Sejarah Las

Perkembangan proses pengelasan mulai dikenal pada awal abad ke 20. Sebagai sumber panas digunakan api yang berasal dari pembakaran gas Acetylena yang kemudian dikenal sebagai las karbit. Waktu itu sudah dikembangkan las listrik namun masih langka.

Pembekalan Dunia Industri

Acara ini membahas mengenai bagaimana lulusan SMK menghadapi dunia industri, dengan beberapa tantangan-tangangan yang harus dihadapi, mulai dari persaingan dari para SMK lainnya, persaingan kerja dengan dunia perguruan tinggi serta persaingan yang sudah berlangsung pada awal tahun depan (tahun 2016) yaitu MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)..

Program Pendidikan Vokasi Industri

Sebagai wujud pelaksanaan tugas tersebut, Kemenperin telah menyusun program pembinaan dan pengembangan yang link and match antara SMK dan industri, dengan sasaran sampai tahun 2019 sebanyak 1.775 SMK meliputi 845.000 siswa untuk dikerjasamakan kepada 355 perusahaan industri

Lakukan Hal Ini Sebelum Ujian Nasional, Pasti Bakal Sukses!!!

Apakah kamu juga sudah siap menghadapi Ujian Nasional yang sebentar lagi akan berlangsung? Jika pada Ujian Nasional 2019 lalu banyak sekali siswa yang mengeluh merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional, terutama matematika. Mereka merasa soal Ujian Nasional yang mereka hadapi tidak sama dengan materi yang diajarkan di sekolah

Sunday, March 29, 2020

Sejarah dan Perkembangan Las MIG ( Metal Inert Gas) Dan Penjabarannya Secara Jelas..

Sejarah dan Perkembangan Las MIG ( Metal Inert Gas) 
 Las MIG ( metal inert gas) merupakan sebuah pengembangan dari pengelasan GMAW ( gas metal arc welding ). Las GMAW mempunyai dua tipe gas pelindung yaitu inert gas dan actif gas yang kemudian sering dikenal dengan sebutan las MIG ( metal inert gas ) dan las MAG ( metal actif gas ). 
GMAW (gas metal arc welding) atau sering di sebut dengan las MIG ( Metal Inert Gas) mulai dikenalkan di dunia industri pada tahun 1940-an. Di awal tahun 1950 yang diprakarsai oleh Lyubavshkii and Novoshilov, melakukan pengembangan GMAW dengan menggunakan diameter elektroda yang lebih besar dan gas pelindung yang digunakan adalah karbon dioksida CO2. 
Pengembangan ini menghasilkan percikan elektroda yang tinggi, dan panas pada benda kerja yang sedang. Di akhir tahun1950 terjadi perkembangan dibidang teknologi power source, dan perkembangan diameter elektroda yang digunakan semakin kecil 0.035" - 0.062" (0.9 - 1.6 mm). 
 Sejarah dan Perkembangan Las MIG ( Metal Inert Gas) Dan Penjabarannya Secara Jelas..
Proses las MIG sukses dikembangkan oleh Battele Memorial Institute pada tahun 1948 dengan sponsor Air Reduction Company. Las MIG ( metal inert gas ) pertama kali dipatenkan pada tahun 1949 di Amerika Serikat untuk pengelasan alumunium. Keunggulannya adalah penggunaan elektroda yang berdiameter lebih kecil dan sumber daya tegangan konstan (constant-voltage power source) yang telah dipatenkan sebelumnya oleh H.E. Kennedy. Pada tahun 1953, Lyubavskii dan Novoshilovmengumumkan penggunaan proses las MIG menggunakan gas CO2 sebagai gas pelindung. Mereka juga menggunakan gas CO2 untuk mengelas besi karbon. Gas CO2 dicampur 
dengan Gas Argon yang dikenal sebagai Metal Active Gas (MAG), yang kemudian berkembang menjadi proses las MAG. Perkembangannya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, dengan kemajuan teknologi saat ini GMAW dapat diaplikasikan pada ProsesPengelasan dengan Sistem Otomasi (robot). 

Pengertian Las MIG ( Metal Inert Gas ) 
 Bagan Alur Las MIG
Las MIG ( Metal Inert Gas) yaitu merupakan proses penyambungan dua material logam atau lebih menjadi satu melalui proses pencairan setempat, dengan menggunakan elektroda gulungan (filler metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal) dan menggunakan gas pelindung (inert gas). 
Las MIG (Metal Inert Gas) merupakan las busur gas yang menggunakan kawat las sekaligus sebagai elektroda. Elektroda tersebut berupa gulungan kawat ( rol ) yang gerakannya diatur oleh motor listrik. Las ini menggunakan gas argon dan heliumsebagai pelindung busur dan logam yang mencair dari pengaruh atmosfir. 

Tuesday, March 24, 2020

Cara Membersihkan Permukaan Material, Mempersiapkan Bentuk Sambungan Dan Soal Latihan Serta Jawabannya

Membersihkan permukaan
Kotoran-kotoran yang terdapat pada bahan/material sebelum dilas adalah : karat, cat dan minyak/oli, maka kotoran-kotoran itu harus dibersihkan sebelum dilakukan pengelasan. Bahan yang akan dilas harus bersih dan kering. Oleh karena itu setelah menerima bahan, hendaknya diteliti lebih dahulu sebelum dilas.
 Cara Membersihkan Permukaan Material, Mempersiapkan Bentuk Sambungan Dan Soal Latihan Serta Jawabannya
Membersihkan permukaan benda kerja yang akan dilas dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : secara mekanik dan secara kimia. Pada umumnya pembersihan permukaan benda kerja yang akan dilas dilakukan secara mekanik.
Membersihkan permukaan bahan secara mekanik dilakukan dalam beberapa cara tergantung dari jenis kotorannya. Beberapa contoh membersihan permukaan secara mekanik :
1) Karat
Kotoran ini dapat dihilangkan dengan cara dikikir, disikat baik dengan sikat kawat maupun gerinda karat, atau digosok dengan kertas ampelas/glass wool/jax, dll.
2) Cat.
Cat yang menempel pada permukaan bahan dapat dihilangkan dengan cara : disikat dengan gerinda kawat atau sikat kawat, digosok dengan kertas ampelas atau dihilangkan dengan tiner.
3) Oli/minyak.
Untuk membersihkan oli dapat menggunakan kain lap atau majun kemudian dibakar dengan nyala oksi asetilena.
 Sambungan tumpul

Mempersiapkan Bentuk sambungan
Bentuk sambungan pada las oksi asetilena dipengaruhi oleh bentuk konstruksi dan tebal bahan yang akan disambung. Gambar 5.04 berikut, menunjukkan contoh-contoh bentuk sambungan yang banyak digunakan.
1) Sambungan tumpul
Sambungan tumpul kampuh I tertutup ini digunakan terutama untuk pelat-pelat tipis di bawah 1,5 mm.
Sambungan tumpul kampuh I terbuka, digunakan pada sambungan-sambungan pelat yang mempunyai tebal antara 1,5 s.d 3 mm. Besarnya gap disesuaikan dengan tebal bahan yang dilas.
Sambungan tumpul kampuh V terbuka, digunakan pada sambungan pelat yang mempunyai tebal antara 4,0 – 5,0 mm; besarnya gap kurang lebih 2 mm.
2) Sambungan sudut, terbagi menjadi dua yaitu : sambungan sudut luar dan sambungan sudut dalam.
3) Sambungan tumpang
4) Sambungan/pinggir, sambungan ini biasanya tanpa bahan tambah dan menggunakan plat/bahan yang tipis.

Review
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah secara singkat, jelas dan benar.
Pertanyaan :
1. Uraikan prosedur untuk mengatur tekanan kerja !
2. Ada tiga macam nyala api las yang sering digunakan, tuliskan namanya dan jelaskan pengunaan setiap jenis nyala!
3. Uraikan prosedur memperoleh ketiga jenis macam nyala api las!
4. Tuliskan kotoran-kotoran yang perlu dibersihkan dari permukaan bahan yang akan dilas!

Lembar jawaban
1. Prosedur mengatur tekanan kerja
a. Membuka katup silinder oksigen dengan kunci pembuka katup berlawanan arah jarum jam sehingga terbuka penuh.
b. Membuka katup silinder asetilena dengan kunci pembuka katup berlawanan arah jarum jam sebesar ½ sampai ¾ putaran; biarkan kunci pembuka katup menempel pada katup silinder asetilena.
c. Buka katup regulator oksigen dengan memutar baut pengatur searah jarum jam sampai jarum pada manometer tekanan kerja menunjuk pada angka yang dikehendaki
d. Lakukan seperti pada langkah di atas untuk regulator asetilena sesuai dengan angka yang dikehendaki
2 Jenis nyala api las oksi asetilena
a. Nyala api netral untuk nyala pengelasan
b. Nyala api oksidasi untuk pemotongan logam
c. Nyala api karburasi untuk las brazing
3. Prosedur untuk memperoleh tiga jenis nyala api :
a. Nyala api netral adalah oksigen dan asetilena sama besar
b. Nyala api oksidasi adalah oksigen lebih besar daripada asetilena
c. Nyala api karburasi adalah asetilena lebih besar dari pada oksigen
4. Kotoran-kotoran yang perlu dibersihkan dari permukaan bahan yang akan dilas adalah :
a. Lapisan karat pada permukaan pelat
b. Minyak dan oli
c. Oksida besi

Mengatur Tekanan Kerja, Prosedur Menyalakan Dan Mematikan Api Oksi Asetilena Dengan Benar!!!

Tekanan Kerja
Besarnya tekanan kerja yang digunakan untuk mengelas tergantung dari tipe pembakaran yang dipakai.
 Mengatur Tekanan Kerja,  Prosedur Dan Mematikan Api Oksi Asetilena Dengan Benar!!!

Sebelum membicarakan masalah besarnya tekanan, terlebih dahulu kita bahas mengenai konversi antara beberapa satuan tekanan yang banyak
digunakan pada regulator las oksidasi asetilena. Satuan-satuan tekanan yang banyak dipakai adalah : kg/cm2, bar (atm), Psi dan kpa.

Adapun konversi satuan tekanan tersebut di atas secara kasar adalah:
1 kg/ cm2   = 0,97 bar
1 bar    = 1,03kg/ cm2
1 bar    = 1 atm
1 atm    = 14,7 psi
1 psi    = 6,8 kpa
1 bar    = 10 kpa

Besarnya tekanan kerja pada pembakar antara pembakar injector dan pembakar mixer sangat berbeda, berikut ini besarnya tekanan untuk masing-masing tipe :
1) Pembakar tipe injector (tekanan rendah) diatur sebagai berikut :
a) Oksigen, besarnya tekanan kerja oksigen dapat dilihat pada mulut pembakar; pada umumnya 2,5 atm.
b) Asetilena, besarnya tekanan kerja asetilena antara 0,3-0,5 atm.
2) Pembakar tipe mixer besar tekanan kerja untuk oksigen maupun asetilena adalah sama yaitu : antara 50 sampai 70 kpa.
Apabila satuan tekanan pada regulator anda tidak sesuai dengan petunjuk di atas, maka konversikan terlebih dahulu sehingga harga/nilainya sama.

Prosedur mengatur tekanan kerja tidak dibenarkan menggunakan tangan atau alat-alat yang mengandung minyak/oli/gemuk. Adapun prosedur pengaturannya adalah sebagai berikut :
1) Memeriksa dengan teliti apakah katup pada regulator sudah ditutup. Apabila belum, hendaknya ditutup terlebih dahulu, yaitu dengan cara : untuk katup pembakaran baik katup oksigen maupun katup asetilena diputar searah jarum jam sampai habis, untuk katup regulator diputar berlawanan arah jarum jam sampai pemutaran terasa ringan.
2) Membuka katup silinder oksigen dengan kunci pembuka katup berlawanan arah jarum jam sehingga terbuka penuh.
3) Membuka katup silinder asetilena dengan kunci pembuka katup berlawanan arah jarum jam sebesar ½ sampai ¾ putaran; biarkan kunci pembuka katup menempel pada katup silinder asetilena.
4) Buka katup regulator oksigen dengan memutar baut pengatur searah jarum jam sampai jarum pada Manometer tekanan kerja menunjuk pada angka yang dikehendaki (lihat besarnya tekanan kerja).
5) Lakukan seperti pada langka 4 di atas untuk regulator Asetilena, yang perlu diingat adalah tekanan kerja asetilena belum tentu sama dengan tekanan kerja oksigen
6) Tekanan yang ditunjukkan oleh pengaturan langkah 4) dan 5) adalah tekanan manometer. Untuk mendapatkan tekanan kerja anda harus membuka katup oksigen pembakar. Pada waktu membuka katup tersebut, jarum manometer tekanan kerja ada memungkinkan mengalami penurunan. Apabila turun, naikkan dengan cara memutar baut pengatur regulator searah jarum jam sehingga jarum manometer menunjukkan angka yang dikehendaki. Jadi besarnya tekanan kerja adalah angka yang ditunjukkan oleh jarum manometer tekanan kerja pada waktu katup oksigen pembakar dibuka.
7) Lakukan hal yang sama dengan langkah 6 di atas untuk mendapatkan tekanan kerja asetilena.
Setelah peserta dapat mengatur tekanan kerja dengan lancar, selanjutnya diminta untuk mengembalikan tekanan kerja menjadi nol dengan prosedur sebagai berikut :
1) Menutup semua katup Silinder
2) Membuang sisa-sisa gas melalui katup-katup pembakar
3) Setelah jarum pada manomerter menunjuk pada angka nol, kemudian tutuplah katup regulator dengan memutar baut pengatur regulator berlawanan arah jarum jam.

Menyalakan dan mengatur Nyala Api
Macam-macam nyala api pada las oksi asetilena
1) Nyala api asetilena dengan udara luar
2) Nyala api karburasi
3) Nyala api netral
4) Nyala api oksidasi.
Dari keempat nyala api tersebut di atas, ada tiga macam nyala api yang digunakan pada las oksi asetilena, yaitu nyala api karburasi, nyala api netral dan nyala api oksidasi; yang paling sering digunakan adalah nyala netral seperti pada gambar 5.02.
 Mengatur Tekanan Kerja,  Prosedur Dan Mematikan Api Oksi Asetilena Dengan Benar!!!

1) Nyala karburasi
Nyala ini adalah nyala api akibat kelebihan asetilena. Kalau diperhatikan ada 3 bagian di dalam nyala tersebut, yaitu nyala inti, nyala ekor minimal, ujung inti nyala tumpul dan berwarna biru..
2) Nyala netral
Nyala api ini terjadi jika perbandingan pemakaian antara gas asetilena dan gas oksigen seimbang yaitu 1 : 1,2. Pada nyala netral terdapat dua warna api yaitu berwarna biru agak keputih-putihan
3) Nyala oksidasi
Nyala oksidasi ialah nyala api akibat kelebihan oksigen. Nyala ini terdiri dari 2 bagian, yaitu nyala inti dan nyala luar. Nyala ini berbentuk runcing dan berwarna biru terang/jernih
Kegunaan nyala api las oksi asetilena pada pengelasan adalah :
1) Nyala karburasi
Nyala api karburasi ini terutama digunakan untuk mengeraskan permukaan dan dapat juga digunakan untuk mematri keras baja karbon
2) Nyala netral
Nyala api netral digunakan untuk las cair hampir semua logam.
3) Nyala oksidasi
Nyala oksidasi digunakan untuk memotong logam.

Prosedur menyalakan api oksi asetilena adalah sebagai berikut:
1) Tutup semua katup, meliputi katup pembakar, katup regulator dan katup silinder.
2) Buka katup silinder dan atur tekanannya sesuai dengan keperluan
3) Memilih ukuran tip yang sesuai kemudian memasangnya pada pembakaran.
4) Membuka katup asetilena sedikit .
5) Menyalakan asetilena dengan korek api las; jangan sekali-kali menggunakan korek api lain.
6) Lanjutkan membuka katup asetilena perlahan-lahan sehingga tidak ada jarak antara nyala api dengan ujung tip dan nyala api berasap tipis.
Setelah mendapatkan nyala api awal campuran antara asetilena dengan udara luar, maka selanjutnya dilakukan pengaturan nyala api yang sesuai dengan tiga jenis nyala api sebagai berikut:
1) Nyala karburasi, untuk mendapatkan nyala karburasi, bukalah katup oksigen pembakar perlahan-lahan sehingga nyala api yang semula berwarna merah berangsur-angsur berubah memutih dan menjadi 3 bagian, yaitu nyala inti, nyala ekor, dan nyala luar. Apabila katup oksigen masih dibuka terus, nyala ekor akan semakin pendek. Sebelum nyala ekor mencapai panjang 1 kali nyala inti, dinamakan nyala karburasi.
2) Nyala netral, untuk mendapatkan nyala netral teruskan membuka katup pembakar perlahan-lahan sehingga nyala ekor tepat berhenti pada nyala inti.
3) Nyala oksidasi, diperoleh dengan melanjutkan membuka katup oksigen pembakar sehingga nyala inti semakin pendek, bentuknya runcing dan berwarna jernih.

Mematikan nyala api dilakukan dengan cara menutup katup asetilena pembakar. Setelah api mati, tutup katup oksigen pembakar selanjutnya untuk membuang sisa gas, dengan mengikuti prosedur berikut ini :
1) Tutup katup silinder
2) Buang sisa gas melalui katup pembakar sehingga jarum pada manometer regulator menunjukkan angka nol, kemudian tutup lagi katup tersebut.
3) Tutuplah katup-katup regulator melalui baut pengatur regulator.


Penting..Simbol Dan Istilah Pengelasan Buat SMK

SIMBOL DAN ISTILAH PENGELASAN
a. Simbol pengelasan
Simbol pengelasan berfungsi sebagai petunjuk dalam pekerjaan pengelasan, sehingga hasil pengelasannya sesuai dengan perintah. Gambar 4.02, 4.03, 4.04, dan 4.05 berikut ini menjelaskan tentang macam-macam simbol pengelasan :
 Penting..Simbol Dan Istilah Pengelasan Buat SMK
 Penting..Simbol Dan Istilah Pengelasan Buat SMK
 https://halimlanjut.blogspot.com/
  Penting..Simbol Dan Istilah Pengelasan Buat SMK

b. Istilah pengelasan
Industri pengelasan mempunyai istilah tersendiri dalam mengkomunikasikan informasi diantara welder, setiap orang yang terlibat dalam bidang pengelasan menggunakan bahasa dan istilah yang sama, sehingga mereka dapat menginterpretasikan dan memahami pekerjaan sesuai dengan tuntutan .
Gambar 4.06, berikut ini contoh bermacam-macam sambungan dan pengelasan tipe sambungan tumpul (butt joint):
 Penting..Simbol Dan Istilah Pengelasan Buat SMK

Gambar 4.07 dan 4.08 berikut ini menjelaskan istilah pengelasan pada sambungan tumpul dan sambungan sudut.
  Penting..Simbol Dan Istilah Pengelasan Buat SMK

  Penting..Simbol Dan Istilah Pengelasan Buat SMK

c. Review
Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini secara singkat dan jelas !
1. Jelaskan fungsi simbol dalam pengelasan !
2. Jelaskan arti simbol pengelasan pada sambungan sudut (fillet joint) !
3. Jelaskan arti simbol pengelasan pada sambungan tumpul (butt joint) !
4. Jelaskan arti simbol pengelasan pada sambungan tepi dan sudut luar !
5. Jelaskan istilah pengelasan pada sambungan tumpul (butt joint) !
6. Jelaskan istilah pengelasan pada sambungan sudut (fillet joint) !

Soal Dan Pembahasan Materi Dasar Listrik Teknik Pengelasan SMK Penting Banget...

1. Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya arus listrik adalah …
a. Ohmmeter
b. Voltmeter
c. Termometer
d. Amperemeter
Answer : D

2. Alat ukur yang secara spesifik dapat dipakai untuk mengukur besarnya tegangan pada suatu sumber disebut …
a. Multimeter
b. Voltmeter
c. Venturimeter
d. Frekuensi meter
Answer : B

3. Larutan yang digunakan untuk mengisi akumulator bernama asam sulfat. Dalam rumus kimia, larutan ini bernama …
a. H2 SO4
b. Fe
c. Na Cl
d. NH3 COOH
Answer : A

4. Hasil perbandingan antara tegangan listrik dengan arus listrik disebut …
a. Hambatan listrik
b. Frekuensi listrik
c. Reaktansi induktif
d. Energi listrik
Answer : A

5. Pembangkit listrik yang menggunakan air sebagai penggerak generatornya sering disebut …
a. PLTU
b. PLTA
c. PLTS
d. PLTN
Answer : B

6. Cara memasang amperemeter pada rangkaian listrik ialah secara …
a. Paralel
b. Seri
c. Seri – paralel
d. Paralel – seri
Answer : B

7. Cara memasang voltmeter pada rangkaian listrik ialah secara …
a. Paralel
b. Seri
c. Seri – paralel
d. Paralel – seri
Answer : A

8. Alat yang digunakan untuk mengukur daya listrik bernama …
a. Frekuensi meter
b. Wattmeter
c. Mili amperemeter
d. Venturimeter
Answer : B

9. Alat yang terpasang pada rumah-rumah dan digunakan untuk mengethui jumlah pemakaian atau konsumsi daya listrik disebut …
a. Termis
b. AVO meter
c. KWH meter
d. Barometer
Answer : C

10. Di bawah ini merupakan tokoh yang terkenal dalam penemuan di dunia kelistrikan kecuali …
a. Nicola Tesla
b. Thomas Alva Edison
c. Michel Georg Ohm
d. B. J. Habibie
Answer : D

11. Di bawah ini merupakan pernyataan yang benar tentang energi listrik adalah …
a. Energi listrik tidak dapat diubah ke bentuk energi yang lain
b. Energi listrik tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan dan dipelajari
c. Energi listrik sukar untuk diciptakan
d. Energi listrik dapat dimusnahkan
Answer : B

12. Berikut yang merupakan contoh dari elemen primer adalah …
a. Baterai
b. Akumulator
c. Baterai charge
d. Aki
Answer : A

13. Arus listrik yang memiliki getaran setiap satuan waktu disebut arus …
a. Searah
b. DC
c. Bolak-balik
d. Sejajar
Answer : C

14. Alat yang dapat mengubah energi mekanik menjadi energi listrik disebut …
a. Generator
b. Akumulator
c. Transistor
d. Motor listrik
Answer : A

15. Salah satu contoh kecil dari perubahan enrgi listrik menjadi energi kalor dapat ditemui pada …
a. Kipas angin
b. Setrika
c. Blender
d. Lampu TL
Answer : B

16. Ketika lampu pijar menyala, maka terjadi perubahan energi listrik menjadi energi …
a. Kalor
c. Cahaya
d. Gerak
e. Cahaya dan kalor
Answer : A

17. Pembangkit listrik yang menggunakan energi nuklir sebagai penggerak generatornya disebut …
a. PLTU
b. PLTA
c. PLTN
d. PLTK
Answer : C

18. Alat yang digunakan untuk mengukur besarnya frekuensi listrik pada suatu sumber tegangan disebut …
a. Frekuensi meter
b. F meter
c. Multimeter
d. AVO meter
Answer : A

19. Besarnya frekuensi listrik yang ditetapkan di Indonesia ialah sebesar …
a. 55 Hertz
b. 60 Hertz
c. 50 Hertz
d. 45 Hertz
Answer : C

20. Di bawah ini yang bukan salah satu jenis muatan listrik adalah …
a. Proton
b. Elektron
c. Neutron
d. prestone
Answer : D

21. Coulomb merupakan satuan dari …
a. Muatan listrik
b. Daya listrik
c. Energi listrik
d. Hambatan listrik
Answer : A

22. Di bawah ini pernyataan yang benar mengenai muatan listrik kecuali …
a. Sebuah benda akan bermuatan negatif apabila benda tersebut kelebihan elektron
b. Sebuah benda akan bermuatan positif apabila benda tersebut kelebihan elektron
c. Dua buah benda akan saling tolak-menolak apabila kedua benda tersebut memiliki jenis muatan yang
d. Sebuah benda akan bermuatan netral apabila jumlah proton dengan neutronnya sama
Answer : B

23. “Besarnya gaya tarik menarik atau tolak menolak pada suatu benda akan berbanding lusrus dengan besarnya konstanta, muatan pada masing-masing benda dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda tersebut” Pernyataan ini merupakan intisari dari hukum …
a. Coulomb
b. Ohm
c. Tesla
d. Relativitas
Answer : A

24. Di bawah ini merupakan contoh dari benda yang dapat menghantarkan arus listrik kecuali …
a. Besi
b. Baja
c. Air
d. PVC
Answer : D

25. Gaya tarik-menarik ataupun tolak-menolak dari dua buah benda yang bermuatan disebut…
a. Gaya magnet
b. Gaya Coulomb
c. Gaya Lorentz
d. Gaya gravitasi
Answer : B

26. Sebatang kaca yang semulanya netral, setelah digosok dengan kain sutra maka akan menjadi bermuatan …
a. Positif
b. Negatif
c. Semi positif
d. Tetap netral
Answer : A

27. Listrik yang dapat bergerak atau mengalir dari potensial tinggi ke postensial renda disebut …
a. Listrik statis
b. Listrik dinamis
c. Listrik positif
d. Listrik negatif
Answer : B

28. Besarnya hambatan suatu penghantar berbanding lurus dengan panjang kawat dan berbanding terbalik dengan …
a. Luas penampang kawat
b. hambatan jenis kawat
c. Kekuatan kawat
d. Massa kawat
Answer : A

29. Resistor yang disusun secara seri maka nila hambatannya akan semakin …
a. Besar
b. Kecil
c. Tetap seperti semula
d. jawaban a, b, dan c benar
Answer : A

30. Resistor yang disusun secara paralel maka nilai hambatannya akan semakin …
a. Besar
b. Kecil
c. Tetap seperti semula
d. jawaban a, b, dan c benar
Answer : B

31. Arus listrik dapat terjadi karena adanya …
a. Perpindahan elektron dari tempat yang memiliki beda potensial tinggi ke tempat yang memiliki beda potensial rendah
b. Perpidahan kalor pada kawat penghantar ketika diberi tegangan
c. Hambatan yang terjadi pada kawat penghantar
d. Semua jawaban salah
Answer : A

32. Ketika pengisian akumulator terjadi perubahan energi dari … menjadi …
a. Panas menjadi listrik
b. Listrik menjadi kimia
c. Kimia menjadi listrik
d. Listrik menjadi panas
Answer : B

33. Ketika pengosongan akumulator terjadi perubahan energi dari … menjadi …
a. Panas menjadi listrik
b. Listrik menjadi kimia
c. Kimia menjadi listrik
d. Listrik menjadi panas
Answer : C

34. Salah satu contoh dari sumber energi listrik adalah kecuali …
a. Baterai
b. akumulator
c. Elemen volta
c. Kapasitor
Answer : C

35. Tokoh yang pertama kali menemukan akumulator ialah …
a. Alessandro Volta
b. Thomas Alva Edison
c. James Watt
d. Nicola Tesla
Answer : A

36. Papan sirkuit yang digunakan untuk meletakan komponen elektronika dan listrik disebut …
a. PCB
b. PBC
c. PCC
d. PVC
Answer : A

37. Komponen yang digunakan untuk menyimpan energi listrik selama beberapa waktu dan disertai dengan reaksi kimia disebut …
a. Aki
b. Kapasitor
c. Transistor
d. Dioda
Answer : A

38. Komponen yang digunakan untuk menyimpan energi listrik selama beberapa waktu tanpa disertai dengan reaksi kimia disebut …
a. Aki
b. Kapasitor
c. Transistor
d. Dioda
Answer : B

39. Komponen yang sering digunakan untuk membuat lampu lalu lintas dan memiliki warna cahaya yang beragam disebut …
a. Lampu pijar
b. Lampu TL
c. LED
d. Neon
Answer : C

40. Alat yang digunakan untuk menaikan tegangan listrik bernama …
a. Transformator step down
b. Transformator step up
c. Trafo
d. Dinamo
Answer : B

41. Alat yang digunakan untuk menurunkan tegangan listrik bernama …
a. Transformator step down
b. Transformator step up
c. Trafo
d. Dinamo
Answer : A

42. Trafo step up memiliki jumlah lilitan primer yang … dari lilitan sekunder.
a. Lebih banyak
b. Lebih sedikit
c. Sama
d. Sejajar
Answer : B

43. Trafo step down memiliki jumlah lilitan sekunder yang … dari lilitan primer.
a. Lebih banyak
b. Lebih sedikit
c. Sama
d. Sejajar
Answer : B

44. Dinamo yang terpasang pada roda sepeda akan menghasilkan arus …
a. Searah
b. Bolak-balik
c. Kuat
d. lemah
Answer : A

45. Generator yang menghasilkan arus AC biasa disebut dengan …
a. Alternator
b. Dinamo
c. Akumulator
d. Elemen AC
Answer : A

46. 1. Kecepatan perubahan fluks magnetik
2. Jumlah lilitan
3. Besar tegangan
4. Kuat medan magnet
Dari data di atas, yang memengaruhi besarnya GGL induksi adalah …
a. 1, 2, dan 3
b. 1 dan 2 saja
c. 3 saja
d. 1, 2, dan 4
Answer : D

47. Di bawah ini alat yang tidak menerapkan prinsip induksi elektromagnetik adalah …
a. Generator
b. Dinamo
c. Transistor
d. Transformator
Answer : C

48. Yang bukan contoh dari peggunaan transformaor adalah pada …
a. Catu daya
b. Adaptor
c. Instalasi transmisi daya listrik jarak jauh
d. Rangkaian lampu kedip
Answer : D

49. Alat yang dapat mengatur besarnya tegangan output sesuai yang diinginkan bernama …
a. Power supply
b. Autotrafo
c. Amperemeter
d. Konduktor
Answer : B

50. Fungsi utama adaptor adalah untuk …
a. Menyearahkan arus dan menurunkan tegangan
b. Menyearahkan arus dan menaikan tegangan
c. Mengubah jenis arus
d. Menambah besar tegangan listrik
Answer : A

Sunday, March 22, 2020

Pemasangan Bagian-bagian Utama Las OAW: Regulator, Pembakar, Pemeriksaan Sambungan, Review Materi Dan Pembahasan Soal

Pemasangan dan pengecekan sambungan peralatan utama yang digunakan pada pengelasan sangat penting dilakukan para pekerja las. 

A. Pemasangan Bagian-bagian Utama Las Oksi Asetilena 
Bagian-bagian utama yang akan dipasang/dirangkai adalah :
1) Silinder/tabung oksigen
2) Silinder/tabung asetilena
3) Regulator oksigen & Regulator asetilena
4) Slang oksigen dan Slang asetilena
5) Pembakar las
6) Tip/mulut pembakar
Peralatan yang digunakan untuk memasang atau merangkai bagian-bagian utama  las oksi asetilena tersebut adalah :
a) Kunci inggris atau kunci pas dengan ukuran yang sesuai
b) Kunci sok pembuka katup silinder
c) Obeng untuk melonggarkan dan mengencangkan klem slang.
d) Cara  pemasangan  bagian-bagian  tersebut  dapat dipelajari pada uraian berikut.
 Pemasangan Regulator OAW
Pemasangan regulator oksigen pada silinder oksigen dapat dilihat gambar 3.02 sebagai berikut: Pada kepala silinder oksigen terdapat mur berulir untuk menempatkan regulator oksigen , sedangkan pada regulator oksigen terdapat baut berulir yang digunakan untuk menyambungkan regulator dengan silinder oksigen. Sebelum memasang regulator oksigen pada silinder oksigen disarankan membuka sebentar (“1/2 detik) katup Silinder oksigen.

Pembukaan silinder diperlukan untuk membuang debu atau kotoran lain yang terdapat di dalam mur berulir. Ulir yang terdapat pada mur kepala silinder dan baut regulator adalah ulir kanan sehingga untuk mengencangkannya diputar searah jarum jam. Untuk pemasangannya baut regulator dimasukan ke dalam mur kepala silinder secara lurus kemudian diputar searah jarum jam dengan menggunakan tangan sampai kencang hingga (tangan tidak mampu mengencangkan lagi). Untuk lebih mengencangkannya dapat digunakan kunci inggris atau pas dengan ukuran yang sesuai.

Pemasangan regulator asetilena pada silinder asetilena hampir sama dengan pemasangan regulator oksigen pada silinder oksigen, Perbedaannya, regulator asetilena dan silinder asetilena mempunyai ulir kiri sehingga pada waktu mengencangkan diputar berlawanan arah jarum jam seperti pada gambar 3.03.
 Pemasangan slang las
Pemasangan slang las pada regulator adalah sebagai berikut: Longgarkan klem slang pada ujung slang las dengan obeng, kemudian masukkan pada saluran gas lalu tekan sambil diputar ke kanan dan ke kiri secara bergantian sampai pada pangkal saluran.

Apabila pada saat memasukkan slang las terlalu berat, saluran asetilena dapat diolesi sabun untuk melicinkan masuknya slang. Setelah slang las berada pada tempatnya, kencangkan baut klem dengan memutarnya searah jarum jam menggunakan obeng.
Setelah slang las oksigen dan asetilena selesai dipasang pada ujung yang satu, maka ujung yang lain dipasangkan pada pembakar. Langkah pemasangannya dapat di lihat pada gambar 3.04 berikut ini :
 Memasang Pembakar
Bersihkan debu atau kotoran lain yang terdapat pada slang las dengan cara : memutar roda tangan/katup pemutar silinder (bila tidak ada roda tangan dapat menggunakan kunci sok) berlawanan arah jarum jam kurang lebih satu putaran. Kemudian putarlah baut pengatur regulator searah jarum jam sampai gas keluar dari ujung slang las dan menghembus kotoran yang terdapat di dalam slang, selanjutnya putar kembali baut pengatur regulator berlawanan arah jarum jam sehingga tidak ada gas yang keluar dari slang dan tutup kembali katup silinder oksigen.

Setelah slang las bebas dari kotoran pembakar dipasang pada kedua ujungnya, ujung slang las oksigen harus dipasang pada saluran oksigen.

Mur pada ujung slang las oksigen dimasukkan pada saluran oksigen pembakar secara lurus, kemudian diputar searah jarum jam dengan menggunakan tangan tangan sampai kencang.
Untuk lebih mengencangkannya dapat menggunakan kunci inggris atau kunci pas dengan ukuran yang sesuai. Pemasangan slang setilin pada pembakar tidak berbeda dengan pemasangan siang slang oksigen. Mur pada ujung slang asetilena dimasukkan pada saluran Asetilena pembakar secara lurus kemudian diputar berlawanan arah jarum jam sampai kencang, dilanjutkan dengan menggunakan kunci inggris atau kunci pas.
Mulut pembakar dimasukkan secara lurus ke dalam lubang pembakar, kemudian diputar searah jarum jam sampai penuh. Pada umumnya pemasangan mulut pembakar hanya dilakukan dengan mengunakan tangan dan tidak menggunakan kunci inggris atau alat pengencang yang lain (gambar 3.05).
 Memasang TIP las OAW
B. Pemeriksaan Sambungan
Secara keseluruhan pemasangan bagian-bagian utama las oksi asetilena telah selesai, namun demikian instalasi las tersebut masih belum dapat digunakan karena belum dijamin keamanannya, mungkin masih ada kebocoran pada sambungan. Kebocoran gas terutama asetilena sangat membahanyakan; gas asetilena sangat mudah terbakar dan meledak. Oleh karena itu, sebelum digunakan instalasi las harus diperiksa sambungan-sambungannya dari kemungkinan bocor. Sambungan-sambungan yang perlu diperiksa terlihat seperti pada gambar 3.06 berikut ini:
1) Silinder dengan regulator
2) Regulator dengan slang las
3) Slang las dengan pembakar
4) Pembakar dengan tip/mulut pembakar.
 memeriksa sambungan Las OAW
Cara memeriksa sambungan adalah sebagai berikut :
1) Memutar roda putar katup silinder oksigen atau dengan kunci sok berlawanan arah jarum jam sebanyak 1 s.d. 1½ putaran hingga jarum Manometer tekanan isi menunjuk angka tertentu, sesuai dengan tekanan isi silinder. Kemudian putar baut pengatur regulator oksigen searah jarum jam sampai jarum pada Manometer tekanan kerja menunjuk angka 50 kpa atau senilai, demikian juga untuk silinder dan regulator Asetilena.

2) Oleskan air sabun pada setiap sambungan dengan menggunakan kuas. Bocoran gas dapat diketahui dari adanya gelembung-gelembung air sabun pada sambungan, bahkan jika kebocoran cukup besar akan ditemui bunyi berdesis seperti pada gambar 3.07
 kebocoran sambungan las
Apabila terjadi kebocoran hendaknya mur penghubung atau klem slang dikencangkan lagi dengan menggunakan alat yang sesuai, dan periksalah kembali.

Pemasangan bagian-bagian utama las oksi asetilena dapat dikatakan selesai apabila pada instalasi las oksi asetilena tidak ada kebocoran, yang artinya instalasi las oksi asetilena aman dipakai.

C. Review
Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah dengan singkat, jelas dan benar.
Pertanyaan :
1. Tuliskan alat-alat yang perlu dipersiapkan untuk memasang bagian-bagian las oksi asetilena !.
2. Tuliskan alat dan bahan yang digunakan untuk memeriksa sambungan dari kebocoran !.
3. Sebutkan sambungan-sambungan apa saja yang mungkin mengalami kebocoran dan perlu diperiksa ?.
4. Uraikan cara pemeriksaan sambungan !.
5. Tuliskan tanda-tanda adanya kebocoran pada sambungan !.
6. Bagaimana menghindari terjadinya kebocoran pada sambungan !.

D. Lembar jawaban
1. Alat yang perlu dipersiapkan untuk pemasangan adalah :
a. Kunci inggris atau kunci pas dengan ukuran yang sesuai
b. Kunci sok pembuka katup silinder
c. Obeng untuk melonggarkan dan mengencangkan klem slang.
2. Alat dan bahan yang digunakan untuk memeriksa sambungan dari kebocoran :
a. Kuas
b. Sabun
3. Sambungan-sambungan yang mungkin bocor dan perlu diperiksa adalah :
a. Silinder dengan regulator
b. Regulator dengan slang las
c. Slang las dengan pembakar
d. Pembakar dengan tip/mulut pembakar.
4. Cara pemeriksaan sambungan adalah :
Oleskan air sabun pada setiap sambungan dengan menggunakan kuas. Bocoran gas dapat diketahui dari adanya gelembung-gelembung air sabun pada sambungan, bahkan jika kebocoran cukup besar akan ditemui bunyi berdesis.
5. Tanda-tanda adanya kebocoran pada sambungan adalah :
Bocoran gas dapat diketahui dari adanya gelembung-gelembung air sabun pada sambungan, bahkan jika kebocoran cukup besar akan ditemui bunyi berdesis.
6. Cara menghindari terjadinya kebocoran pada sambungan adalah sebagai berikut :
Apabila terjadi kebocoran hendaknya mur penghubung atau klem slang dikencangkan lagi dengan menggunakan alat yang sesuai (kunci pas atau kunci Inggris).





Peralatan Bantu Las OAW: Penjepit, Sikat baja, Alat Pembuatan Kampuh, Review Dan Pembahasan Soal Materi Las OAW Lengkap..

Diantara  Peralatan Bantu yang sering digunakan las OAW/TPOA dan bisa digunakan untuk las lainnya antara lain:
1)Penjepit
Penggunaan penjepit pada pengelasan sangat bermanfaat, gunanya adalah untuk menjepit benda pekerjaan yang panas akibat pengelasan.
Dalam pengelasan bukan hanya terdapat benda-benda berbentuk datar saja, namun ada benda benda yang berbentuk bulat. Hal ini memerlukan bentuk mulut penjepit yang berbeda seperti dilihat pada gambar 2.18.
 Tang Penjepit

Bentuk mulut penjepit ada 3 macam yaitu :
a)mulut bulat, berfungsi untuk menjepit benda-benda yang bulat
b)mulut datar, berfungsi untuk menjepit benda-benda yang berbentuk datar
c)mulut serigala, berfungsi untuk benda datar maupun bentuk lainnya, karena daya cengkramnya lebih kuat dibandingkan dengan dua jenis penjepit di atas.

2)Sikat baja
Fungsi sikat baja adalah untuk membersihkan kotoran yang terdapat pada permukaan benda kerja. Kotoran yang berada di permukaan benda kerja adalah karat, lapisan oksida dan terak yang dihasilkan dari pengelasan.Sikat baja terbuat dari kayu dan kawat baja seperti pada gambar 2.19.
 Sikat Baja
3) Alat Pembuatan Kampuh
Untuk membuat kampuh pada umumnya dilakukan dengan cara:
Mengikir
Menggerinda
Mengampuh dengan nyala gas secara otomatis dan manual


Review Materi
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut secara singkat, jelas dan benar.
Pertanyaan :
1. Tuliskan nama delapan komponen yang termasuk dalam kelompok peralatan utama las oksi asetilena.
2.Tuliskan empat fungsi regulator las oksi asetilena
3.Uraikan perbedaan antara regulator oksigen dan regulator asetilena.!
4.Tuliskan  nama  alat  bantu  yang  perlu  dipersiapkan  sebelum melaksanakan kegiatan praktek las oksi asetilena
5.Tuliskan minimum tiga alasan memilih ukuran mulut pembakar/tip.!
6.Tuliskan fungsi ekonomiser.!

Lembar jawaban
1.Peralatan utama las oksi asetilena :
a.Silinder oksigen
b.Silinder Asetilena/generator asetilena
c.Selang gas oksigen dan asetilena
d.Regulator/manometer oksigen
e.Regulator/manometer asetilena
f.Brander las atau pembakar las
g.Tip atau mulut pembakar
h.Ekonomiser

2.Empat fungsi regulator :
a.Untuk mengetahui tekanan isi silinder
b.Untuk menurunkan tekanan isi menjadi tekanan kerja
c.Untuk mengetahui tekanan kerja
d.Untuk menjaga tekanan kerja agar tetap konstan.

3.Perbedaan antara regulator oksigen dan regulator asetilena terdapat pada :
a.Tekanan isi botol oksigen 200 sd. 350 kg/cm² dan tekanan kerja antara 20 sd. 30 kg/cm²
b.Tekanan isi botol asetilena 20 sd. 35 kg/cm² dan tekanan kerja antara 2 sd. 3,5 kg/cm²
c.Regulator oksigen berulir kanan.
d.Regulator asetilena berulir kiri dan pada mur penyambung ada tanda coakan.

4.Alat bantu yang perlu dipersiapkan pada saat pengelasan adalah:
a.Smittang
b.Sikat baja
c.Palu pena
d.Jarum pembersih tip

5.Tiga alasan memilih tip/pembakar las
a.Tebal bahan yang akan dilas
b.Jenis bahan yang akan dilas
c.Proses pengelasan

6.Fungsi ekonomiser adalah sebagai berikut :
a.Untuk menghemat waktu
b. Untuk menghemat gas, terutama dalam pengelasan yang terhenti–henti
c. Memadamkan nyala pembakar, jika pembakar diletakkan pada kait.
d. Untuk mencegah terjadinya nyala balik.


Selama proses pengelasan, adakalanya saluran gas pada mulut pembakar tersumbat. Untuk itu diperlukan alat pembersih. Dengan menggunakan jarum pembersih diharapkan lubang pada mulut pembakar tidak bertambah lebar. Mulut pembakar yang bersih akan menghasilkan pekerjaan yang baik.

Saturday, March 21, 2020

PEMBELAJARAN DARING II MAPEL TPOA/OAW "Menentukan Peralatan Las, Pengesetan Dan Barang-Barang Yang Digunakan"

KEGIATAN BELAJAR 2
(PEMBELAJARAN  DARING  II  TANGGAL  23 S/D 27 MARET 2020)
MENENTUKAN PERALATAN LAS,  PENGESETAN DAN BARANG-BARANG 
YANG DIGUNAKAN

Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar elemen ini, Anda akan dapat:
1. Menyiapkan peralatan kerja untuk persiapan penyambungan dengan las
2. Mengelas catat (tack weld) benda kerja pada jarak-jarak tertentu.
3. Menjelaskan posisi benda kerja pada setiap posisi pengelasan
3. Menjelaskan posisi sudut pembakar dan kawat las pada setiap teknik  pengelasan.

Uraian Materi
A. Peralatan Kerja 
Di dalam persiapan-persiapan penyambungan dengan las, harus dilakukan persiapan yang benar. Dengan persiapan-persiapan yang benar dan baik membuat pekerjaan  juru las menjadi ringan. Persiapan meliputi pekerjaan penyambungan, misalnya meratakan permukaan bagian atas dan bagian bawah sambungan. Dalam pengelasan penyetelan celah, sudut atau jarak adalah suatu hal yang diperlukan. Maka mulailah dengan persiapan-persiapan yang benar pada sudut-sudutnya dan meluruskan sebelum pengelasan dimulai. Kelurusan dan kerataan permukaan harus dijaga selama proses pengelasan berlangsung.
Benda kerja harus diikat untuk mencegah pemuaian akibat panas, terjadinya perubahan bentuk (distorsi).  Alat penjepit harus terpasang kuat agar tidak bergerak maupun berubah posisi, karena bila demikan dapat mengubah posisi benda las akibat pemuaian sewaktu mengelas; hal ini akan serius bila terjadi pada benda baja tahan karat. Jadi kalau perlu dalam penyambungan dua benda, bagian bawah benda tersebut diberikan alat bantu untuk menjaga kerataan benda las tersebut. Alat bantu ini bisa dari pelat tembaga setebal ½" yang diikat kuat pada bagian bawah sambungan pengelasan. Hal ini sangat membantu sekali karena pelat tembaga ini dapat menerima dan menahan panas atau percikan – percikan las seperti terlihat pada gambar 3.1

 Pengesetan sambungan tumpul
Cara lain untuk menghindari perubahan bentuk, dipakai alat pengikat benda kerja dengan satu sistem, yaitu yang disebut sistem las catat (tack weld)
B. Las Catat (Tack Weld)
Las catat adalah las kecil atau pendek yang digunakan sebagai pengikat bagian-bagian yang akan disambungkan atau dilas.
Las catat sangat penting untuk mempertahankan kedudukan bagian-bagian sambungan, agar pada saat pengelasan dapat mengurangi perubahan bentuk.
1. Ukuran las catat 
a) Las catat pada ujung sambungan, panjangnya 3 s.d 4 kali tebal bahan, maksimum 3,5 cm
b) Las catat yang berada ditengah-tengah sambungan panjangnya 2 s.d 3 kali tebal bahan, maksimum 3,5 mm.
c) Las catat pada pelat-pelat tipis dibuat lebih kecil tetapi jumlahnya agak banyak.

2. Jarak las catat
Jarak las catat yang satu terhadap yang lain harus sama seperti ditunjukkan pada gambar 3.2 ,  panjang jarak tersebut adalah :
a) Tebal bahan di atas 3 mm, jaraknya ± 150 mm, dengan ketentuan setiap penambahan tebal 1 mm, jaraknya ditambah 25 mm dengan jarak maksimum tidak boleh lebih dari 600 mm.
b) Tebal pelat sampai 1,5 mm, jaraknya ± 40 mm.
c) Tebal pelat 1,5 s.d 3 mm, jaraknya ± 50 mm.
d) Untuk sambungan las sudut, jaraknya dapat dibuat dua kali ketentuan di atas. 
 Jarak las catat

C. Posisi Pengelasan
1. Posisi Bawah Tangan 
Posisi bawah tangan adalah benda kerja terletak di atas bidang datar dan proses pengelasan berlangsung di bawah tangan. Untuk mengelas baja lunak besar sudut posisi arah memanjang (searah sambungan ) untuk pembakar 60o – 70o dan kawat las 30o – 40o terhadap permukaan benda kerja, untuk arah melintang pembakar dan kawat las 90O terhadap permukaan benda kerja (lihat gambar 3.1 dan 3.2).
  
Mengelas  Posisi Bawah Tangan

2.  Posisi Mendatar (Horizontal)
Posisi mendatar ;  benda kerja berdiri tegak, posisi sambungan mendatar (horizontal) pengelasan berjalan arah mendatar. Untuk mengelas baja lunak besar sudut pembakar   600 – 700 terhadap garis horizontal dan sudut samping pembakar antara 800 – 900 terhadap bidang bawah (lihat gambar 3-3 dan 3-4)

 mengelas posisi mendatar

3.  Posisi Tegak (Vertikal)
Benda kerja berdiri tegak, posisi sambungan tegak (vertikal), pengelasan berjalan tegak arah naik atau turun. Untuk mengelas baja lunak besar sudut pembakar 0 – 10o terhadap garis horizontal dan sudut samping pembakar 90o (sambungan tumpul), sudut samping pembakar  untuk sambungan sudut 45o, sudut kawat las sambungan sudut maupun sambungan tumpul  30o – 40o terhadap permukaan benda kerja. Gerakan pembakar dan bahan pengisi ke arah atas atau ke arah bawah lihat gambar 3.5
 mengelas posisi tegak
4.    Posisi Atas Kepala (Over head)         
Posisi atas kepala; benda kerja /bagian yang akan dilas menghadap ke bawah, pengelasan dilakukan dari bawah. Besar sudut pembakar 0 – 10o terhadap garis tegak dan segaris dengan garis sambungan pengelasan  (sambungan tumpul), untuk sambungan sudut ; sudut samping pembakar 45o, sudut kawat las sambungan tumpul maupun sambungan sudut 30o – 40o terhadap permukaan benda kerja (lihat gambar 3-6).   

Mengelas Posisi Atas Kepala (Over head)
D. Teknik Pengelasan
1  Teknik Las Arah Kiri (Left ward Welding)                                                                                 
Teknik pengelasan  arah  kiri, pembakar  bergerak  dari  kanan  ke kiri apabila pembakar dipegang  oleh  tangan kanan.   Teknik mengelas arah kiri terutama dipergunakan untuk mengelas bahan baja yang tebalnya sampai 4,5 mm. Cara ini dipergunakan untuk mengelas besi tuang dan bahan – bahan non ferro. Ayunan las melingkar atau setengah lingkaran. Sudut pembakaran las 60 – 70 derajat, sudut kawat las 30 – 40 derajat terhadap garis sambungan (lihat gambar).


 Teknik Las Arah Kiri (Left ward Welding)
2. Teknik Las Arah Kanan (Rightward Welding)
Pembakar bergerak dari kiri ke kanan, bila pembakar dipegang oleh tangan kanan. Cara ini dianjurkan untuk mengelas baja yang tebalnya 5 mm ke atas. Posisi sudut pembakar las 400 – 500, sudut kawat las 300 – 400 terhadap garis sambungan. Sudut pembakar lebih kecil atau miring maksudnya untuk menahan cairan yang mengalir supaya tidak mendahului pengelasan.  Pengelasan arah kanan biasanya hanya dilakukan pada logam baja dan dianjurkan untuk mengelas posisi tegak dan atas kepala.

 Teknik Las Arah Kanan (Rightward Welding)

Rangkuman
Persiapan meliputi pekerjaan penyambungan, misalnya meratakan permukaan bagian atas dan bagian bawah sambungan. Dalam pengelasan penyetelan celah, sudut atau jarak adalah suatu hal yang diperlukan. Maka mulailah dengan persiapan-persiapan yang benar pada sudut-sudutnya dan meluruskan sebelum pengelasan dimulai. Kelurusan dan kerataan permukaan harus dijaga selama proses pengelasan berlangsung.
1.   Benda kerja harus diikat untuk mencegah pemuaian akibat panas, terjadinya perubahan bentuk (distorsi).  Alat penjepit harus terpasang kuat agar tidak bergerak maupun berubah posisi,
2.      Las catat sangat penting untuk mempertahankan kedudukan bagian-bagian sambungan, agar pada saat pengelasan dapat mengurangi perubahan bentuk.
Ukuran panjang las catat 
a)   Pada ujung sambungan 3 s.d. 4 kali tebal bahan
b) Ditengah-tengah sambungan 2 s.d. 3 kali tebal bahan, 
c) Maksimum panjangnya 35 mm.
Jarak las catat yang satu terhadap yang lain harus sama
3.     Posisi pengelasan:
a) Posisi bawah tangan
b) Posisi mendatar
c) Posisi tegak
d) Posisi atas kepala
4.     Teknik Pengelasan
a) Arah kanan (maju)
b) Arah kiri (mundur)

Tes Formatif / TUGAS DARING  II
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat, jelas dan benar.

Pertanyaan
1. Tuliskan pekerjaan persiapan sebelum pengelasan dimulai.
2. Jelaskan fungsi las catat (tack weld).
3. Tuliskan jumlah dan ukuran las catat apabila tebal bahan 2 mm, panjang   150 mm.
4. Tuliskan empat macam posisi pengelasan, lengakapi dengan istilah lain  (inggris). 
5. Jelaskan kedudukan benda kerja dan proses pengelasan dari ke empat posisi tersebut.
6. Tuliskan kegunaan teknik mengelas arah kiri dan arah kanan. 

PEMBELAJARAN DARING 1 MAPEL TPOA/OAW "Menghubungkan Dan Mengeset Peralatan Pengelasan"

KEGIATAN BELAJAR 1
PEMBELAJARAN  DARING  1 MAPEL TPOA/OAW
MENGHUBUNGKAN DAN MENGESET PERALATAN PENGELASAN
Kegiatan Belajar Dalam Jaring (Daring) ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Satuan Pendidikan SMKN 1 Duduksampeyan Gresik, Pelaksanaan Daring I dilakukan mulai tanggal 16 s/d 20 Maret 2020

Tujuan Kegiatan Pemelajaran
Setelah menyelesaikan kegiatan belajar elemen ini, Anda akan dapat 
1. Menyiapkan silinder oksigen dan asetilena
2. Melaksanakan pemasangan regulator pada silinder asetilena dan oksigen.
3. Melaksanakan pemasangan selang las sesuai prosedur
4. Melaksanakan pemasangan pemegang brander ke selang las dan mulut pembakar.

Uraian Materi
A.  Menyiapkan silinder oksigen dan asetilena
Tempatkan silinder oksigen dan asetilena terikat pada dinding atau pada kereta dorong di tempat yang aman.
 Silinder Oksigen Las OAW
B. Pemasangan regulator
Sebelum memasang regulator pada tiap silinder, katup silinder dibuka sebentar dan tutup kembali agar lubang dan ulir bebas dari debu.
 Pemasangan regulator
Pasang regulator pada masing- masing silinder. 
C.    Pemasangan selang
 Pemasangan selang
Hubungkan selang pada pipa pengeluaran dari regulator, dan kencangkan ikatan dengan kunci pas.
Bersihkan debu dari dalam selang dengan cara mengalirkan gas ke selang
D. Pemasangan  brander pembakar
 Pemasangan  brander pembakar
Pasang ujung selang las pada pembakar, selanjutnya pasang mulut pembakar, gunakan nomor yang sesuai dengan jenis dan tebal bahan serta kencangkan ikatannya. 
E.  Penyetelan tekanan kerja
 Penyetelan tekanan kerja
Atur tekanan kerja pemakain untuk oksigen/zat asam dan  asetilena pada regulator. 
Tekanan kerja  disesuaikan dengan jenis pembakar las, misalnya pembakar las jenis injector : 
Asetilena
Tekanan isi silinder 15 Bar
Tekanan kerja 0,3 s.d 0,5 Bar

Zat asam
Tekanan isi silinder 150 Bar
Tekanan kerja 2,5 Bar (tertera pada mulut pembakar). Untuk pembakar jenis mixer tekanan kerja zat asam dan asetilena 1 : 1, misalnya mulut pembakar nomor 4, tekanan kerja zat asam dan oksigen sama, yaitu 5 – 7  dalam satuan psi (1kg/cm2 = 14,2 psi). Sebagai  untuk melihat tekanan kerja harus melihat tabel.

Pemeriksaan Sambungan
Secara keseluruhan pemasangan bagian – bagian utama las oksi-asetilena telah selesai, namun demikian instalasi las tersebut masih belum dapat digunakan karena belum dijamin keamanannya, mungkin masih ada kebocoran pada sambungan. Kebocoran gas terutama asetilena sangat membahayakan; gas asetilena sangat membahayakan; gas asetilena sangat mudah terbakar dan meledak. Oleh karena itu, sebelum digunakan, instalasi las harus diperiksa sambungan–sambungannya dari kemungkinan bocor.
Sambungan–sambungan yang perlu diperiksa adalah
a) Silinder dengan regulator
b) Regulator dengan slang las
c) Slang las dengan pembakar
d) Pembakar dengan tip/mulut pembakar
 Pemeriksaan Sambungan
Cara memeriksa sambungan adalah sebagai berikut 
Memutar roda putar katup silinder oksigen atau dengan kunci oksigen atau dengan kunci sok berlawanan arah jarum jam sebanayak 1 s.d 1½ putaraan hingga jarum manometer tekanan isi menuju angka tertentu, sesuai dengan tekanan isi silinder. Kemudian, memutar baut pengatur regulator oksigen searah jarum pada manometer tekanan kerja seperti telah dijelaskan di atas.
Oleskan air sabun pada setiap sambungan dengan menggunakan kuas. Bocoran gas dapat diketahui dari adanya gelembung–gelembung air sabun pada sambungan, bahkan kalau bocoran cuckup besar akan ditemui bunyi berdesis.
Apabila tejadi kebocoran hendaknya mur penghubung atau klem slang dikencangkan lagi dengan menggunakan alat yang sesuai dan periksalah kembali.
Pemasangan bagian–bagian utama las oksi asetilin dapat dikatakan selesai apabila pada instalasi las oksi-asetilena tidak ada kebocoran, yang artinya instalasi las oksi asetilin aman.

Menyalakan dan mematikan api las
1.     Menyalakan api las
a. Pakailah alat pelindung mata (kacamata) dan kemudian bukalah katup asetilena pembakar dan goreskan korek api las di muka mulut pembakar. Awas nyala api jangan ditujukan pada orang atau benda yang mudah terbakar
 Menyalakan api las
b. Aturlah nyala api asetilena dengan udara yang terjadi, agar tidak berasap tebal atau menyala jauh dari mulut pembakar dengan mem-perbesar atau memperkecil pengeluaran asetilena.
 mengatur katup oksigen
c. Bukalah katup zat asam/ oksigen pembakar perlahan-lahan hingga warna api akan berubah dari warna kuning menjadi berwarna biru. 
d. Melalui kaca mata las akan terlihat tiga macam nyala, inti nyala dan nyala ekor 
    
 mengatur nyala api las

e. Perbesar pengeluaran zat asam hingga nyala ekor menghilang itu tandanya nyala api sudah netral
f. Bila pengeluaran zat asam dilanjutkan, inti nyala berubah menjadi memendek dan agak runcing. Nyala ini dinamakan nyala okidasi atau nyala kebihan zat asam. 
g. Bila pengeluaran asetilena diperbesar setelah nyala netral, maka nyala ekor akan terlihat. Nyala ini dinamakan nyala karburasi atau nyala kelebihan asetilena. 
h. Untuk memperoleh penga- laman mengenai  nyala api netral, oksidasi dan karburasi,  cobalah pada benda kerja dan  membandingkan hasilnya. 
2.    Mematikan api las
 mematikan api las
Tutuplah katup asetilena pembakar, nyala api sekaligus akan mati.
Setelah nyala api mati tutuplah katup zat asam pembakar
       
   
 macam-macam nyala api las
 Kegunaan nyala api netral oksidasi dan karburasi. 
Nyala api netral
Nyala api netral adalah nyala api yang sering diguanakan untuk mengelas baja, baja tahan    karat, tembaga dan almunium. 

Nyala api karburasi 
Nyala api karburasi digunakan untuk melapisi keras permukaan dan las patri keras (brazing).

Nyala api oksidasi
Nyala oksidasi dipergunakan untuk mengelas kuningan atau mengelas patri dengan bahan kuningan (braze welding).

Rangkuman
1. Peralatan pengelasan yang harus dihubungkan adalah
a)   Regulator oksigen atau asetilena ke silinder oksigen atau asetilena.
b)   Selang las oksigen atau asetilena ke regulator oksigen atau asetilena.
c)   Pembakar las ke selang oksigen atau asetilena.
d)   Mulut pembakar / tip ke pembakar las.

2.    Tekanan kerja pada regulator disesuaikan dengan jenis pembakar las.
 pembakar las jenis injektor 
a) Tekanan kerja asetilena 0,3 s.d 0,5 Bar
b) Tekanan kerja zat asam / oksigen  2,5 Bar (tertera pada mulut pembakar)
c) Untuk pembakar jenis mixer tekanan kerja zat asam dan asetilena 1 : 1 besar tekanannya lihat table.

3.     Sambungan – sambungan yang perlu diperiksa adalah
a) Silinder dengan regulator
b) Regulator dengan slang las
c) Slang las dengan pembakar
d) Pembakar dengan tip/mulut pembakar

4.     Nyala api las ada 3 macam, yaitu :
a) Nyala api netral
b) Karburasi dan 
c) Oksidasi
       Setiap nyala api las mempunyai fungsi atau kegunaannya

Tes Formatif / TUGAS DARING I
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat, jelas, dan benar.
1. Jelaskan cara menyiapkan silinder gas oksigen dan asetilena yang sesuai dengan prosedur.
2. Tuliskan urutan peralatan utama yang perlu diset/dihubungkan. 
3. Tuliskan sambungan-sambungan yang perlu diperiksa setelah dipasangkan satu dengan yang lainnya. 
4. Jelaskan cara pemasangan mulut pembakar.
5. Tuliskan tekanan kerja zat asam/oksigen dan tekanan kerja asetilena untuk pembakar jenis injector.
6. Tuliskan tiga macam nyala api las oksi-asetilena.
7. Jelaskan kegunaan dari tiga jenis nyala api las oksi-asetilen.
8. Tuliskan alasannya menyalakan api las harus menggunakan korek api las.