Sunday, February 6, 2022

Peralatan Las Busur Manual (SMAW)

 

Peralatan las busur manual dibagi menjadi dua kelompok, yaitu peralatan utama dan peralatan bantu.

1. Peralatan Utama
Yang dimaksud dengan peralatan utama adalah suatu perangkat atau kesatuan yang utuh dengan trafo las atau mesin las yang dapat difungsikan untuk menghasilkan busur listrik.

Daftar Peralatan Utama
a. Trafo las atau mesin Las
b. Kabel tenaga
c. Kabel las
d. Penjepit/pemegang elektroda
e. Penjepit massa



a. Mesin Las
Sumber tenaga listrik untuk pesawat las dapat diperoleh secara mekanik melalui generator yang digerakkan oleh motor atau sudah merupakan jaringan dari PLN.
Sesuai dengan arus las yang dikeluarkan oleh pesawat las, maka pesawat las dapat dibedakan : 
 Pesawat las arus searah (DC – Welder) 
 Pesawat las arus bolak-balik (AC – Welder) 
 Pesawat las arus ganda (AC/DC – Welder)

b. Kabel Tenaga
Kabel yang menghubungkan jaringan tenaga (power supply) dengan mesin las. Jumlah kawat dalam kabel tenaga disesuaikan dengan jumlah phasa mesin las ditambah satu kawat sebagai hubungan massa tanah (ground) dari mesin las.


c. Kabel Las


Kabel yang dipergunakan untuk keperluan mengelas terdiri dari dua buah kabel yang masing-masing ujungnya dihubungkan dengan penjepit elektroda dan penjepit masa. Inti kabel las terdiri dari kawat – kawat halus (kabel inti banyak) dihubungkan dengan bahan isolasi yang tahan arus dan tidak mudah sobek atau rusak. Kabel las harus kuat, lemas tidak kaku dan mudah digulung.
Penggunaan kabel las pada mesin las harus disesuaikan dengan kapasitas arus maximum mesin las. Makin panjang dan makin kecil diameter kabel makin besar tahanan / hambatan arus yang terjadi pada
kabel, sedangkan bila makin pendek dan besar diameter kabel makin kecil hambatan yang terjadi.

d. Pemegang Elektroda


Pemegang elektroda (electrode holder) seperti terlihat pada gambar, dibuat dari bahan penghatar arus yang baik ialah tembaga atau paduan – paduan tembaga.
Bagian pegangan penjepit elektroda dibungkus dengan bahan isolasi yang tahan arus listrik dan tahan panas seperti ebornit atau karet campuran.
Mulut penjepit hendaknya dapat menjepit elektroda dengan kokoh dan keadaannya selalu harus bersih agar tidak lekas panas dan hambatan arus yang terjadi sekecil mungkin.

e. Klem Massa
Untuk menghubungkan kabel las ke massa atau benda / meja kerja dipergunakan klem massa. Bahan untuk klem massa terbuat dari bahan penghantar listrik yang baik.
Klem massa harus diikat kuat pada benda kerja atau meja kerja yang bersih, ikatan yang tidak kuat akan menimbulkan percikan api dan penjepit massa akan menjadi panas dan menempel pada benda/meja
kerja.



2. Peralatan bantu pengelasan SMAW
Yang dimaksud peralatan bantu adalah alat-alat yang digunakan untuk membantu dalam proses pengelasan. 

Peralatan Bantu terdiri dari :
a) Peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
 Kedok Las (Hem Las)  Baju Las (jaket/Apron) 
 Sarung tangan las
 Sepatu las
 Kaca mata bening (safety googles)
b) Alat bantu las
 Palu terak (chipping hammer)


Palu terak dipergunakan untuk membuang terak las setiap selesai proses pengelasan. Palu terak mempunyai ujung yang berbentuk pahat dan runcing. Ujung yang runcing ialah untuk membersihkan
terak las yang agak sulit dikeluarkan/ dibersihkan. Pada waktu membersihkan terak harus selalu memakai alat pelindung mata, misalnya kaca mata bening.
 Sikat Baja
Sikat baja digunakan untuk membuang sisa-sisa terak las yang belum dapat terbuang oleh palu terak supaya hasil pengelasan benar - benar bebas dari terak.


 Tang las
Tang las dipergunakan untuk memegang benda kerja yang masih panas.


 Alat Bantu lainnya seperti:
 Alat ukur, misalnya mistar baja, pengukur sudut (bevel protector)
 Alat lukis, misalnya penggores
 Alat potong, misalnya gergaji , mesin potong gas
 Alat pembuat kampuh, misalnya kikir, gerinda tangan dan gerinda mesin
 Alat pelubang, misalnya mesin bor
Semua alat-alat tersebut dipergunakan terutama untuk mempersiapkan benda kerja yang akan dilas.

Rangkuman
Pekerjaan las busur manual adalah salah satu jenis pekerjaan yang cukup berpotensi menyebabkan gangguan terhadap kesehatan atau malah dapat menyebabkan kecelakaan kerja.
Gangguan kesehatan atau kecelakaan dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, yakni operator atau teknisi las itu sendiri, mesin dan alat-alat las, atau lingkungan kerja, namun secara umum ada beberapa resiko kalau bekerja dengan proses las busur manual, yaitu : 
 Kejutan listrik ( electric shock ) 
 Sinar las
 Debu dan asap las
 Luka bakar 
 Kebakaran

Peralatan Utama pada proses pengelasan
 Trafo las atau mesin Las
 Kabel tenaga
 Kabel las
 Penjepit/pemegang elektroda
 Penjepit massa

Peralatan bantu keselamatan dan kesehatan kerja
 Helmet / kedok las
 Jaket / apron
 Sarung tangan kulit /asbes
 Sepatu las
 Pelindung mata

Alat Bantu las
 Palu las
 Sikat baja
 Tang las
Dan alat Bantu persiapan pengelasan

0 komentar:

Post a Comment