Sunday, April 17, 2022

Proses Dasar Fabrikasi Logam (Penerapan Pembuatan Pola)

PROSES FABRIKASI LOGAM
1.pengertian
• Fabrikasi adalah proses  pemotongan , pengeleman, las, penekukan pemotongan logam untuk membangun struktur logam.
• Fabrikasi dapat dilakukan pada logam yg berbeda sesuai  kebutuhan, misal fabrikasi baja, fabrikasi plat besi, fabrikasi aluminium, fabrikasi baja stainless
• Contoh hasil dari proses fabrikasi logam adalah : body kapal, mobil, pesawat  terbang, paku, mur baut, klip kertas, mesin, pagar, tangga dll
• Teknik fabrikasi logam tanpa menggunakan cetakan spt pada metode casting /pengecoran. Teknik fabrikasi yaitu menggunakan alat tangan / mesin, yaitu mesin bubut, mesin las, mesin bor, mesin gerinda, mesin pemotong, mesin cutting laser.
• Dalam proses fabrikasi menggunakan teknik pembentukan logam yang terdiri dari penempaan, pengerolan, ekstrusi, menggambar, menekuk, berputar, pengeboran, penggilingan.
• Industri yang melakukan pekerjaan fabrikasi ringan menggunakan bahan dengan ketebalan sampai 3mm, pekerjaan fabrikasi berat menggunakan tebal bahan di atas 3mm. 

2. PROSES PERSIAPAN FABRIKASI
Adapun proses-proses persiapan pekerjaan fabrikasi ( produksi ) dan keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan di industri-industri di bidang fabrikasi secara umum meliputi :  
• Membaca gambar teknik 
• Merancang pekerjaan 
• Menghitung penggunaan bahan yang akan dipotong 
• Menerapkan teknik-teknik melukis/ menandai 
• Membuat pola/ mal 

Adapun penerapan pembuatan pola pada pekerjaan fabrikasi ( benda kerja ) adalah dengan menggunakan alat-alat lukis/ penanda yang sesuai dengan jenis bahan yang akan dibuat. 
1. Penggores 
a) Penggunaan penggores : 
Penggores adalah salah satu alat lukis garis untuk benda kerja/ pelat yang hasil goresannya bersifat permanen
 


b) Keterbatasan penggunaan penggores : 
- Sulit terlihat, bila untuk pekerjaan pemotongan dengan gas. 
- Perlu pengecatan ulang pada permukaan benda kerja, bila terjadi kesalahan garis. 
- Dapat menimbul karat, walaupun pada bahan berlapis stainless steel. 
- Hanya disarankan untuk digunakan pada bahan ferro 

2. Kapur Teknik ( Engineers Chalk ) 
Kapur teknik adalah jenis kapur yang relatif keras dan dapat diruncing ulang serta hasil goresannya bersifat non-permanen ( dapat dihapus ). Hampir semua jenis bahan dapat dilukis dengan kapur teknik ini, termasuk untuk garis potong pada pemotongan dengan gas.

Keterbatasan penggunaan kapur teknik : 
- Tidak permanen ( dapat terhapus sewaktu-waktu ) 
- Terhapus oleh air 
- Sulit terlihat pada beberapa bahan non-ferro

3. Penitik 

Penitik terbuat dari bahan baja perkakas yang sebelum dilakukan perlakuan panas dibentuk/ dibuat dengan mesin-mesin perkakas ( mis. mesin bubut atau frais ) dengan ukuran berkisar antara 5 – 13 mm dan bentuk penampang yang beragam, spt. bulat, segi empat atau segi enam. 
Pada pekerjaan fabrikasi, penitik dipakai untuk : menandai dan membuat titik pusat
        
4. Garis Kapur 
Garis kapur adalah salah satu cara cepat untuk membuat garis lurus yang panjang pada bahan yang tidak dicat ( berlapis ) atau pada lantai. 

Caranya adalah dengan mengikat/ klem salah satu ujung benang yang telah diberi kapur kemudian diangkat benang tersebut secara vertikal sebelum dilepas secara kejut. Hasil garis akan terlihat pada bekat benturan benang.
 


Keterbatasan penggunaan garis kapur : 
- Tidak permanen ( dapat terhapus sewaktu-waktu ) 
- Garis yang terbentuk bisa lebar atau ganda 
- Kurang akurat, jika kurang terlatih atau terlalu panjang 
- Hanya dapat diterapkan pada bahan yang rata 
- Sulit terlihat pada beberapa bahan non-ferro
Berikut ini adalah alat-alat yang dipergunakan untuk melukis pada benda kerja dan membuat pola/ mal :


Keselamatan kerja pada penggunaan alat-alat untuk mempola : 
1. Jaga agar alat-alat selalu dalam keadaan tajam 
2. Buang bagian yang rusak pada kepala penitik dan pahat 
3. Jangan menyimpang penggores di dalam kantong 
4. Jangan meletakkan alat-alat di atas kursi/ bangku tempat duduk 
5. Jaga agar tangkai paku selalu terpasang secara kuat.





0 komentar:

Post a Comment