberty, yang merupakan kapal pertama yang diluncurkan dengan di las. Di mana sebelumnya kapal yang dikeluarkan, proses pengerjaan menggunakan paku keling (‘’rivets’’). Pada masa itu, muncul pula cara pertama untuk mengetes hasil pengelasan, seperti uji ‘’kerfslag’’ (lekukan yang tertutup lapisan).

Para ahli sejarah memperkirakan bahwa orang Mesir kuno mulai menggunakan pengelasan dengan tekanan pada tahun 5500 SM (untuk membuat pipa tembaga dengan memalu lembaran yang tepinya saling menutup). Winterton menyebutkan bahwa benda seni orang Mesir yang dibuat pada tahun 3000 SM terdiri dari bahan dasar tembaga dan emas hasil peleburan dan pemukulan. Jenis pengelasan ini, yang disebut pengelasan tempa {forge welding), merupakan usaha manusia yang pertama dalam menyambung dua potong logam. Contoh pengelasan tempa kuno yang terkenal adalah pedang Damascus yang dibuat dengan menempa lapisan-lapisan besi yang berbeda sifatnya.

Pengelasan tempa telah berkembang dan penting bagi orang Romawi kuno sehingga mereka menyebut salah satu dewanya sebagai Vulcan (dewa api dan pengerjaan logam) untuk menyatakan seni tersebut. Sekarang kata Vulkanisir dipakai untuk proses perlakuan karet dengan sulfur, tetapi dahulu kata ini berarti “mengeraskan”. Dewasa ini pengelasan tempa secara praktis telah ditinggalkan dan terakhir dilakukan oleh pandai besi. tahun 1901-1903 Fouche dan Picard mengembangkan tangkai las yang dapat digunakan dengan asetilen (gas karbit), sehingga sejak itu dimulailah zaman pengelasan dan pemotongan oksi-asetilen (gas karbit oksigen).

Periode antara 1903 dan 1918 merupakan periode pemakaian las yang terutama sebagai cara perbaikan, dan perkembangan yang paling pesat terjadi selama Perang Dunia I (1914-1918). teknik pengelasan terbukti dapat diterapkan terutama untuk memperbaiki kapal yang rusak. Winterton melaporkan bahwa pada tahun 1917 terdapat 103 kapal musuh di Amerika yang rusak dan jumlah buruh dalam operasi pengelasan meningkat dari 8000 sampai 33000 selama periode 1914-1918. Setelah tahun 1919, pemakaian las sebagai teknik konstruksi dan pabrikasi mulai berkembang dengan pertama menggunakan elektroda paduan (alloy) tembaga-wolfram untuk pengelasan titik pada tahun 1920.

Pada periode 1930-1950 terjadi banyak peningkatan dalam perkembangan mesin las. Proses pengelasan busur nyala terbenam (submerged) yang busur nyalanya tertutup di bawah bubuk fluks pertama dipakai secara komersial pada tahun 1934 dan dipatenkan pada tahun 1935. Sekarang terdapat lebih dari 50 macam proses pengelasan yang dapat digunakan untuk menyambung pelbagai logam dan paduan.

Pengelasan yang kita lihat sekarang ini jauh lebih kompleks dan sudah sangat berkembang. Kemajuan dalam teknologi pengelasan tidak begitu pesat sampai tahun 1877. Sebelum tahun 1877, proses pengelasan tempa dan peyolderan telah dipakai selama 3000 tahun. Asal mula pengelasan tahanan listrik {resistance welding) dimulai sekitar tahun 1877 ketika Prof. Elihu Thompson memulai percobaan pembalikan polaritas pada gulungan transformator, dia mendapat hak paten pertamanya pada tahun 1885 dan mesin las tumpul tahanan listrik {resistance butt welding) pertama diperagakan di American Institute Fair pada tahun 1887.

Pada tahun 1889, Coffin diberi hak paten untuk pengelasan tumpul nyala partikel (flash-butt welding) yang menjadi satu proses las tumpul yang penting. Zerner pada tahun 1885 memperkenalkan proses las busur nayala karbon {carbon arc welding) dengan menggunakan dua elektroda karbon, dan N.G. Slavinoff pada tahun 1888 di Rusia merupakan orang pertama yang menggunakan proses busur nyala logam dengan memakai elektroda telanjang (tanpa lapisan). Coffin yang bekerja secara terpisah juga menyelidiki proses busur nyala logam dan mendapat hak paten Amerika dalam tahun 1892. Pada tahun 1889, A.P. Strohmeyer memperkenalkan konsep elektroda logam yang dilapis untuk menghilangkan banyak masalah yang timbul pada pemakaian elektroda telanjang.

Thomas Fletcher pada tahun 1887 memakai pipa tiup hidrogen dan oksigen yang terbakar, serta menunjukkan bahwa ia dapat memotong atau mencairkan logam. Pada penggunaan dan pengembangan teknologi las. Pada waktu ini, teknik las telah dipergunakan secara luas dalam penyambungan batang-batang pada konstruksi bangunan baja dan konstruksi mesin. Luasnya penggunaan teknologi ini disebabkan karena bangunan dan mesin yang dibuat dengan mempergunakan teknik penyambungan ini menjadi lebih ringan dan proses pembuatannya juga lebih sederhana, sehingga biaya keseluruhannya menjadi lebih murah.

Berdasarkan penemuan benda-benda sejarah, dapat diketahui bahwa teknik penyambungan logam telah diketahui sejak jaman prasejarah, misalnya pembrasingan logam paduan emas tembaga dan pematrian paduan timbal-timah. Menurut keterangan yang didapat telah diketahui dan dipraktikan dalam rentang waktu antara tahun 40000 sampai 30000 SM. Sumber energi panas yang digunakan waktu itu diduga dihasilkan dari pembakaran kayu atau arang, tapi panas yang dihasilkan pembakaran dari bahan bakar itu sangat rendah, sehingga teknik penyambungan ini tidak dikembangkan lebih lanjut.

Setelah energi listrik dapat dipergunakan dengan mudah, teknologi pengelasan maju dengan pesat dan menjadi suatu teknik penyambungan yang mutakhir. Cara-cara dan teknik pengelasan yang sering digunakan pada masa itu adalah las busur, las resistansi, las termit, dan las gas, pada umumnya diciptakan pada akhir abad ke – 19.

Benardes menggunakan alat-alat las busur pada tahun 1885, dengan elektroda dibuat dari batang karbon atau grafit. Pada tahun 1892, Slavianoff adalah orang pertama yang menggunakan kawat logam elektroda yang turut mencair karena panas yang ditimbulkan oleh busur listrik yang terjadi. Kjellberg menemukan kualitas sambungan menjadi lebih baik bila kawat elektroda dibugkus dengan terak. Pada tahun 1886, Thomson menciptakan proses las resistansi listrik. Goldscmitt menemukan las termit dalam tahun 1895 dan pada tahun 1901 las oksi asetelin mulai digunakan oleh Fouche dan piccard. Pada tahun 1936 Wesserman menemukan cara pembrasingan yang mempunyai kekuatan tinggi.

Kemajuan-kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai sampai dengan tahun 1950, telah mulai mempercepat lagi kemajuan dalam bidang las. Pada masa ini telah ditemukan cara-cara baru dalam pengelasan antara lain las tekan dingin, las listrik terak, las busur dengan pelindung CO2, las gesek, las busur plasma dan masih banyak lagi.

sumber: wikipedia.org dan dikutip dari berbagai sumber

Monday, April 1, 2019

RPP Mapel TPOA Kelas XI Semester 1

RPP lengkap mapel TPOA (Las Oxy Asetelin) Kelas XI Semester 1 untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Pengelasan. 


Pertemuan ke 1    



Pertemuan ke 2    




Pertemuan ke 3-10

KI/KD mapel TPOA Kelas XI

KI/KD lengkap mapel TPOA (Las Oxy Asetelin) Kelas XI Semester 1/2 untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Pengelasan.RPP lengkap mapel TPOA (Las Oxy Asetelin) Kelas XI Semester 1 untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan Teknik Pengelasan.

Soal Online Ujian Semester Ganjil Mapel TPOA Tahun 2018

Berikut soal online ujian semester ganjil mapel TPOA (las Oxy Asetelin) untuk Sekolah Menengah Kejuruan, semoga bermanfaat.

Waktu Pengerjaan: 15:00 menit!

Silabus Mapel TPOA Kelas XI Semester 1

Silabus lengkap mapel TPOA (Las Oxy Asetelin) Kelas XI Semester 1 Jurusan Teknik Pengelasan untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).