Friday, April 22, 2022

Sambungan Baut Dan Macam Macam Ulir (Ulir Metris Dan Whitwort)

1. Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, dengan melalui mengamati, menanya, 
pengumpulan data, mengasosiasi dan mengkomunikasikan, peserta didik dapat:
a. Menjelaskan macam macam sambungan baut
b. Menjelaskan keuntungan dan kerugian sambungan baut
c. Menghitung kekuatan sambungan baut..

2. Uraian Materi
Silahkan mengati foto konstruksi jembatan berikut atau obyek disekitar anda. 
Selanjutnya sebutkan dan jelaskan bagaimana konstruksi jembatan itu disusun/disambung dari apa yang telah anda amati.
 

Apabila anda mengalami kesulitan didalam mendeskripsikan / menjelaskan mengenai jenis sambungan pada konstruksi jembatan atau obyek yang lain, silahkan berdiskusi/bertanya kepada sesma teman atau guru yang sedang membimbing anda
Kumpulkan data-data atau jawaban secara individu atau kelompok terkait jenis sambungan yang ada atau anda dapatkan melalui dokumen, buku sumber atau media yang lainnya.

Selanjutnya jelaskan bagaiman konstruksi jembatan itu disusun oleh kerangka-kerangka melalui suatu jenis sambungan. Apabila anda telah melakukan pendeskripsian, selanjutnya jelaskan bagaimana cara menghitung kekuatan sambungan tersebut..

Presentasikan hasil pengumpulan data–data anda, terkait dengan jenis dan fungsi sambungan yang telah anda temukan dan jelaskan aplikasinya dalam dunia keteknikan.

a. Fungsi Sambungan
Suatu konstruksi mesin terdiri atas elemen elemen mesin yang dirakit dan disatukan satu sama lainnya dengan cara disambung dan tersusun menjadi suatu mesin yang utuh . Salah satu bentuk sambungan elemen mesin tersebut adalah sambungan ulir .
Sambungan ulir pada elemen mesin berfungsi sebagai sambungan sementara yaitu sambungan yang dapat dibuka dan dipasang kembali tanpa merusak elemen mesin mesin itu sendiri atau alat penyambungnya . 

Sambungan ulir terdiri atas baut dan mur oleh kerena itu sambungan ulir disebut juga dengan sambungan mur baut. 
Sambungan mur baut banyak digunakan pada sambungan konstruksi mesin, sasis, konstruksi jembatan, konstruksi bangunan rangka baja, mesin automotive dan elemen elemen mesin lainnya . Hampir sebilan-puluh persent dari suatu mesin disambung dengan menggunakan ulir yaitu dengan menggunakan baut , sekeruf dan mur . Sambungan dengan menggunakan ulir ini sangat praktis 
dengan pertimbangan: 
o Mudah dalam pemasangan 
o Penggantian suku cadang praktis . 
o Untuk pembongkaran dan pemasangan kembali memerlukan alat yang sederhana yaitu berupa kunci kunci yang dapat dibawa .
o Dalam keadaan darurat pembongkaran dan pemasangan kembali dapat dilakukan dimana saja . Contoh melepas roda kendaraan yang pecah untuk ditambal .
o Tidak merusak bagian bagian komponen yang disambung maupun alat penyambungnya . 
o Sambungan dengan ulir bersifat sambungan-sementara.
o Sambungan dapat dilaksanakan pada komponen mesin yang bergerak maupun yang tidak dapat bergerak . 

Sambungan bergerak misalnya sambungan antara poros engkol dengan batang penggerak , sambungan poros dengan bantalan , dan semacamnya . 
Sambungan yang tidak dapat bergerak yaitu sambungan pada konstruksi jembatan, kontruksi bangunan , angker angker , dan semacamnya.
Ulir terdiri atas ulir luar dan ulir dalam , ulir luar disebut dengan baut dan ulir dalam disebut dengan mur. 

b. Macam Macam Ulir 
Ulir yang digunakan pada mur baut pada umumnya adalah ulir segitiga yaitu ulir yang mempunyai penampang dengan bentuk profil segitiga . Jenis ulir segitiga yang standar terdiri atas : 
o Ulir metris
o Ulir whitwort
o Ulir UNC dan UNF
o Ulir standar pabrik 

1. Ulir metris
Pada baut baut atau mur yang mempunyai standar metris ,untuk menunjukan atau memberikan tanda pada baut atau mur tersebut yaitu dengan huruf M sebagai simbol dari ulir metris kemudian diikuti dengan angka yang menyatakan ukuran diameter luar dari ulir dan kisar ulir . Penunjukan ulir ini selain terdapat pada mur atau baut juga terdapat pada sney dan tap .

Gambar 1.2 Ulir metric
Profil ulir metris (ISO Metric) mempunyai bentuk profil segi tiga dengan sudut puincak 60o . Penampang dari sepasang profil ulir metris yang terdiri dari mur dan baut atau ulir luar dan ulir dalam serta ukurannya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar 1.3 Profil ulir metris
Ukuran standar ulir metris
o H1 = 0,541266 p 
o D1 = D – 1,082532 p
o D2 = D – 0,64951 p 

Ukuran baut Metris 
Ukuran dari kedalaman ulir pada baut adalah : d = 0,61. p 
Ukuran diameter minor atau ukuran diameter terkecil pada baut menjadi :
md. = M D - 2.d = MD – 2(0,61).p = MD – 1,22.p 

Gambar 1.4 Ukuran baut metris
Ukuran tinggi ulir pada mur adalah h= 0,54. p (dibulatkan) 
Ukuran diameter minor atau diameter terkecil dari mur menjadi :
md=M –2.h= MD – 2 (0,54) p = MD – 1,08.p (dibulatkan) 

Gambar 1.5 Ukuran mur metris
Tabel berikut adalah ukuran ulir standar Metrik (Metrric M Profil) , yang terdiri atas : ukuran dasar , kisar , Diameter luar/ mayor , diameter dalam dan jenis ulir kasar atau halus dengan satuan [mm] . Ukuran standar diameter : bervariasi sampai dengan ukuran 200 mm. 



Tabel 1.1 Ulir Standar Metrik (M Profile) Mur

2. Ulir whitwort
Ulir whitwort adalah jenis ulir segi tiga dengan sudut puncak 55 derajat , ulir whitwort ini mempunyai satuan inchi . Penunjukan ulir whitwort yaitu dengan huruf W , kemudian diikuti dengan dua angka , angka pertama menunjukan ukuran diameter luar dan angka yang kedua menunjukan jumlah kisar tiap satu inchi .

Gambar 1.6 Ulir Whitwort
Bentuk standar profil ulir whitwort (BSW) dapat dilihat pada gambar berikut : 

Gambar 1.7 Profil ulir Whitwort

Tabel 1.2 Ulir Whitwort

0 komentar:

Post a Comment