Tuesday, March 24, 2020

Mengatur Tekanan Kerja, Prosedur Menyalakan Dan Mematikan Api Oksi Asetilena Dengan Benar!!!

Tekanan Kerja
Besarnya tekanan kerja yang digunakan untuk mengelas tergantung dari tipe pembakaran yang dipakai.
 Mengatur Tekanan Kerja,  Prosedur Dan Mematikan Api Oksi Asetilena Dengan Benar!!!

Sebelum membicarakan masalah besarnya tekanan, terlebih dahulu kita bahas mengenai konversi antara beberapa satuan tekanan yang banyak
digunakan pada regulator las oksidasi asetilena. Satuan-satuan tekanan yang banyak dipakai adalah : kg/cm2, bar (atm), Psi dan kpa.

Adapun konversi satuan tekanan tersebut di atas secara kasar adalah:
1 kg/ cm2   = 0,97 bar
1 bar    = 1,03kg/ cm2
1 bar    = 1 atm
1 atm    = 14,7 psi
1 psi    = 6,8 kpa
1 bar    = 10 kpa

Besarnya tekanan kerja pada pembakar antara pembakar injector dan pembakar mixer sangat berbeda, berikut ini besarnya tekanan untuk masing-masing tipe :
1) Pembakar tipe injector (tekanan rendah) diatur sebagai berikut :
a) Oksigen, besarnya tekanan kerja oksigen dapat dilihat pada mulut pembakar; pada umumnya 2,5 atm.
b) Asetilena, besarnya tekanan kerja asetilena antara 0,3-0,5 atm.
2) Pembakar tipe mixer besar tekanan kerja untuk oksigen maupun asetilena adalah sama yaitu : antara 50 sampai 70 kpa.
Apabila satuan tekanan pada regulator anda tidak sesuai dengan petunjuk di atas, maka konversikan terlebih dahulu sehingga harga/nilainya sama.

Prosedur mengatur tekanan kerja tidak dibenarkan menggunakan tangan atau alat-alat yang mengandung minyak/oli/gemuk. Adapun prosedur pengaturannya adalah sebagai berikut :
1) Memeriksa dengan teliti apakah katup pada regulator sudah ditutup. Apabila belum, hendaknya ditutup terlebih dahulu, yaitu dengan cara : untuk katup pembakaran baik katup oksigen maupun katup asetilena diputar searah jarum jam sampai habis, untuk katup regulator diputar berlawanan arah jarum jam sampai pemutaran terasa ringan.
2) Membuka katup silinder oksigen dengan kunci pembuka katup berlawanan arah jarum jam sehingga terbuka penuh.
3) Membuka katup silinder asetilena dengan kunci pembuka katup berlawanan arah jarum jam sebesar ½ sampai ¾ putaran; biarkan kunci pembuka katup menempel pada katup silinder asetilena.
4) Buka katup regulator oksigen dengan memutar baut pengatur searah jarum jam sampai jarum pada Manometer tekanan kerja menunjuk pada angka yang dikehendaki (lihat besarnya tekanan kerja).
5) Lakukan seperti pada langka 4 di atas untuk regulator Asetilena, yang perlu diingat adalah tekanan kerja asetilena belum tentu sama dengan tekanan kerja oksigen
6) Tekanan yang ditunjukkan oleh pengaturan langkah 4) dan 5) adalah tekanan manometer. Untuk mendapatkan tekanan kerja anda harus membuka katup oksigen pembakar. Pada waktu membuka katup tersebut, jarum manometer tekanan kerja ada memungkinkan mengalami penurunan. Apabila turun, naikkan dengan cara memutar baut pengatur regulator searah jarum jam sehingga jarum manometer menunjukkan angka yang dikehendaki. Jadi besarnya tekanan kerja adalah angka yang ditunjukkan oleh jarum manometer tekanan kerja pada waktu katup oksigen pembakar dibuka.
7) Lakukan hal yang sama dengan langkah 6 di atas untuk mendapatkan tekanan kerja asetilena.
Setelah peserta dapat mengatur tekanan kerja dengan lancar, selanjutnya diminta untuk mengembalikan tekanan kerja menjadi nol dengan prosedur sebagai berikut :
1) Menutup semua katup Silinder
2) Membuang sisa-sisa gas melalui katup-katup pembakar
3) Setelah jarum pada manomerter menunjuk pada angka nol, kemudian tutuplah katup regulator dengan memutar baut pengatur regulator berlawanan arah jarum jam.

Menyalakan dan mengatur Nyala Api
Macam-macam nyala api pada las oksi asetilena
1) Nyala api asetilena dengan udara luar
2) Nyala api karburasi
3) Nyala api netral
4) Nyala api oksidasi.
Dari keempat nyala api tersebut di atas, ada tiga macam nyala api yang digunakan pada las oksi asetilena, yaitu nyala api karburasi, nyala api netral dan nyala api oksidasi; yang paling sering digunakan adalah nyala netral seperti pada gambar 5.02.
 Mengatur Tekanan Kerja,  Prosedur Dan Mematikan Api Oksi Asetilena Dengan Benar!!!

1) Nyala karburasi
Nyala ini adalah nyala api akibat kelebihan asetilena. Kalau diperhatikan ada 3 bagian di dalam nyala tersebut, yaitu nyala inti, nyala ekor minimal, ujung inti nyala tumpul dan berwarna biru..
2) Nyala netral
Nyala api ini terjadi jika perbandingan pemakaian antara gas asetilena dan gas oksigen seimbang yaitu 1 : 1,2. Pada nyala netral terdapat dua warna api yaitu berwarna biru agak keputih-putihan
3) Nyala oksidasi
Nyala oksidasi ialah nyala api akibat kelebihan oksigen. Nyala ini terdiri dari 2 bagian, yaitu nyala inti dan nyala luar. Nyala ini berbentuk runcing dan berwarna biru terang/jernih
Kegunaan nyala api las oksi asetilena pada pengelasan adalah :
1) Nyala karburasi
Nyala api karburasi ini terutama digunakan untuk mengeraskan permukaan dan dapat juga digunakan untuk mematri keras baja karbon
2) Nyala netral
Nyala api netral digunakan untuk las cair hampir semua logam.
3) Nyala oksidasi
Nyala oksidasi digunakan untuk memotong logam.

Prosedur menyalakan api oksi asetilena adalah sebagai berikut:
1) Tutup semua katup, meliputi katup pembakar, katup regulator dan katup silinder.
2) Buka katup silinder dan atur tekanannya sesuai dengan keperluan
3) Memilih ukuran tip yang sesuai kemudian memasangnya pada pembakaran.
4) Membuka katup asetilena sedikit .
5) Menyalakan asetilena dengan korek api las; jangan sekali-kali menggunakan korek api lain.
6) Lanjutkan membuka katup asetilena perlahan-lahan sehingga tidak ada jarak antara nyala api dengan ujung tip dan nyala api berasap tipis.
Setelah mendapatkan nyala api awal campuran antara asetilena dengan udara luar, maka selanjutnya dilakukan pengaturan nyala api yang sesuai dengan tiga jenis nyala api sebagai berikut:
1) Nyala karburasi, untuk mendapatkan nyala karburasi, bukalah katup oksigen pembakar perlahan-lahan sehingga nyala api yang semula berwarna merah berangsur-angsur berubah memutih dan menjadi 3 bagian, yaitu nyala inti, nyala ekor, dan nyala luar. Apabila katup oksigen masih dibuka terus, nyala ekor akan semakin pendek. Sebelum nyala ekor mencapai panjang 1 kali nyala inti, dinamakan nyala karburasi.
2) Nyala netral, untuk mendapatkan nyala netral teruskan membuka katup pembakar perlahan-lahan sehingga nyala ekor tepat berhenti pada nyala inti.
3) Nyala oksidasi, diperoleh dengan melanjutkan membuka katup oksigen pembakar sehingga nyala inti semakin pendek, bentuknya runcing dan berwarna jernih.

Mematikan nyala api dilakukan dengan cara menutup katup asetilena pembakar. Setelah api mati, tutup katup oksigen pembakar selanjutnya untuk membuang sisa gas, dengan mengikuti prosedur berikut ini :
1) Tutup katup silinder
2) Buang sisa gas melalui katup pembakar sehingga jarum pada manometer regulator menunjukkan angka nol, kemudian tutup lagi katup tersebut.
3) Tutuplah katup-katup regulator melalui baut pengatur regulator.


0 komentar:

Post a Comment