Sejarah Las

Perkembangan proses pengelasan mulai dikenal pada awal abad ke 20. Sebagai sumber panas digunakan api yang berasal dari pembakaran gas Acetylena yang kemudian dikenal sebagai las karbit. Waktu itu sudah dikembangkan las listrik namun masih langka.

Pembekalan Dunia Industri

Acara ini membahas mengenai bagaimana lulusan SMK menghadapi dunia industri, dengan beberapa tantangan-tangangan yang harus dihadapi, mulai dari persaingan dari para SMK lainnya, persaingan kerja dengan dunia perguruan tinggi serta persaingan yang sudah berlangsung pada awal tahun depan (tahun 2016) yaitu MEA (Masyarakat Ekonomi Asean)..

Program Pendidikan Vokasi Industri

Sebagai wujud pelaksanaan tugas tersebut, Kemenperin telah menyusun program pembinaan dan pengembangan yang link and match antara SMK dan industri, dengan sasaran sampai tahun 2019 sebanyak 1.775 SMK meliputi 845.000 siswa untuk dikerjasamakan kepada 355 perusahaan industri

Lakukan Hal Ini Sebelum Ujian Nasional, Pasti Bakal Sukses!!!

Apakah kamu juga sudah siap menghadapi Ujian Nasional yang sebentar lagi akan berlangsung? Jika pada Ujian Nasional 2019 lalu banyak sekali siswa yang mengeluh merasa kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal Ujian Nasional, terutama matematika. Mereka merasa soal Ujian Nasional yang mereka hadapi tidak sama dengan materi yang diajarkan di sekolah

Friday, April 22, 2022

MESIN-MESIN FABRIKASI Di INDUSTRI

a. Mesin Potong ( Guillotines ) 
Mesin potong digunakan untuk memotong lurus pelat yang panjang khusunya untuk pemotongan yang berulang-ulang. Ini dapat dilakukan karena pada belakang terdapat pembatasan sehingga pemotongan akan selalu sama dan tidak perlu pengukuran setiap kali pemotongan. 
Keuntungan penggunaan mesin potong ini adalah lebih cepat dan presisi sedangkan kerugiannya keterbatasan panjang pemotongan sangat tergantung pada ukuran mesin dan hanya dapat memotong pelat. 


Keselamatan Kerja Penggunaan Mesin Potong. : 
1. Jangan menjalankan mesin kalau ada orang di belakang mesin. 
2. Jaga tangan terhadap pisau potong dan klem bahan. 
3. Hati-hati terhadap hasil potong ( yang tajam ) atau tertimpa oleh pelat hang dipotong 
4. Jangan memasukkan bahan dari arah belakang 
5. Jangan mengoperasikan tanpa sekat pengaman. 
6. Pastikan lokasi tombol keadaan darurat.

b. Mesin Pelubang dan Potong Universal (Punch and Shear) 
Mesin ini digunakan untuk pemotongan, pengguntingan, dan pelubang pelat, profil sudut, besi batangan (segi empat, bulat atau bujur sangkar). 
Mesin ini dapat bekerja secara cepat, presisi dan akurat tetapi kemampuannya sangat terbatas sesuai dengan ukuran dan kemampuan potong, tebal bahan dan hasilnya sedikit akan terjadi perubahan bentuk pada pinggir pemotongan. 

Keselamatan Kerja Penggunaan Mesin Pelubang dan Potong Universal : 
1. Hati-hati jari tangan terhadap mata potong 
2. Hati-hati tangan terhadap sisi tajam bekas pemotongan 
3. Yakinkan seluruh pelindung/pengaman terpasang dengan benar

c. Mesin Nibler 

Mesin ini digunakan untuk memotong atau melubangi benda kerja pada posisi-posisi yang sulit. Mesin ini dapat memotong lurus dan juga berliku-lliku
Keselamatan Kerja Penggunaan Mesin Nibler : 
1. Gunakan sarung tangan pada saat pengoperasian mesin 
2. Hati-hati tangan terhadap pisau potong . 
3. Jaga badan agar terhindar dari bekas pemotongan.

d. Gergaji Bundar dan Grinda Potong ( Cold Cut-Off Saw and Abrasive Cut-Off Saw ) 

Gergaji bundar dengan mata potong gergaji ini berputar dengan kecepatan rendah. Sedangkan dengan gerinda potong berputar dengan kecepatan tinggi. Kedua alat potong iini digunakan untuk pemotongan ringan baik padat maupun berongga. Kemampuan potong sangat terbatas tergantung pada posisi penjepitan benda kerja dan diameter mata gergaji atau diameter batu gerinda.

  
Keselamatan Kerja Penggunaan Gergaji Bundar dan Grinda Potong : 
1. Jaga penutup mata gergaji atau gerinda selalu pada posisinya 
2. Jangan terlalu kuat menekan pada saat penggergajian 
3. Pakai pelindung telinga dan mata 
4. Yakinkan bahwa benda kerja dijepit dengan kuat 
5. Jaga selalu tempat pemotongan bersih dari bekas pemotongan.

e. Gergaji Mesin ( Power Hacksaws ) 
Gergaji ini digunakan untuk memotong bahan padat/ pejal atau pipa tebal ( bahan berongga ). Walau kecepatan potongnya lebih lambat tetapi dapat memotong lebih besar dari gergaji bundar.

Keselamatan Kerja Penggunaan Gergagi Mesin : 
1. Penjepitan benda kerja harus benar-benar kuat. 
2. Hati-hati tangan terhadap mata gergaji 
3. Hati-hati terhadap jatuhnya benda kerja hasil gergaji

f. Gergaji Pita Vertikal (Vertical Band saw) 
Pada umumnya mesin ini digunakan untuk memotong aluminium dan pelat tipis; dapat memotong lurus dan lengkung. Ini adalah mesin potong yang paling lambat dan mata gergaji harus selalu disesuaikan dengan jenis yang dipotong.

Keselamatan Kerja Penggunaan Gergaji Pita Vertikal : 
1. Hati-hati tangan terhadap mata gergaji 
2. Gunakan kayu untuk membantu mengarahkan benda kerja yang kecil dekat mata gergaji. 
3. Periksa ketegangan dan kondisi mata gergaji sebelum digunakan 
4. Gunakan kacamata pengaman.

g. Mesin Pres ( Press Brake ) 
Mesin pres ini digunakan untuk membengkokkan/ menekuk pelat-pelat yang relatif tebal , membentuk radius, pelengkungan awal sebelum dirol, dan pembentukan kerucut serta pengerjaan sulit lainnya. Pengerjaan pembentukan silinder dan kerucut hanya setengah bagian saja dan kemudian baru disambungkan. 

Panjang langkah dapat disetel sehingga dalam pengepressan akan sama sehingga hasil bengkokan/ tekukan akan selalu sama.
Keselamatan Kerja Penggunaan Mesin Pres : 
1. Fahami penggunaan mesin sebelum mengoperasikannya. 
2. Hati-hati tangan terhadap sepatu tekuk pada saat proses penekukan. 
3. Sesuaikan tekanan mesin dengan tebal bahan dan ukuran/ lebar V-blok ( bending beam ).

h. Mesin Bor 
1. Bor Tangan ( Portable Drill ) 
Bor ini digunakan untuk membuat lubang yang relatif kecil ( maks. ∅13mm ), mengebor arah samping, reamer lubang untuk konstruksi baja dan pengerjaan pelat ringan. 

Bor tangan ini dapat digerakkan dengan listrik atau udara bertekanan dan juga terdapat tingkatan kecepatan, kejut dan putar balik. Bor dengan penggerak listrik dapat dipasangkan dudukan magnit untuk menetapkan mesin bor pada permukaan logam yang datar. Pemakanan bor tangan ini diatur secara manual.
 
2. Mesin Bor Bangku 
Mesin bor bangku digunakan untuk mengebor lubang-lubang pada benda kerja kecil misalnya pada profil sudut, pipa bulat dan segi empat serta pelat dengan ukuran yang sesuai. 

Kelemahan mesin bor bangku : 
• Besar benda kerja sangat terbatas 
• Besar lubang yang dibor terbatas oleh ukuran cekam bor dan batasan kecepatan 
• Pemakanan pengeboran harus dilakukan secara manual satu arah dan putaran juga satu arah.

3. Mesin Bor Radial 
Mesin bor ini digunakan untuk mengebor benda kerja yang lebih besar dari benda kerja yang tidak dapat dibor pada mesin bor bangku. 
Panjang langkah dapat dilakukan antara 600 mm sampai 3600 mm. Kepala bor dapat diturunkan dan dinaikkan sepanjang tiang penyangga dan dapat diputar 360o

Posisi bor dapat terkunci dengan baik disegala posisi disepanjang tiang penyangga dan bila diperlukan benda kerja dapat diikatkan dilantai. Ukuran mata bor dan batasan kecepatan tersedia lebih banyak. Mesin ini dapat dimakankan secara manual atau atomatis serta dapat bergerak mundur sehingga memungkin untuk melaksanakan mengetap ulir pada lubang yang baru selesai di bor.
Keselamatan Kerja Penggunaan Mesin Bor : 
1. Jangan memakai pakaian yang longgar pada saat mengebor. 
2. Pakailah sepatu kerja dan kaca mata pengaman selama bekerja. 
3. Lindungi rambut dari putaran bor; jika berambut panjang, maka ikat rambut kebelakang dan / atau pakailah topi pengaman. 
4. Pasang mata bor dengan cukup kuat 
5. Sesuaikan kecepatan potong bor dengan ukuran mata bor. 
6. Gunakan sikat untuk membersihkan “tatal” dari meja bor.

i. Mesin Lipat 
Penggunaan mesin lipat / tekuk pelat adalah untuk mempercepat suatu proses penekukan dan untuk mencapai tingkat ketelitian tertentu. Sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi; mesin tekuk telah berkembang sedemikian rupa, mulai dari yang dioperasikan secara manual sampai dengan yang dioperasikan secara otomatis. Ada tiga tipe mesin lipat yang umum dipakai pada pekerjaan fabrikasi, yaitu : 
1. Mesin Lipat Bangku/ Terbatas( Bench / Adjustable Folder ) 

Mesin lipat terbatas/ bangku digunakan untuk melipat pelat-pelat tipis secara cepat dan presisi. Mesin ini bekerja secara serentak antara menjepit benda kerja dan melipat. Cocok untuk pelipatan tunggal dan ganda, termasuk untuk membuat bentuk “ U “.

2. Mesin Lipat Universal ( Cramp Folder ) 

Mesin lipat tipe ini mampu melipat antara 1 – 2,4 meter dengan ketebalan 0,4 – 2,0 mm serta dengan sudut tekuk mencapai 135°.
 
3. Mesin Tekuk Kotak ( Box and Pan Brake ) 

Prinsip penggunaan mesin lipat kotak relatif sama dengan mesin lipat universal. Mesin lipat kotak mempunyai sepatu tekuk dengan berbagai ukuran dan dapat dipasang sesuai dengan kebutuhan atau ukuran kotak yang akan dibuat.

j. Mesin Rol 

Mesin rol digunakan untuk mengerol silinder, kerucut, dan membentuk kawat. Ada beberapa tipe mesin rol yang digunakan pada pekerjaan fabrikasi, yaitu : 
• Mesin rol bangku, yakni untuk mengerol pelat-pelat tipis dan untuk kerajinan/ membuat perhiasan. 
• Mesin rol standar ( slip roller ), dipakai untuk penggunaan umum, spt. mengerol pelat dan membentuk kawat. Kemampuan mesin rol ini terbatas sampai dengan ketebalan pelat ± 3 mm, karena mesin rol ini digerakkan secara manual (diputar dengan tangan )  

• Mesin rol motor ( listrik / power roller ), digunakan untuk mengerol pelat diatas ketebalan 3 mm ( sesuai kemampuan mesin ).
 

Monday, April 18, 2022

METODE-METODE PENYAMBUNGAN PRODUK FABRIKASI

Hampir semua pekerjaan/ produk fabrikasi membutuhkan penerapan berbagai metode penyambungan atau pengikatan/ pengancingan. Pemilihan metode penyambungan tertsebut ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain : 
• Kualitas atau hasil akhir produk yang akan disambung 
• Kekuatan, fleksibelitas, kemudahan bongkar-pasang, ketahanan terhadap panas, 
• Nilai ekonomi pruduk itu sendiri, dampak lingkungan, dll 
• Kemungkinan penerapan penggunaan jenis-jenis sambungan, spt. las, baut-mur,

Jenis-jenis sambungan dan pengikatan yang banyak diterapkan pada pekerjaan fabrikasi adalah sbb. : 
a. Sambungan Keling
Menyambung pelat dengan menggunakan paku keling ( sambungan keling ) masih banyak digunakan pada konstruksi pelat tipis, karena dapat dilakukan dengan mudah dan relatif kuat, walaupun tidak begitu kedap. 
Jenis paku keling cukup beragam, sehingga dilakukan dengan cara atau alat yang beragam pula, namun yang banyak dipakai pada pekerjaan fabrikasi adalah sbb : 
1. Rivet set 

Sambungan keling dengan menggunakan rivet set adalah dengan menggunakan paku keling pejal yang terbuat dari bahan aluminium, duraluminium, baja lunak, dll.
 


Cara kerja pengeling pop : 
1. Tempatkan/ masukkan paku keling pop ke lubang sambungan keling dan pasangkan pengeling pop sampai rapat dengan permukaan paku kelin
2. Tekan tuas pengeling pop beberapa kali sambil pengeling ditekan sampai paku penariknya putus.
3. Tarik tuas pengeling dan keluarkan paku penarik yang telah putus


b. Sambungan Sekrup 

Sambungan sekrup pada pengerjaan fabrikasi digunakan secara luas, karena mudah digunakan, dan dapat dibongkar-pasang serta dapat diganti jika rusak. 
Sesuai dengan kebutuhan konstruksi maka sekrup telah dibuat dengan berbagai ukuran dan bentuk. Berikut ini adalah macam-macam bentuk kepala sekrup yang dapat diperoleh dipasaran/ dalam perdagangan :


c. Self Tapping dan Self Drilling 
Sekrup self tapping adalah salah satu jenis sekrup yang dapat mengulir sendiri sehingga dapat mengikat secara cepat tanpa perlu ada persiapan ulir pada benda kerja yang akan disambung, tapi cukup berupa lubang yang ukurannya maksimum sama dengan diameter dalam ulir sekrup. 

Sedang sekrup self drilling mempunyai ujung yang memungkinkan untuk membuat lubang sebagai awal penguliran dan kemudian dengan cara yang sama dengan self tapping dapat mengulir sendiri.
 
d. Sambungan Baut-Mur 

Sambungan baut-mur digunakan secara luas untuk menyambung/ mengikat pelat pada pekerjaan fabrikasi logam dan lebih banyak dipakai pada konstruksi pelat tebal. 
Adapun bentuk-bentuk baut yang tersedia dalam perdagangan untuk pekerjaan fabrikasi adalah sbb :

e. Sambungan Lipat 
Sambungan lipat hanya diterapkan pada konstruksi pelat yang relatif tipis ; dapat dikerjakan secara manual, di mana hanya dengan menggunakan alat-alat tangan, seperti palu, perapat ( hand groover ) serta landasan atau dengan menggunakan mesin-mesin khusus untuk sambungan lipat, misalnya untuk sambungan lipat pitttsburgh. 
Ada beberapa macam sambungan lipat, antara lain :
 


f. Sambungan Las 
Semua proses las digunakan pada pekerjaan fabrikasi, terutama untuk pengerjaan fabrikasi berat. Proses-proses las yang banyak dipakai adalah sbb : 
• Las busur Manual ( SMAW/MMAW ) 
• Las Oksi-asetilin 
• Las MIG/MAG ( GMAW ) dan flux core 
• Las TIG ( GTAW ) 
• Las Busur Rendam ( SAW )
• Las Tahanan 

Salah satu jenis las tahanan yang sering dipakai pada pekerjaan fabrikasi, khususnya untuk fabrikasi ringan adalah : las titik ( spot welding ), di mana jenis las ini dapat bekerja secara cepat dan efisien tanpa membutuhkan bahan tambah/ pengisi.

Proses Dasar Fabrikasi Logam (BAHAN-BAHAN FABRIKASI)

Baik fabrikasi ringan ataupun fabrikasi berat, secara umum menggunakan bahan yang sama; hanya berbeda bentuk dan ukurannya saja. 
Bahan-bahan fabrikasi dibagi atas dua jenis, yaitu bahan metalik dan non-metalik. Bahan metalik terdiri dari dua kelompok, yakni : logam ferro dan non-ferro. 
Logam-logam ferro mengandung besi dan biasanya bersifat magnetik dan logam non-ferro tidak mengandung besi. Sedangkan bahan non-metalik atau plastik secara umum adalah polyvinilchloride ( PVC ). 

Berikut ini adalah bahan-bahan yang biasa dipakai pada pekerjaan fabrikasi dan spesifikasinya : 
a. Logam Ferro dan Non-Ferro 
1. Logam Ferro : 

• Pelat baja hitam ( hot rolled steel ) 
• Pelat baja putih ( cold rolled steel ) 
• Bahan galvanis 
• Pelat seng 
• Verisclad 
• Pelat timah 
• Bahan tahan karat ( Stainless steel ), dll 

2. Logam Non-Ferro : 

• Aluminium 
• Tembaga 
• Kuningan 
• Suasa ( bronze ) 
• Timah hitam, dll 

b. Spesifikasi dan Penggunaan Bahan 
Dalam perdagangan, bahan-bahan fabrikasi tersedia dalam beberapa spesifikasi ( ukuran dan profil/ bentuk ), yaitu : 
• Pelat tipis • Pelat tebal • Pelat strip atau batangan • Siku ( besi siku ) 
• Besi beton • Pipa/ baja profil 
1. Pelat Tipis ( Sheetmetal ) 

Pelat tipis biasanya tersedia dalam bentuk lembaran dan gulungan ( rol ) dengan ketebalan antara 0,25 – 3,0 mm dan lebar antara 150 – 1500 mm. Untuk pasar Indonesia yang umum tersedia adalah dengan lebar ± 900, 1000 dan 1220 mm 

2. Pelat Tebal 

Pelat tebal tersedia dengan ketebalan antara 3,0 – 180 mm dengan lebar yang bervariasi, yaitu antara 900 mm – 3000 mm. 

3. Pelat Strip/ Batangan 

Pelat strip tidak selebar pelat tipis / tebal, tetapi tersedia dengan sudut / sisi yang siku dan ridius dengan lebar antara 10 – 300 mm serta tebal antara 3 – 12 mm.

4. Besi Siku 

Besi siku adalah baja profil yang dibentuk melalui proses pengerolan. Dalam perdagangan tersedia besi siku dengan lebar kedua sisi siku yang sama dan ada yang tidak sama

5. Besi Beton ( Round Bar ) 

Besi beton dalam perdagangan dapat berupa kawat sampai dengan batangan yang berdiameter yang besar. 

6. Pipa / Baja Profil 

Pipa / baja profil dibuat melalui proses rol dan tarik untuk dibentuk menjadi berpenampang segi empat, segi panjang dan pipa bulat dengan panjang yang beragam, a.l : 4 meter dan 6 meter. 


Sunday, April 17, 2022

Proses Dasar Fabrikasi Logam (ALAT-ALAT POTONG)

ALAT-ALAT POTONG 
Secara umum alat-alat potong pada pekerjaan fabrikasi ringan dan berat adalah sama, hanya berbeda pada kapasitas atau kemampuannya saja
a. Gengaji Tangan ( Hacksaw ) 

Gergaji tangan digunakan untuk memotong benda-benda konstruksi logam kecil seperti besi profil, pipa bulat atau segi empat dan besi plat.
Keselamatan kerja pada penggunaan gergaji tangan : 
1. Jangan menekan dan mendorong terlalu kuat karena akan menyebabkan patahnya mata gergaji dan berbahaya. 
2. Gunakan kaca mata untuk melindungi kalau mata gergaji patah 
3. Ganjal bahan yang dipotong supaya mata gergaji tidak terjepit. 
4. Hati-hati sisi bekas gergaji yang tajam 
5. Jangan menggosokkan tangan ke mata gergaji 

Pemilihan daun gergaji : 

Daun gergaji dibuat dalam berbagai ukuran dan jumlah rigi/ gigi. Khusus untuk gergaji tangan, ukuran gergaji ditentukan oleh berapa banyak gigi per inchi ( 25,4 mm ). Untuk pemakaian umum digunakan daun gergaji dengan jumlah 18 gigi per inchi.

b. gunting
Gunting adalah alat potong yang digunakan untuk memotong pelat, terutama pelat baja lunak, seng, pelat lapis timah, pelat tembaga. Terbuat dari bahan baja tempa atau baja perkakas; diperlukan terutama karena bentuk, konstruksi, posisi, serta kedudukan benda kerja kadang-kadang tidak dapat dipotong menggunakan mesin potong. 
Berbagai bentuk/tipe dari gunting yang kesemuanya bertujuan untuk lebih memudahkan dan tidak melelahkan dalam pengerjaan. Secara umum gunting dibedakan atas dua fungsi, yaitu : untuk menggunting lurus dan menggunting lengkung. 
Untuk menggunting lurus digunakan gunting lurus, gunting kombinasi/ universal, sedangkan untuk menggunting lengkung diantaranya digunakan : gunting lingkaran dan gunting dirgantara. 
1. Gunting Lurus: 

Gunting lurus digunakan untuk menggunting lurus. Gunting ini mempunyai rahang lurus yang panjangnya antara 2 sampai 4½", sedangkan panjang seluruhnya adalah antara 7 sampai 15 3/4". 
Gunting lurus dalam penggunaannya dapat digunakan dengan tangan kanan dan tangan kiri.

2. Gunting Kombinasi/ Universal 

Gunting kombinasi mempunyai ukuran yang sama dengan gunting lurus. Beda antara gunting kombinasi dan gunting lurus adalah pada penampang potongnya; kalau pada gunting lurus berpenampang lurus, maka pada gunting kombinasi berpenampang sedikit lengkung (curva). Disamping itu juga bisa digunakan untuk memotong bentuk-bentuk yang tidak teratur.

3. Gunting Lingkaran/ Lengkung 

Gunting lingkaran/ lengkung digunakan untuk pemotong lengkung, karena sisi potongnya berbentuk lengkung. Dalam pemakaiannya dapat digunakan dengan tangan ataupun tangan kiri. Ukuran dari gunting lingkaran ini adalah sama dengan gunting lurus, yaitu panjang seluruhnya adalah 7 sampai 15¾" dan rahang 2 sampai 4 ½".

4. Gunting Dirgantara 

Gunting dirgantara (aviation atau airplane snip) terdiri atas tiga bentuk, yaitu : digunakan dengan tangan kiri dan kanan serta lurus dengan panjangnya sekitar 10 inchi (250 mm) dengan panjang rahang 2 inchi. Sisi potong agak bergerigi dan dikeraskan, sehingga dapat memotong pelat yang relatif tebal ( ± 0,8 mm ) 
Membedakan antara gunting kanan dan kiri adalah dengan melihat sisi potong dan warna tangkainya. Sisi potong atas dari gunting kanan terletak sebelah kanan, demikian pula sebaliknya; sisi potong atas gunting kiri terletak sebelah kiri. 
Penggunaan gunting kanan adalah untuk pemotongan arah kiri, sedang gunting kiri adalah untuk pemotongan arah kanan.

Keselamatan kerja bila menggunakan gunting : 
1. Gunakan gunting sesuai kemampuan gunting. Jangan memotong bukan pelat. 
2. Jaga agar hasil potongan ( yang tajam ) jauh dari tubuh
3. Jangan menggunakan mata potong gunting yang rusak, karena akan menyebabkan hasil potong juga rusak. 
4. Jaga tangkai gunting ( handle ) tidak menjepit tangan

c. Kikir 

Kikir terdapat beberapa jenis yang sesuai dengan hasil kekasaran permukaan yang dihasilkan. Kikir kasar (bastard) digunakan untuk pengasaran, hasil pengikiran adalah kasar. Kikir sedang (secound cut) ini digunakan untuk pengiriman secara umum dan menghasilkan permukaan cukup bagus. Sedangkan kikir halus (smooth atau dead) untuk mendapat permukaan yang halus. 
Kikir dibersihkan dengan menggunakan sikat baja (wire brush). Dengan cara pembersihan harus searah dengan alur kikir. 
 
Keselamatan kerja bila menggunakan kikir : 
1. Jangan menggunakan kikir yang tidak mempunyai tangkai 
2. Lakukan pengikiran dengan cara yang benar 
3. Hati-hati tangan jangan sampai terjepit dan tidak menyentuh bendah kerja 
4. Berdirilah dengan sempurna 
5. Jangan mengikir secara terburu-buru 

d. Pahat 
Ada 4 jenis mata pahat adalah : 

- Rata /lebar (flat) 

- Rata pendek (crosscut) 

- Radius (round nose) 

- Berujung runcing (diamond point) 

Keterangan:
1. Pahat Rata / Lebar ( Flat ) 
Pahat rata/ lebar ini digunakan untuk membersihkan gerigi las, memahat alur dangkal, membersihkan sisa pengerjaan dan memotong paku keling serta baut.
2. Pahat Rata Pendek ( Crosscut ) 
Pahat rata pendek digunakan untuk memahat alur tegak lurus atau segi empat dan membersihkan bahan pada bagian yang sempit. 
3. Pahat Radius. 
Pahat radius digunakan untuk memahat alur radius, memperbesar lubang dan mensenterkan kembali lubang bor yang telah terlanjur tidak senter. 
4. Pahat Berujung Runcing/ Diamond ( Diamond Point Chisel ) 
Pahat ini digunakan untuk pemahatan pengerjaan akhir sudut bagian dalam, membuat alur V pada retak rigi las yang perlu perbaikan dan membuat celah pada pelat dan pipa supaya mudah dipatahkan.

Keselamatan kerja pada penggunaan pahat : 
1. Jangan gunakan pahat dengan kepala yang telah kembang/ rusak 
2. Pakai kaca mata bila sedang memahat. 
3. Pastikan bahwa pahat diasah dengan benar. 
4. Gunakan pahat yang sesuai dengan jenis pekerjaan


Proses Dasar Fabrikasi Logam (Penerapan Pembuatan Pola)

PROSES FABRIKASI LOGAM
1.pengertian
• Fabrikasi adalah proses  pemotongan , pengeleman, las, penekukan pemotongan logam untuk membangun struktur logam.
• Fabrikasi dapat dilakukan pada logam yg berbeda sesuai  kebutuhan, misal fabrikasi baja, fabrikasi plat besi, fabrikasi aluminium, fabrikasi baja stainless
• Contoh hasil dari proses fabrikasi logam adalah : body kapal, mobil, pesawat  terbang, paku, mur baut, klip kertas, mesin, pagar, tangga dll
• Teknik fabrikasi logam tanpa menggunakan cetakan spt pada metode casting /pengecoran. Teknik fabrikasi yaitu menggunakan alat tangan / mesin, yaitu mesin bubut, mesin las, mesin bor, mesin gerinda, mesin pemotong, mesin cutting laser.
• Dalam proses fabrikasi menggunakan teknik pembentukan logam yang terdiri dari penempaan, pengerolan, ekstrusi, menggambar, menekuk, berputar, pengeboran, penggilingan.
• Industri yang melakukan pekerjaan fabrikasi ringan menggunakan bahan dengan ketebalan sampai 3mm, pekerjaan fabrikasi berat menggunakan tebal bahan di atas 3mm. 

2. PROSES PERSIAPAN FABRIKASI
Adapun proses-proses persiapan pekerjaan fabrikasi ( produksi ) dan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan di industri-industri di bidang fabrikasi secara umum meliputi :  
• Membaca gambar teknik 
• Merancang pekerjaan 
• Menghitung penggunaan bahan yang akan dipotong 
• Menerapkan teknik-teknik melukis/ menandai 
• Membuat pola/ mal 

Adapun penerapan pembuatan pola pada pekerjaan fabrikasi ( benda kerja ) adalah dengan menggunakan alat-alat lukis/ penanda yang sesuai dengan jenis bahan yang akan dibuat. 
1. Penggores 
a) Penggunaan penggores : 
Penggores adalah salah satu alat lukis garis untuk benda kerja/ pelat yang hasil goresannya bersifat permanen
 


b) Keterbatasan penggunaan penggores : 
- Sulit terlihat, bila untuk pekerjaan pemotongan dengan gas. 
- Perlu pengecatan ulang pada permukaan benda kerja, bila terjadi kesalahan garis. 
- Dapat menimbul karat, walaupun pada bahan berlapis stainless steel. 
- Hanya disarankan untuk digunakan pada bahan ferro 

2. Kapur Teknik ( Engineers Chalk ) 
Kapur teknik adalah jenis kapur yang relatif keras dan dapat diruncing ulang serta hasil goresannya bersifat non-permanen ( dapat dihapus ). Hampir semua jenis bahan dapat dilukis dengan kapur teknik ini, termasuk untuk garis potong pada pemotongan dengan gas.

Keterbatasan penggunaan kapur teknik : 
- Tidak permanen ( dapat terhapus sewaktu-waktu ) 
- Terhapus oleh air 
- Sulit terlihat pada beberapa bahan non-ferro

3. Penitik 

Penitik terbuat dari bahan baja perkakas yang sebelum dilakukan perlakuan panas dibentuk/ dibuat dengan mesin-mesin perkakas ( mis. mesin bubut atau frais ) dengan ukuran berkisar antara 5 – 13 mm dan bentuk penampang yang beragam, spt. bulat, segi empat atau segi enam. 
Pada pekerjaan fabrikasi, penitik dipakai untuk : menandai dan membuat titik pusat
        
4. Garis Kapur 
Garis kapur adalah salah satu cara cepat untuk membuat garis lurus yang panjang pada bahan yang tidak dicat ( berlapis ) atau pada lantai. 

Caranya adalah dengan mengikat/ klem salah satu ujung benang yang telah diberi kapur kemudian diangkat benang tersebut secara vertikal sebelum dilepas secara kejut. Hasil garis akan terlihat pada bekat benturan benang.
 


Keterbatasan penggunaan garis kapur : 
- Tidak permanen ( dapat terhapus sewaktu-waktu ) 
- Garis yang terbentuk bisa lebar atau ganda 
- Kurang akurat, jika kurang terlatih atau terlalu panjang 
- Hanya dapat diterapkan pada bahan yang rata 
- Sulit terlihat pada beberapa bahan non-ferro
Berikut ini adalah alat-alat yang dipergunakan untuk melukis pada benda kerja dan membuat pola/ mal :


Keselamatan kerja pada penggunaan alat-alat untuk mempola : 
1. Jaga agar alat-alat selalu dalam keadaan tajam 
2. Buang bagian yang rusak pada kepala penitik dan pahat 
3. Jangan menyimpang penggores di dalam kantong 
4. Jangan meletakkan alat-alat di atas kursi/ bangku tempat duduk 
5. Jaga agar tangkai paku selalu terpasang secara kuat.